Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Kembali Pulang


__ADS_3

Urusan di luar negeri telah usai, dan mereka kembali esok lusanya. Yixi meletakkan barang-barangnya ke dalam keranjang kotor. Sebagiannya lagi dikembalikan ke tempat semula.


"Baru pulang, sudah beres-beres. Dasar cewek!" ledek Yanky lirih, namun Yixi dapat terdengar.


"Daripada tuan Yan, santai sekali." jawab Yixi.


"Hidup cuma sekali, kenapa harus dibuat susah. Lagipula, aku ini orang yang hebat." Yanky berucap bangga, sambil membenarkan dasinya.


"Mau sehebat apapun Manusia, dia tetap butuh makhluk lain. Dia butuh pendamping, sebagai sandaran hidup." jawab Yixi.


"Tapi, aku terbukti tidak membutuhkan hal yang kamu sebutkan." ujar Yanky.


"Tapi, aku tidak seyakin-yakinnya. Kita lihat saja di kemudian hari, kau pasti tidak ingin hidup sendiri." Yixi tidak mau mengalah.


Yixi sudah selesai dengan urusannya, lalu melangkahkan kaki keluar untuk melihat neneknya.


"Nenek sedang apa?" tanya Yixi.


"Nenek sedang memasak gulai jengkol." jawab Nafsih.


"Pasti Ayah suka." ungkap Yixi.

__ADS_1


"Iya, dia yang menyuruh membuatkan masakan ini." jawab Nafsih.


Airav menyebarkan video kegiatan Cheryl, untuk mendapatkan uang yang besar. Wartawan itu memberikan Airav uang, untuk video yang dibelinya. Jarang-jarang 'kan ada orang yang bisa masuk, ke dalam tempat tinggalnya.


"Yes, aku bisa belajar menari balet. Untung saja, aku pasang alat perekam. Tidak sia-sia, aku bisa latihan." Airav merasa bahagia, ingin cepat memberitahu Yixi.


Airav mengetahui Yixi telah kembali, makanya dia langsung pergi ke rumahnya. Tidak butuh waktu lama, untuk perempuan itu sampai ke tujuannya.


"Halo Yixi, kamu sedang apa?" Airav melihatnya, yang berdiri di teras.


"Menunggu kamu dong, memangnya ngapain lagi." jawab Yixi.


"Airav sayang, masa si kamu lupa. Bukankah, tadi kamu mengirimkan pesan padaku." jawab Yixi.


"Oh iya, aku baru ingat." ujar Airav, dengan malunya.


Yixi menggelengkan kepalanya berkali-kali, merasa heran dengan temannya itu. "Ayo masuk ke dalam rumah."


Airav sudah sampai di ambang pintu, lalu memutar balikan badannya. Tanpa diduga ada seorang Cheryl, yang berjalan ke rumah Yixi.


"Waduh, bisa gawat ini. Aku harus segera berlari, jangan sampai dia tahu perbuatan ku." monolog Airav.

__ADS_1


Airav berlari masuk ke dalam rumah, sampai lupa mengerem kaki sendiri. Akhirnya Airav menabrak Yixi, dan Yixi terdorong hingga menabrak Yanky.


"Ada apa si, kok heboh banget." gerutu Yanky.


"Airav itu temanku, kalau kamu gak suka gak usah dilihat." jawab Yixi, dengan ketus.


"Ini rumahku, jadi suka-suka dong." ucap Yanky, dengan sombongnya.


"Tapi semua orang juga tahu, bahwa rumah ini mahar pernikahan kita. Yang namanya mahar, adalah hak milik si perempuan." Yixi melipat tangannya di dada.


Airav duduk di kursi ruang tamu, dan Yixi membuatkan air minum. Cheryl masuk ke dalam rumah, setelah dipersilakan oleh Yanky.


"Ada perlu apa?" tanya Yanky.


"Aku ke sini ingin bertemu tuan Yanky. Sekaligus, ada hal yang ingin dibicarakan." jawab Cheryl.


Cheryl duduk di ruang tamu, dan mulai mengutarakan maksud kedatangannya. Dia ingin bekerjasama, dengan perusahaan Shi'ing Grup.


"Jadi, maksud kamu nona San Xia sudah menyetujui tawaran ini?" tanya Yanky.


"Iya, dia ingin aku memasukkan tarian ku dalam konsep lukisannya. Lalu menyewa salah satu perumahan, milik perusahaan properti tuan Yan." jawab Cheryl.

__ADS_1


__ADS_2