
Pada malam harinya Yanky dan Yixi menempati rumah Blue Eyes, tidak tinggal di rumah Shirka dan Bonai. Supaya hubungan mereka terlihat sungguhan di depan tuan Zhuo.
"Yixi, aku ingin kamu tidur di ruang kerja. Di sana, terhubung langsung dengan kamarku." ujar Yanky.
"Bukankah ruangan di rumah ini luas, kenapa aku tidak tidur di kamar lain saja." jawab Yixi.
"Kamu lupa, kalau Nenek dan Ayahmu akan tidur di sini." ucap Yanky.
"Oh iya, mungkin sebentar lagi akan datang." jawab Yixi.
Tak berselang lama, terdengar ketukan pintu. Ternyata benar saja, mereka baru pulang dari rumah utama. Yixi tersenyum melihat mereka, dan Yanky sengaja bergelayut manja pada Yixi.
"Nenek, Ayah, ayo duduk." tawar Yanky.
"Benar-benar cucu menantu idaman. Lihatlah Zero, rumah ini mewah sekali." jawab Nafsih.
"Iya Bu, aku betah bila tinggal di sini." ujar Zero.
"Tinggal saja di sini, pasti Yixi tidak keberatan." jawab Nafsih.
"Tentu saja, kalian boleh tinggal di sini." Yixi manggut-manggut, sambil tersenyum.
"Iya sudah, sekarang kalian istirahat. Pasti capek sekali, karena meladeni tamu undangan pernikahan tadi." jawab Nafsih.
__ADS_1
Yanky dan Yixi masuk ke kamar bersama, lalu mengunci pintu rapat-rapat. Yanky merasa lega, karena sandiwara mereka bagus. Tidak akan ada yang tahu, ada perjanjian dalam pernikahan ini.
"Yixi, kamu tidak boleh terlihat mencurigakan." ujar Yanky.
"Iya, tuan muda tenang saja." jawab Yixi.
Yixi segera melangkahkan kakinya, memasuki ruang kerja Yanky. Ternyata benar saja, ada bingkai foto dua anak kecil. Wajahnya mirip sekali dengan San Xia, sehingga tangan Yixi buru-buru meraihnya di atas nakas.
"Ternyata, dia adalah gadis yang telah memenangkan hatimu." ujar Yixi.
Yixi meneruskan kalimatnya, yang sedang berbicara sendiri. "Hih, ngapain aku harus lesu. Harusnya tidak bisa, biarkan dia merampas Yanky. Biarkan dia menjadi perusak rumahtangga, supaya aku bisa bebas dari rumah ini."
Keesokan harinya, Yixi melakukan panggilan video Dengan Airav. Baru ditinggal sebentar saja, dia sudah merasa rindu.
"Wah, kamu terlihat sangat senang." jawab Yixi.
"Tentu saja, dia bahkan terus menanyakanmu. Dia berencana mengajak bertemu, di Cafe Kelap-kelip." ucap Airav.
"Kalau gitu, aku akan menemuinya sekarang." jawab Yixi.
"Bagus, aku sedang sibuk hari ini." ujar Airav.
"Kamu sibuk ngapain si." jawab Yixi.
__ADS_1
"Menghafal gerak tari, ini konsep baru dari manajerku." ujar Airav.
"Sudah sibuk, namun masih membantuku untuk promosi. Terimakasih, telah mengurus Yixi Design." jawab Yixi.
"Itu adalah toko onlinemu, yang banyak menjual sketsa karya. Aku pasti akan selalu mendukungmu." Airav memajukan bibirnya, sampai hampir menabrak layar.
"Kamu ini suka sesama jenis, sungguh mengerikan." Yixi tersenyum menggoda.
"Aku hanya menyayangimu." Airav menggoyangkan ponselnya, lebih dekat lagi dengan wajah.
"Jerawatmu kelihatan." Yixi menahan tawa.
"Huaa... dimana Yixi." Airav terlihat manja.
Yixi mendengar suara ketukan pintu. "Sudah dulu iya, tuan Yanky memanggil diriku. Sampai jumpa!"
Yixi mematikan sambungan panggilan videonya, lalu membuka pintu. Dia segera keluar dari kamar, saat melihat Yanky berdiri membelakanginya.
"Ada apa pagi-pagi sudah mengetuk pintu?" tanya Yixi.
"Nenek menyuruh memanggilmu, karena dia telah memasak sayur labu. Dia ingin kita makan bersama pagi ini." jawab Yanky.
"Oh baiklah, aku mau mandi dulu." ujar Yixi.
__ADS_1
"Aku tunggu." jawab Yanky.