Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Wawancara


__ADS_3

Beberapa menit setelahnya, Yanky dan Yixi naik ke atas panggung. Mereka berdua merupakan sepasang kekasih, yang akan menjadi narasumber pada malam itu.


"Para hadirin, kalian semua penasaran bukan kepada siapa rumah Blue Eyes tuan Zhuo berikan?" tanya Smith.


"Iya tuan Smith, kami ingin mengetahuinya." jawab pria paruh baya, yang merupakan pelanggan setia bisnis properti mereka.


"Orang itu adalah tuan Yanky dan nona Yixi." ucap Smith dengan ceria.


"Ayo wawancara, wawancara." jawab semua orang antusias.


"Tuan Yan, apa alasan anda menikah dengan nona Yixi?" tanya Smith.


"Yixi adalah perempuan istimewa, yang pernah aku kenal. Selama hidup ini, tidak ada yang sebaik dirinya. Dia mampu membuat jiwa dan ragaku nyaman. Maka sudah menjadi hal seharusnya, bila aku menyerahkan rumah Blue Eyes padanya." jelas Yanky.


"Luar biasa sekali iya nona Yixi, bisa menjadi satu-satunya perempuan yang dicintai. Padahal semua orang tahu, bila tuan Yanky adalah pria yang dingin." ungkap Smith.

__ADS_1


”Luar biasa apanya tuan Smith, kau tidak tahu saja apa yang terjadi. Di belakangmu aku bagaikan tumbal, bagi iblis sinting ini. Demi bisnisnya lancar, aku dijebak dalam keadaan ini. Aku benci Yanky, aku benci, benar-benar benci.” batin Yixi, memaki-maki suaminya.


Setelah acara selesai, Yanky melajukan mobilnya menuju ke restoran. Yixi tidak bicara apapun, dia diam saja sepanjang perjalanan. Yanky menepikan mobilnya, ke tengah-tengah tempat parkir.


"Kenapa singgah ke sini?" tanya Yixi.


"Aku mau makan, kamu temani." jawab Yanky.


"Bukankah di tempat pesta banyak makanan, kenapa masih mencari makanan di luar." ujar Yixi.


"Karena aku masih lapar." jawab Yanky.


Yixi terpaksa mengikuti langkah kaki Yanky, walau sebenarnya dia sangat malas. Yixi ingin cepat pulang ke penginapan, supaya bisa cepat istirahat dan tidur. Yixi sudah tidak sabar ingin pulang ke Indonesia, agar bisa curhat lagi dengan Airav.


"Kamu mau makan apa?" tanya Yanky, saat sampai di kursi duduk.

__ADS_1


"Aku gak mau makan apa-apa." jawab Yixi.


Yanky manggut-manggut, dan memanggil pelayan. Dua perempuan muda menghampiri, lalu mencatat pesanan Yanky. Yixi memilih bermain ponsel, saling membalas pesan bersama Ubay. Tanpa terasa dia tertawa seperti orang gila, dan air liurnya muncrat ke pipi Yanky.


"Aduh Yixi, lain kali bisa lebih hati-hati gak?" Yanky merasa kesal.


"Tuan tidak tahu saja, bahwa temanku suka mengirimkan video lawakan. Aku merasa terhibur, bila dia mengirimkan pesan." jawab Yixi.


Yixi memutar video ulang, lalu memperlihatkan pada Yanky. Pria yang selalu memasang raut wajah galak itu, hampir saja tertawa lepas karena ikut terbawa suasana.


"Halah, itu hanya video Nenek joget sambil makan ubi. Dimana coba lucunya, pikirkan dengan baik Yixi." Yanky geleng-geleng kepala.


"Apapun yang orang perlihatkan, tidak akan pernah membuat tuan tertawa. Hah sudahlah, aku tidak perlu membuang waktu." jawab Yixi.


"Aku memang bukan orang yang hobi, tertawa tidak jelas. Aku terlalu sibuk, mengurus perusahaan Shi'ing Grup." ujar Yanky.

__ADS_1


"Sibuk juga butuh hiburan, biar otak saraf kita stabil." Yixi menjawab, sambil tersenyum.


”Kau memang iblis sinting, jadi mukamu selalu seram. Bahkan menjadi pimpinan banyak manusia, dengan memasang raut wajah ingin menelan bawahannya. Hahah... dasar pria aneh!” batin Yixi tertawa jahat.


__ADS_2