Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Tidur Bersamanya


__ADS_3

Tiba-tiba saja lampu mati, hal tersebut membuat Yanky teringat kejadian masa lalu. Hari dimana dirinya diculik, lalu diperlakukan dengan kasar bahkan sampai dipukul. Yanky segera memeluk Yixi, sambil membenamkan kepalanya pada pundak Yixi.


"Aku takut gelap, tolong aku. Antar aku ke kamar, temani aku tidur. Berikan kehangatan untukku, jangan pukul aku. Perlihatkan sedikit sinar terang, agar aku keluar dari kegelapan." Yanky benar-benar ketakutan.


Yixi membantu Yanky berjalan, sampai menuju ke kamarnya. Yixi hendak meninggalkan Yanky, namun terdengar suaranya menangis lirih. Yanky menarik tangan Yixi, hingga dia jatuh ke atas ranjang tidur.


"Temani aku tidur." pintanya.


"Iya, iya." jawab Yixi ketus.


Yixi berbaring di samping Yanky, lalu menyalakan senter ponselnya. Yanky menjadi tidak takut lagi, melihat ke arah tembok. Di sana ada bayangan Yixi dan Yanky, meski terlihat samar karena cahaya remang-remang.


”Yixi, terima kasih telah menghadirkan cahaya. Aku benar-benar sangat takut, dengan kegelapan ini.” batin Yanky.


Keesokan harinya, mereka berdua terbangun. Yanky segera mendorong tubuh Yixi, karena dia memeluk pinggangnya.


"Haduh, ada apa si." gerutu Yixi.


"Seperti ini iya, cara kamu menjalankan kerjasama. Harus sambil modal dusta, seolah pasangan sungguhan." tuduh Yanky.


Yixi ingin rasanya tertawa. "Tuan muda Yanky, bukankah semalam anda ketakutan. Lalu memaksaku, untuk menemanimu tidur."


"Lalu, apa kamu tidak bisa pergi saat aku sudah tidur." jawab Yanky.

__ADS_1


"Eh tuan Yanky songong, semalam tuh aku tidur duluan." ucap Yixi.


"Oh iya, kenapa aku tidak menyadari." jawab Yanky.


"Karena anda, terlalu takut pada kegelapan." ujar Yixi.


"Sudahlah, sana cepat pergi. Membantah, bisa membuatmu kehilangan bonus kerjasama." jawab Yanky.


Yixi mengangkat kedua pundaknya, lalu segera berlari ke kamar mandi. Dia ingin membersihkan dirinya, pada pagi hari itu.


Beberapa menit setelahnya, mereka berdua keluar dari kamar menuju ruang makan. Nenek Nifsah tersenyum, pada Yanky dan Yixi.


"Kalian berdua tahu tidak, bahwa Paman Bao akan ke sini." ujar Nifsah.


"Iya, dia sudah pulang dari Bali." ucap Nifsah.


"Kok Nenek bisa bicara seperti itu." jawab Yanky.


"Karena dia yang menghubungi telepon rumah." ucap Nifsah.


"Oh gitu iya." jawab Yanky.


Yanky segera pergi, saat usai sarapan pagi. Yixi juga pergi, ke kosan Airav.

__ADS_1


"My love my beautiful, akhirnya kamu datang." Airav memegang kedua pundak Yixi.


"Tentu saja, hari ini aku ingin merancang desain di rumah kosmu." jawab Yixi.


"Apa tidak bisa dapat inspirasi, bila di rumah tuan Yanky?" Airav tersenyum imut.


Yixi berdecak kesal. "Tentu saja tidak bisa, karena dia membuat suasana hatiku jelek."


"Sebaiknya, kamu duduk dulu biar tenang." ujar Airav.


"Kamu benar, usulan malaikat yang membantu." Yixi nyengir.


Airav membuatkan teh untuknya, tidak lupa pula mencampurkan susu. Yixi meminumnya pelan-pelan, lalu menghela nafas panjang.


"Tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan. Bercerita lah, aku akan menjadi pendengar yang baik." ucap Yixi.


"Semalam, aku tidak sengaja ketiduran. Lalu, dia dengan seenaknya marah padaku." ujar Yixi.


Tangan Airav meninju tangan kirinya. "Keterlaluan, hanya karena kamu tidur sampai seperti ini." jawab Airav.


"Bukan karena tidur aja si, tapi karena kami pertama kali satu ranjang." ucap Yixi.


"Harusnya, dia tidak perlu marah. Suami istri satu ranjang bersama, bukanlah kesalahan yang besar." jawab Airav.

__ADS_1


__ADS_2