Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Pernikahan


__ADS_3

Kepala Yanky nongol di balik tembok pembatas, sekadar menguping perbincangan mereka. Dia merasa penasaran, akankah sang adik berhasil merayu orangtuanya.


Ternyata oh ternyata, terencana dengan memuaskan. Shirka dan Bonai segera masuk ke kamar, membereskan barang-barang dalam koper mereka.


"Pa, apa benar ada perlombaan classroom di sana?" Shirka masih heran, karena sangat mendadak.


"Bisa jadi si Ma, karena Yeyi terlihat serius." jawab Bonai.


"Sampai sana, Mama akan menanyakan pada wali kelasnya." ujar Shirka.


"Iya Ma, usulan ide yang bagus." jawab Bonai.


Hari yang ditunggu telah tiba, hari dimana Yixi dan Yanky akan menikah. Namun tidak ada keluarga Yanky yang tahu, karena Yanky merahasiakan pernikahannya. Kecuali si Yeyi, yang tahu rahasia hari sakral tersebut. Namun berbeda dengan Yixi, yang tetap harus berterus terang.


Ada para saksi, dan juga penghulu. Tidak banyak yang datang, hanya beberapa teman Yanky saja. Namun, Ayah Yixi ada di sana. Tentu saja, sebagai wali nikah untuknya. Yanky mengucapkan kalimat ijab qobul, dengan lancar dan lantang. Suaranya sampai menggema, memenuhi seisi ruangan.


Setelah selesai dengan acara tersebut, Yanky kedatangan seorang tamu tak diundang. Namun tidak terusir juga dari acara tersebut, karena Yanky mengenalnya dengan sangat baik. Dia adalah San Xia, mengenakan baju berwarna merah.


"Nona San, kamu akhirnya datang juga." ujar bibi Irma.

__ADS_1


"Iya Bi, aku baru saja datang ke Indonesia. Aku mendengar dari Cheryl, bahwa Yanky akan menikah." jawab San.


"Oh, teman nona yang ada di Indonesia." Irma manggut-manggut.


"Benar Bi, mana Om Bonai dan Tante Shirka. Kok tidak kelihatan dari tadi." San Xia celingak-celinguk.


"Mereka pergi ke luar negeri." ujar Irma.


San Xia tersenyum. "Aneh, harusnya mereka hadir. Bahkan, Yeyi juga tidak ada."


”Hari bahagia kok pergi semua.” batin San.


"Terimakasih San Xia, kamu sudah menyempatkan datang." ucap Yanky.


"Kamu sungguh tega Yanky, menikah tanpa memberitahuku. Undangan saja tidak ada mendarat untukku." San memukul lengannya pelan.


"Aku tidak mengundang banyak orang, sedangkan dirimu juga kursus melukis di Jerman." ujar Yanky.


"Aku kursus di Jerman demi kamu, supaya aku bisa juga ada dalam kehidupanmu. Sebenarnya, aku lebih suka meneropong benda angkasa." San Xia tersenyum getir.

__ADS_1


”Kelihatannya, perempuan ini akrab sekali dengan tuan Yanky. Apa mungkin mereka sepasang kekasih, lalu tuan Yanky meninggalkannya. Demi bisnis di atas segalanya, jadi iblis sinting ini melakukan apapun.” batin Yixi.


"Mana jam pemberianku, kamu berjanji akan menggunakannya sampai aku kembali." San Xia menagihnya.


Yanky menggulung sebelah lengan bajunya. "Ini jam pemberianmu, selalu aku rawat. Jika baterainya habis, aku akan menggantinya."


San Xia terdiam. ”Kamu menepati janji untuk hal ini, tapi tidak dengan janjimu yang selalu ingin bersamaku. Janjimu yang bilang menyukaiku, dan ingin melakukan hal banyak saat dewasa. Kamu malah menghadirkan perempuan itu, di tengah-tengah kita. Gadis dari keluarga miskin ini, benar-benar tidak layak menjadi pendamping hidupmu.” batinnya.


San Xia turun dari panggung, khusus sepasang mempelai. Dia mengambil makanan khusus jamuan tamu, lalu dia meminum air jus yang disediakan. Untuk menghilangkan rasa suntuk, dia mengobrol dengan Cheryl.


"San Xia, kamu sudah lama tidak terlihat." ujar Cheryl.


"Iya, aku sibuk di Jerman." jawab San.


"Memangnya, apa kegiatan kamu di sana?" tanya Cheryl.


"Sudah aku katakan bukan, bahwa aku kursus." jawab San.


Mereka menyatukan gelas masing-masing, di atas udara.

__ADS_1


__ADS_2