Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Suara Hati Yixi


__ADS_3

Yixi dan Airav sarapan bersama, namun raut wajah berbeda. Yixi terus diam dan tidak bersemangat, sedangkan Airav menatap iba dan ikut sedih.


”Kasian Yixi, dia benar-benar terpukul. Padahal, tuan Yanky itu hanya menipu saja. Dia tidak benar-benar ingin mengangkat sketsa Yixi, masuk pasar Shi'ing Grup.” batin Airav.


"Yixi, kamu ingin 'kan membuka toko sketsa desainku?" tanya Airav.


"Iya, sekarang masih bisa secara online. Kadang juga, aku akan mengadakan pameran sederhana." jawab Yixi.


"Menurutku, kamu itu sangat berbakat. Namun, banyak perusahaan properti yang menawarkan harga rendah." ujar Airav.


"Iya, sebenarnya mimpiku ingin bekerjasama dengan tuan Zhuo. Namun, mimpiku sudah sirna seketika." jawab Yixi.


"Iblis sinting itu telah menindasmu terlalu jauh, bagaimana mungkin kita bisa terjebak olehnya." ucap Airav.


"Dia menggunakan sistem licik, dengan kelihaiannya dalam bisnis." jawab Yixi.


"Apa kamu membencinya?" tanya Airav.


"Aku sangat membencinya, meskipun dalam kerjasama ini dia memberiku uang." Yixi memasukkan makanan ke mulutnya, sambil mengunyahnya kuat-kuat dengan gigi.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, ternyata itu adalah sekretaris Jean. Airav membuka pintu, dan menyuruhnya masuk ke dalam.


"Aku hanya ingin menemui Yixi." ucap Jean.


"Iya, aku panggilkan dulu." jawab Airav.


”Hih, gak jauh beda dengan tuan Yanky. Dingin banget si padaan, kayak es salju di Korea.” batin Airav.


Airav melangkahkan kakinya ke ruang makan, sedangkan Jean duduk di ruang tamu. Airav menepuk-nepuk pundak Yixi, supaya dia


"Airav, ada apa?" Yixi melihat raut wajah paniknya.


"Ada sekretarisnya tuan Yanky." bisik Airav.


"Iya sudah, kamu cepat temui." Airav menggerakkan kedua telapak tangannya, ke arah depan.


Yixi melangkahkan kakinya, menuju ruang tamu. Dia segera duduk di kursi, yang berhadapan langsung dengan Jean.


"Yixi, hari ini tuan Yanky ingin menemui tuan Zhuo. Mohon kerjasamanya untuk ikut, pergi ke rumah Blue Eyes." ujar Jean.


"Sekretaris Jean, tunggu sebentar. Aku akan bersiap dulu." Tersenyum kecut, sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Baiklah, aku tunggu." ucap Jean.


"Sekarang, segera keluar sana." Mengusir tanpa enggan.


Jean beranjak dari duduknya, lalu keluar dari rumah kos tersebut. Yixi segera berlari, lalu berganti baju. Selesai memoles sedikit riasan wajah, Yixi keluar dari rumah tersebut. Yixi kini berdiri di depan Jean.


"Ayo pergi sekarang." ucap Yixi.


"Iya, ikutlah ke mobil." jawab Jean.


”Awas kau iblis sinting, akan aku beri pelajaran. Kau pasti tidak betah, telah bekerjasama dengan aku.” batin Yixi, dengan niat jahat terselubung.


Mereka sudah sampai di pertengahan jalan, lalu Yixi disuruh Jean keluar. Yanky menyuruh Yixi masuk ke dalam mobilnya. Yanky menunjukkan senyum masam, sambil menyipitkan matanya.


”Hih, iblis sinting sedang tersenyum jahat. Pasti dia puas, karena telah memenangkan ini dariku. Lebih baik, kau hilang ditelan bumi. Dasar manusia sialan, berhati racun, berhati kotor, berhati hina. Kau tidak punya hati berlian, tidak punya perasaan cinta. Andai aku raksasa, sudah aku sobek bibirmu. Huaa...” Mengumpat panjang dalam batin, lalu berteriak tanpa suara.


"Kenapa kau menatapku seperti itu." Yanky fokus menyetir mobil, namun dapat melihat dari mata kecilnya.


Yixi tersenyum, sambil menggaruk kepalanya. "Aku sedang melihat pemandangan, dari kaca jendela di sampingmu."


"Bukankah, di sampingmu juga ada kaca jendela?" tanyanya tanpa ekspresi ramah.

__ADS_1


"Tapi, pemandangannya tidak menarik." Yixi beralasan.


__ADS_2