Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Italia


__ADS_3

Yanky segera menarik tangan Yixi, membawanya menjauh dari tempat itu.


"Katanya mau makan." ujar Yixi.


"Gak jadi, tempat lain aja." Yanky membenarkan kacamatanya.


"Kita sudah sampai di tempat tujuan, kenapa harus mencari tempat lain." ucap Yixi.


"Kita temui rekan bisnisku dulu." jawab Yanky.


"Harusnya dari tadi saja kamu bilang." ujar Yixi.


"Maaf, maaf." jawab Yanky.


”Tumben, si iblis bisa bilang kata maaf.” batin Yixi.


Yanky segera menarik tangan Yixi, agar menjauh dari restoran tersebut. Yeyi menghembuskan nafas lega, karena Kakaknya sudah pergi.


"Kalian berdua ini, pintar sekali merayu Papa. Kalian kira, kejutan ini dapat membuat Papa memaafkan." ucap Bonai.


"Jangan galak-galak dong Pa, lagipula Papa bisa menyuruh Kak Yanky menyelesaikan tugas." jawab Yeyi.


"Kamu ini, selalu saja ada jawaban." ujar Bonai.


"Papa, aku ini 'kan anak Papa paling cantik." jawab Yeyi.


Bonai menusuk stik daging, lalu menyuapkannya ke mulut Cheyka. Yeyi menyuapi makanan, ke mulut Bonai.

__ADS_1


"Papa juga makan iya." ucap Yeyi.


"Mama kamu gak mau menyuapi Papa." jawab Bonai ketus.


"Sudah tua, masih saja pemarah." ujar Shirka.


"Papa hanya bercanda." jawab Bonai.


Shirka yang menyuapi suaminya giliran, lalu Yeyi fokus pada piringnya sendiri. Dia masih memikirkan Yanky, kenapa tiba-tiba berada di sana juga.


Yixi melihat tuan Zhuo ada di sana juga, sedang bersama arsitektur paling terkenal di Italia. Yixi menebar senyuman, ke arah mereka.


"Yanky, Yixi, silahkan duduk." tawar Zhuo.


"Iya tuan Zhuo." jawab keduanya.


"Halo tuan Smith!" sapa Yanky.


"Halo juga, aku partner setia tuan Zhuo." jawabnya.


"Senang sekali, bisa berkenalan dengan anda." ujar Yanky.


"Aku juga senang, mari bersulang sekarang." ajaknya.


Yanky mengganggukan kepalanya, seraya tersenyum mengembang. Mereka segera menyatukan gelas masing-masing, di atas udara.


”Licik juga dia, ternyata ini rencananya. Lihatlah, dia merangkap tuan Smith melalui tuan Zhuo.” batin Yixi.

__ADS_1


"Tuan Yan, tuan Smith ini merupakan orang yang merancang rumah Blue Eyes. Lalu aku memasukkannya, dalam konsep perusahaan properti milikku. Setelah itu dibeli oleh kalian, apa lagi untuk mahar pernikahan. Hal ini, sungguh membuat kagum dirinya. Selain berbisnis, dia juga senang melihat dua orang saling mencintai. Dia bukanlah orang beruntung, karena diselingkuhi oleh istrinya. Tidak memiliki rasa cinta, setelah bercerai dan menjalani kehidupan masing-masing." ujar Zhuo, dengan penjelasannya.


"Sungguh berbakat sekali, patut untuk banyak belajar darinya. Namun kisahnya cukup pilu, membuat yang mendengar merasa prihatin." jawab Yanky.


"Dia mencurahkan perasaannya, lewat seni yang dipoles oleh tangan. Menggambar memang bisa mencurahkan isi hati, sama seperti halnya menulis." ucap Zhuo.


"Kalau aku bisa menjadi penulis, aku ingin menulis beberapa kalimat. Semua itu, tentang perjalanan hidupku." jawab Yixi.


"Ternyata, istri tuan Yan memiliki semangat yang begitu tinggi." puji Zhuo.


Yanky merangkul pundaknya. "Tentu saja, namun berandai-andai tidak terlalu bagus. Kalau tidak menjadi kenyataan, nanti bisa sakit hati."


"Sayang, semua kenyataan berawal dari mimpi." jawab Yixi.


Yixi dan Yanky kembali ke penginapan, setelah menghabiskan setengah jamuan dari tuan Zhuo. Yixi melakukan panggilan video dengan Airav, karena dirinya merasa rindu.


"Hai Airav!" sapa Yixi.


Airav melambaikan tangan ke arah layar ponselnya. "Hai juga Yixi, aku rindu padamu."


"Sudah lama kita tidak bertemu, aku harap kamu cepat kembali." ujar Yixi.


"Kamu bersenang-senanglah pengantin baru, jangan banyak berpikir hal tidak penting." Airav mencolek layar ponsel, sambil tersenyum ke arah Yixi.


"Aku tidak bisa bersenang-senang, selama dengan iblis sinting itu." ucap Yixi.


"Iya, iya sayangku. Aku hanya bercanda kok. Jangan manyun, seperti bayi hiu dong!" jawab Airav.

__ADS_1


__ADS_2