
Jean mengetuk pintu ruangan Yanky, lalu membuyarkan lamunannya saat itu. Yanky menyuruhnya untuk masuk, lalu Jean berjalan dengan anggun.
"Tuan muda, Yixy ingin menemui anda sekarang." ujar Jean.
"Baiklah, dimana dia sekarang." jawab Yanky.
"Dia ada di luar, silahkan tuan menemuinya." ucap Jean.
"Siapkan surat kontraknya." jawab Yanky.
Yanky berjalan menuju pintu keluar, bersiap-siap untuk menunjukkan aura dingin. Tatapan mata tidak bersahabat, seperti ingin menelan mangsanya.
"Jean, apa aku sudah terlihat berwibawa?" tanya Yanky.
"Iya tuan, bahkan terlihat anggun." jawab Jean.
"Lemah gemulai membuat pria terlihat lemah. Apalagi kau bilang anggun, itu artinya meremehkan aku." ucap Yanky.
"Tidak tuan, mana mungkin." jawab Jean.
Mereka melangkahkan kakinya keluar, menuju ke ruang tamu klien. Yanky duduk dengan santainya, sambil menunjukkan senyum licik. Terlihat samar dan tidak tulus di mata Yixi.
”Dia bukan pria yang baik, sungguh nasib buruk harus menyetujui persyaratan ini.” batin Yixi.
__ADS_1
"Kenapa kau kemari, apa berubah pikiran?" tanyanya datar, dengan pandangan tak berubah.
"Iya, aku setuju dengan persyaratan anda." jawab Yixi.
"Sekali masuk dalam permainan, kau tak bisa berubah pikiran. Kau harus menyelesaikan permainan sampai tuntas." ujar ucap Yanky.
"Aku bukanlah orang yang suka tiba-tiba mundur." jawab Yixi.
"Bagus, kalau begitu tandatangan dulu. Ini adalah legalitas, supaya kau tidak akan kabur." ujar Yanky.
"Baiklah, sebagai bentuk dari kerjasama aku menyetujuinya." jawab Yixi.
Jean meletakkan map di atas meja, membiarkan Yixi mendatangani kertas tersebut. Yixi membulatkan kedua matanya, saat melihat perjanjian pernikahan.
"Iya, hanya butuh waktu sebentar saja. Enam bulan, kerjasama kita berakhir." jawab Yanky.
"Aku rasa, tuan muda tidak perlu mempermainkan pernikahan. Masih banyak cara lain untuk bekerjasama, bukan hari sakral ini yang dijadikan taruhannya." ujar Yixi, tidak terima.
"Mana bisa aku menikahimu sungguhan, harusnya kau sadar dari awal." jawab Yanky datar.
Mengingat banyaknya uang yang Yanky berikan, dia terpaksa tandatangan pada kertas tersebut. Kalau tidak memenuhi permintaannya, bagaimana cara melunasi hutang pikirnya.
Keesokan harinya, Yixi memasak di dapur. Dia sengaja bangun dari pagi-pagi sekali. Tiba-tiba Airav menepuk pundak Yixi, sambil tersenyum ceria dan lompat-lompat.
__ADS_1
"Kenapa sayang aku nih, sudah gila pagi-pagi?" tanya Yixi.
"Aku bukan gila, tapi ingin memberitahu bahwa kemarin aku berjumpa Ubay." jawab Airav.
Yixi tersenyum. "Oh, teman kita saat SMA dulu."
"Iya benar, sekarang dia sudah kaya." jawab Airav.
"Apa harus kamu memberitahu dia kaya?" Yixi masih membalik telur, dalam kuali.
"Tidak juga si, namun kita bisa meminta bantuannya. Kamu akan terbebas, dari tuan muda iblis itu." Airav mengedipkan matanya.
"Bagaimana mungkin bisa membatalkan, aku akan dianggap plin-plan dalam kerjasama bisnis." ungkap Yixi.
"Dia saja menjebakmu berkali-kali, sengaja menjadi akun Pria Rebutan Wanita. Lalu dia juga, yang sengaja menyerempet motormu. Pastinya juga dia sengaja, menukar tas milikmu waktu di jalan. Itu memang rencananya yang busuk, sehingga kamu harus menanggung akibat dari ulahnya. Coba kamu pikir, mana mungkin pria membawa tas perempuan ke pesta. Ditambah lagi memiliki mobil, tapi memilih menggunakan motor." Airav mengoceh panjang, dan sangat lebar.
Yixi menahan tawa, sambil menutup mulutnya. "Aku juga tahu Airav sayang, tapi gak bisa berbuat apa-apa."
"Ini penindasan terhadap Yixiku. Dia pantas mendapatkan pukulan gorilla terbang." Airav meninju udara, dengan bibir manyun.
Yixi geleng-geleng kepala. "Kamu ini cocok jadi bintang komedi, secara selalu bertingkah konyol."
"Ah, tidak begitu kenyataannya. Aku lebih cocok menjadi seorang penari, selalu memasang raut wajah ceria. Gerakan tubuhku juga lemah gemulai, pantas untuk tampil di panggung acara." ungkap Airav.
__ADS_1
"Iya, iya, aku doakan kamu menjadi seorang penari." jawab Yixi.