Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Prewedding


__ADS_3

Mereka akhirnya sampai tujuan, setelah beberapa menit dalam perjalanan. Zhuo terlihat sudah menunggu mereka, sesuai dengan kesepakatan Yanky dengannya. Hari ini akan ada acara foto prewedding, antara Yanky dan Yixi.


"Ini maksudnya apa, kenapa ada nama aku dan tuan?" tanya Yixi.


"Tentu saja, karena hari ini kita akan foto prewedding." jawab Yanky.


"Apa tuan tidak bisa memberitahu lebih dulu?" tanya Yixi.


"Tidak bisa, tidak ada waktu." Yanky membenarkan jasnya.


Zhuo menghampiri mereka, lalu menyuruh masuk ke dalam. Orang-orangnya telah menyiapkan rumah tersebut, sehingga tersusun rapi dan juga bersih.


"Tuan Zhuo, ini benar-benar bagus." puji Yanky.


"Terimakasih tuan Yanky, sudah menyempatkan untuk memuji bagian dari asrama kehidupan." jawab Zhuo.


”Bagaimana aku ingin bekerjasama dengan tuan Zhuo, bila aku sudah menipunya seperti ini. Kami pasangan pura-pura, bukan pasangan sungguhan. Kenapa kamu bodoh sekali Yixi, kenapa awalnya bekerjasama dengan iblis sinting ini.” batin Yixi, masih tidak terima.


Yixi segera ke ruangan ganti, karena Yanky yang menyuruhnya. Di sana tersedia gaun pengantin, dengan berbagai warna. Yixi memilih gaun berwarna biru muda, menyesuaikan dengan warna rumah tersebut.


Sementara Yanky menandatangani, surat pembelian rumah tersebut. Saat Yixi keluar dari ruangan ganti, kedua mata Yanky menatapnya tanpa henti. Yanky sempat terpesona, hingga berdecak kagum. Zhuo tersenyum melihat dua pasangan itu, dengan menatap secara bergantian.


"Ternyata, kalian memiliki warna favorit yang sama. Aku sengaja meletakkan semua warna, untuk melihat Yixi memilih yang mana." ujar Zhuo.


"Pelayanan tuan Zhuo memang memuaskan, sehingga hal sekecil apapun diteliti." Yanky tersenyum.

__ADS_1


Cekrak!,


Cekrek!


Bidikan mengenai Yanky dan Yixi, yang sudah memasang gaya dalam berfoto. Wajah mereka tersenyum menghadap kamera, meski hati saling berlainan. Tidak memiliki perasaan apapun, dengan hati yang selalu menolak.


"Kalian benar-benar serasi, semoga langgeng sampai Kakek Nenek." ujar Zhuo.


"Aamiin, terima kasih tuan Zhuo." jawab Yixi.


Pukul 19.00 Yanky baru pulang, adik bungsunya menghampiri. Namanya adalah Yeyi, berusia 21 tahun.


"Kakak, kenapa kau tampak gelisah?" tanya Yeyi.


"Apa itu Kak?" tanya Yeyi.


"Kamu tolong bawa Mama dan Papa, ke luar negeri. Kakak akan menikah, secara diam-diam." jawab Yanky.


Yeyi terlihat sumringah, sambil membuka mulutnya lebar. "Wow, urusan sebesar ini masih ingin bersembunyi dalam tempurung."


"Yeyi, Kakak akan memberikan hadiah besar untukmu." jawab Yanky.


"Aku tidak setuju, karena Kakak mencari Kakak ipar lain." ujar Yeyi.


"Kakak tahu, kamu inginnya Kakak bersama San Xia. Tapi, ini hanya untuk sementara." jawab Yanky.

__ADS_1


Yeyi tersenyum, dia menganggukkan kepalanya. Itu merupakan pertanda setuju, untuk permintaan Yanky.


"Besok, aku akan meminta mereka menemani aku ke Italia. Alasan saja, bahwa aku sudah mulai masuk kuliah lagi." ucap Yeyi.


Pletak!


Yanky menyentil dahinya, sambil tersenyum tulus. "Itu baru dapat diandalkan."


Keesokan harinya, Yeyi melompat-lompat sambil memeluk Shirka. Dari sudut pandangnya saja, Shirka sudah mengetahui ada niat terselubung.


"Kalau tiba-tiba manja, pasti ada maunya." ujar Shirka.


Yeyi menggaruk kepalanya. "Heheh... tahu saja si Mama."


"Kamu mau minta handphone baru iya?" Shirka mencubit hidungnya.


"Bukan Ma, aku mau minta temani ke luar negeri. Ada acara kuliah, yang mengharuskan orangtua datang." jawab Yeyi.


"Baiklah, kami akan menemanimu. Tapi sebutkan dulu, ada acara apa." ucap Bonai.


"Ini merupakan lomba classroom." jawab Yeyi.


"Kami belum memesan tiket pesawat, jadi perginya harus beberapa hari lagi." ujar Bonai.


"Tidak masalah, aku sudah memesankan tiket." jawab Yeyi.

__ADS_1


__ADS_2