Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Selalu Mengganggu Telinga


__ADS_3

Yixi membuka bungkus bumbu mie dengan kasar, hingga cabainya mengenai mata Yanky. Yixi nyengar-nyengir bingung, mendapati ocehan dari bibir pria tersebut. Yixi membantu Yanky berjalan, sampai ke kamar mandi. Yanky membasuh matanya, lalu memercikan air ke mata Yixi.


"Kamu tuh ceroboh banget iya, sampai pedih nih mata." gerutu Yanky.


"Maaf!" jawab Yixi, hanya dengan satu kata saja.


Yanky dan Yixi keluar dari kamar mandi, lalu menuju ke ruang makan. Mereka makan sendiri-sendiri, dengan hidangan yang berbeda.


"Nyam... nyam..." Yixi mengunyah mie, dengan mengeluarkan suara.


"Kenapa si kamu makan bersuara. Berisik tau gak!" Yanky protes.


"Namanya juga makan mie mentah, iya mengeluarkan suara dong. Kalau makan nasi dan lauk pauk enak, gak mungkin aku seperti ini." jawab Yixi membantah.


"Kalau kamu terus sibuk, aku akan menambah hukuman untukmu." ancam Yanky.


"Iya tuan, aku akan duduk manis." Yixi tersenyum, dalam rasa kesalnya.


Yanky dengan usilnya, memasukkan makanan enak ke mulutnya. Hal itu dia lakukan di depan Yixi, sambil tersenyum masam.

__ADS_1


"Tuan Yan, kalau tidak memberiku jangan dipamerkan." ujar Yixi.


"Maaf, anda dilarang protes. Harap patuhi kebijakan tuan Yanky, karena ucapannya adalah aturan." jawab Yanky.


"Dasar penguasa terkutuk." Berbicara lirih, namun dapat terdengar.


"Suaramu dari tadi mengganggu telinga." jawab Yanky.


Keesokan paginya, Yixi baru bangun dari tidur. Dia melirik ke arah ponsel di atas nakas, karena berdering berulang kali. Yixi menggeser tanda berwarna hijau, untuk menerima panggilan video dari Airav.


"Hai Yixi!" sapa Airav.


"Hai!" Yixi menjawab, dengan lesu.


"Aku baru saja, mendapatkan penawaran dari Ubay. Namun, sudah dikacaukan oleh pria iblis sinting." Yixi semakin terlihat sedih.


"Penawaran apa Yixi sayang?" tanya Airav penasaran.


"Penawaran untuk membuat miniatur rumah My Love My Beautiful." jawab Yixi.

__ADS_1


Airav menganggukkan kepalanya, dia kini mulai mengerti. Sesekali menggaruk pipinya yang tidak gatal. Sebenarnya bukan salah tingkah, melainkan bingung untuk memberikan saran yang tepat.


"Untuk saat ini, kamu bertahan saja dulu. Lagipula, kalau sudah bercerai tidak bertemu dia lagi." ucap Airav.


"Kamu bisa berkata begitu, karena kamu tidak menjadi posisiku. Namun harus tetap berterima kasih, karena kamu setia untuk menghubungiku." jawab Yixi.


"Dia tidak akan mudah melepaskan, jadi jika kamu mengalami kesulitan meminta pertolongan Ubay saja." jawab Airav.


Sambungan telepon terputus, lalu Yixi masuk ke kamar mandi. Sudah banyak air liur didekat bibirnya, karena dia tidur ngiler. Harap maklum sedang kecapekan, jadi Yixi terlalu nyenyak. Yixi menggosok rambut basahnya dengan handuk. Kini duduk di kursi yang menghadap cermin, untuk menatap bayangannya sendiri.


"Hah, rasanya sudah segar." Yixi mengangkat kedua tangannya, ke atas udara.


Yixi keluar dari ruangan kamar, dengan berjalan mengendap-endap. Eh, malah kepergok dengan Yanky. Dia sudah berdiri di depan pintu saja, seolah mengawasi apa yang akan dilakukan olehnya.


Yixi tersenyum masam. "Ada apa tuan Yanky, kenapa sudah menungguku sepagi ini?"


"Hari ini aku ada pertemuan, dengan investor dari negara ini. Kamu ikutlah denganku, karena aku akan memperkenalkan kamu pada semua orang." jawab Yanky.


"Oh baiklah, ayo pergi sekarang." ujar Yixi, dengan terpaksa.

__ADS_1


"Ayo, aku sudah siap." jawab Yanky datar.


”His, padahal 'kan aku mau bertemu Ubay. Gagal deh, mau membahas kerjasama.” batin Yixi.


__ADS_2