Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Tawaran Menikah


__ADS_3

Yixi menyinggahi taksi, karena motornya ditinggal. Yixi sampai ke kosan, dengan memasang wajah cemberut.


"Yixi bagaimana, pasti berhasil 'kan?" Airav menepuk-nepuk tangan, ke atas udara.


"Tentu saja, sangat tidak berhasil." Yixi memajukan bibir bawahnya.


"Uluh-uluh jangan jadi jelek gitu, berarti bukan rezeki untukmu." ucap Airav.


"Bukan hanya itu, aku terjebak oleh seorang pria." Yixi menghentakkan kakinya di lantai.


"Siapa yang berani menjebak kamu, biar aku tarik saluran lehernya." Airav tersenyum jahat.


"Ternyata kamu lumayan sadis." Yixi nyengir.


"Tentu saja, orang licik harus dikasih pelajaran." ucap Airav.


"Benar, kita banting sampai tuntas." jawab Yixi.


"Eh Yixi, akun Pria Rebutan Wanita itu telah membuat kesepakatan. Dalam waktu dua Minggu, kita harus bisa memberikan rumah itu." ujar Airav.


"Pria di pesta itu sungguh tega." jawab Yixi.


Yixi sudah hampir menangis saja, membayangkan uang yang telah ditransfer. Yixi berniat untuk mengembalikan uangnya, pada akun Pria Rebutan Wanita itu.

__ADS_1


"Airav, kamu pasti masih menyimpan uangnya 'kan?" tanya Yixi.


"Maaf, uangnya sudah aku pakai untuk membayar sewa rumah Ibuku." jawab Airav.


"Lalu, kita harus bagaimana Airav?" tanya Yixi.


"Aku juga tidak tahu, aku menggunakannya karena kamu sudah mengizinkan." jawab Airav.


"Besok, aku akan menemui pria itu." ujar Yixi.


"Aku akan menemani kamu, kita hadapi ini bersama-sama." jawab Airav.


Keesokan harinya, Yixi dan Airav keluar rumah. Yixi sengaja mengirimkan pesan, pada akun Pria Rebutan Wanita itu. Yixi senang, karena akhirnya mendapatkan balasan.


"Lihatlah dibalas olehnya, sekarang kita harus menemuinya." ucap Yixi.


"Semoga, dia berbaik hati untuk memberi jangka waktu." ujar Yixi.


"Iya, biar kita bisa ganti rugi." jawab Airav.


Tak berselang lama, taksi yang mereka tumpangi sampai. Mereka segera masuk ke dalam, lalu duduk di kursi yang berwarna biru. Seorang pria mengenakan kacamata, segera menghampiri mereka.


"Kamu, akun Pria Rebutan Wanita itu iya?" tanya Airav.

__ADS_1


"Iya benar." jawab Yanky.


"Berarti, kamu menemui kami untuk memberi keringanan." Airav berucap, dengan percaya diri.


"Aku tidak bisa, mengalami kerugian pada perusahaan ku. Terlebih lagi tentang rumah Blue Eyes, konsep asmara kehidupan yang menarik. Tentu aku harus berjuang sendiri, tanpa mengandalkan orang di sampingmu." Yangky membuka kacamatanya.


"Kau, kau pria yang telah menjebak aku di tempat pesta." Yixi menggebrak meja.


"Tentu, aku memang menjebak dirimu. Bisnis itu di atas segalanya, aku harus memperjuangkan. Segala macam cara, akan aku lakukan." jawab Yanky.


"Dasar licik, jadi selama ini aku berjuang untukmu. Membuat desain rumah yang menarik, agar tuan Zhuo mau memberikan rumahnya padaku. Tidak ku sangka, kau pintar bersandiwara." Teringat kejadian, sebelum pergi ke pesta.


"Sekarang, tinggal pilih di antara dua hal saja." jawab Yanky.


"Apa itu?" Yixi bertanya, sambil menatap tidak suka.


"Kamu pilih menikah denganku, atau kamu harus mengganti rugi uangku." jawab Yanky.


Yixi tampak berpikir, lalu segera beranjak dari duduknya. Hatinya bergejolak, merasa dipermainkan tanpa henti.


"Aku tidak akan menerima tawaran gila darimu." ucap Yixi tegas.


Yanky tersenyum kecut. "Tidak masalah, di sini aku tidak merasa rugi. Tinggal aku seret, Ayah dan Nenekmu ke dalam penjara." jawab Yanky, dengan mengancam.

__ADS_1


"Di sini, yang bermasalah adalah aku. Kenapa harus membawa orang lain." ucap Yixi.


"Suka-suka dong, karena ini prinsip bisnisku." jawab Yanky.


__ADS_2