Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Calon Istri


__ADS_3

Yanky dan Yixi melangkahkan kakinya, keluar dari ruangan tersebut. Mereka berdua segera menemui tuan Zhuo.


"Tuan Yan, terima kasih telah datang ke pesta ini." ujar Zhuo.


"Iya, sama-sama. Ini adalah calon istriku." jawab Yanky, sambil memperkenalkan istrinya.


"Wah, ternyata tuan Yan diam-diam mempunyai calon." ucap Zhuo.


"Iya, kami akan segera menikah." jawab Yanky.


”Apa-apaan si dia, membuatku gagal kerjasama saja. Dasar tuan muda tidak berperasaan, mengganggu rencana ku malam ini. Haduh, bagaimana dengan akun Pria Rebutan Wanita itu. Aku sudah menerima transferan uang darinya, kalau sampai tidak mendapatkan rumah aku bisa dikejarnya.” batin Yixi.


"Wah, ternyata aku ketinggalan info sepenting ini. Selamat iya tuan Yan!" ucap Zhuo.


"Terima kasih tuan Zhuo, maksud kedatanganku sekalian ada yang ingin ku bicarakan." jawab Yanky.


"Mari, kita duduk di sana." Zhuo menunjuk kursi, yang berwarna putih.

__ADS_1


"Iya tuan Zhuo." jawabnya.


Mereka duduk di kursi, yang saling berhadapan. Yanky tersenyum, sambil menggenggam tangan Yixi.


"Tuan Zhuo, aku sebenarnya ingin mengajakmu bekerjasama. Bagaimana, bila rumah blue eyes tuan berikan padaku. Aku tahu, ini perlu pertimbangan. Namun, aku ingin memberikan rumah itu untuk mahar. Yixi menyukai rumah itu, iya 'kan sayang?" Yanky menyenggol lengan Yixi.


"Benar tuan Zhuo, aku suka rumah tersebut. Selain itu, tema dari bisnis anda sangat menarik. Asmara kehidupan ini, pasti konsep yang telah terencana. Jadi hal wajar bila rumah itu, tidak diberikan pada rekan bisnis manapun." tambah Yixi.


"Pintar, kamu memang mengerti sekali tentang ini." jawab Zhuo kagum.


"Jadi bagaimana, apa tuan menyetujuinya?" tanya Yanky.


"Terima kasih tuan Zhuo, ternyata sangat dalam tema bisnis anda." Yanky tersenyum kecut, ke arah Yixi.


"Iya, karena bisnis ini dulunya merupakan pendamai anggota keluarga. Karena adanya asmara kehidupan, antara aku dan istriku. Seiring berjalannya waktu, keluargaku menerima diriku kembali. Aku bisa memberikan mereka cucu, karena kebersamaan dengan cinta." jelas Zhuo.


Yixi menjadi terharu, mendengar kisah tuan Zhuo. Namun sebaliknya dengan Yanky, pikirannya hanya bisnis dan bisnis. Perusahaan Shi'ing Grup, yang diharapkan omzetnya meningkat.

__ADS_1


Waktu pesta telah berakhir, lalu Yixi segera menjauh dari tempat tersebut. Yanky tersenyum menghampiri Yixi, seolah merasa menang karena telah menjebaknya.


"Ternyata, tuan orang yang cuma menang rupa doang. Ternyata hati tuan sangatlah busuk, memiliki otak posesif bisnis." ucap Yixi spontan.


Yanky melangkahkan kakinya mendekati Yixi, dan Yixi memundurkan telapak kakinya.


"Ternyata, nona orang yang keras kepala. Sudah tahu kalah, masih saja ingin menang. Sudahlah, mengaku saja bahwa aku hebat." jawab Yanky dengan sombong.


"Kamu belum menang, karena aku bisa saja membongkar kebohongan dirimu." ucap Yixi.


"Oh iya, bongkar saja kalau berani. Aku pasti tidak akan menghalanginya. Namun dia juga akan marah padamu, karena mengetahui kamu membohongi dirinya." jawab Yanky.


Yixi segera naik ke atas motor, lalu menghidupkan mesinnya. Motor melaju dengan kencang, sampai ke bengkel yang masih buka.


"Bang, tolong perbaiki motor ini iya." ujar Yixi.


"Tenang aja neng, langsung dikerjakan malam ini. Besok sudah bisa diambil, tanpa perlu menunggu lagi." jelas pria muda itu.

__ADS_1


"Terima kasih iya Bang." ucap Yixi.


"Sama-sama atuh neng, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari." jawabnya dengan santai.


__ADS_2