Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Pembalasan Yixi


__ADS_3

Yixi segera mengambil handuk, lalu masuk ke kamar mandi. Yixi keluar dari ruangan itu, setelah usai berganti baju.


"Kamu ingat, selama di ruang kerja jangan menyentuh barang ku." ujar Yanky.


"Iya, aku hanya menyentuh barang pribadiku." jawab Yixi.


Mereka berdua keluar, sampai ke ruang makan. Yixi menyapa nenek dan ayahnya dengan ramah. Yixi mengambil nasi, dan menyendok lauk untuk Yanky.


"Kenapa kamu menyendok sayur daun pepaya." bisik Yanky, sambil melotot.


"Tidak apa-apa, hadiah untuk pernikahan kita." jawab Yixi.


"Suamimu ternyata sama seperti Ayah, dia menyukai daun pepaya iya." ucap Zero.


"Tentu saja Ayah, makanya aku mengambilkan setengah mangkuk. Saat dia mengajakku pergi ke pesta tuan Zhuo, bahkan dia memintaku memasak sayur ini." Yixi tersenyum murka, di antara rasa lucu.


”Awas kamu Yixi, aku pasti bakalan meremas dirimu. Aku buat kau menjerit kesakitan, karena pelampiasan diriku ini. Hatimu yang dongkol itu, akan aku buat lebih halus lagi hahah...” batin Yanky tertawa jahat.


"Ternyata, CEO penggemar sayur pahit juga." ujar Nafsih.


"Iya Nek, bahkan dia suka sayur pare. Satu lagi, jangan lupakan bunga pepaya. Yanky sangat menyukainya, apalagi jamu dari tumbuhan brotowali." Yixi menepuk pundak Yanky, sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Oh, berarti Nenek harus membuatkan kamu yang lebih pahit lagi. Ini sebagai bentuk ucapan terimakasih dari Nenek." ujar Nafsih.


"Iya Nek, terimakasih banyak." Yanky nyengir, dalam hati marah membara.


Mereka melanjutkan makan bersama, sangat nikmat di lidah. Tidak terkecuali Yanky, yang menahan ingin muntah. Dia tidak sanggup, dengan sayur daun pepaya yang pahit. Lidahnya rasa ingin lompat, dari peredaran sarang dalam mulut.


"Yanky, kenapa kamu menyudahi makannya?" tanya nenek Nafsih.


"Karena aku sudah kenyang Nek." jawab Yanky.


"Nenek, sebenarnya dia masih lapar. Namun karena terbiasa manja, dia butuh untuk disuapi." sahut Yixi.


"Iya sudah, sekarang kamu suapi suamimu. Kasian kerja berat, namun makan sangat sedikit." titah Nafsih.


Selesai sarapan bersama, Yanky pergi bersama Jean. Sedangkan Yixi, pergi ke rumah kosan lamanya. Airav melompat gembira, tatkala melihat kedatangan Yixi.


"Aku sedih sekali, biasanya setiap hari bersamamu." ungkap Airav.


"Tidak mungkin, iblis sinting ikut tinggal di sini. Makanya, aku memilih tinggal di rumah itu." jawab Yixi.


"Kamu pasti bahagia, karena rumah itu sangat mewah." ujar Airav, menduga-duga saja.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin bisa bahagia, sedangkan ini adalah keterpaksaan yang paling disengaja. Dibandingkan dengan kosan, aku sungguh nyaman di sini." jawab Yixi jujur.


Yixi menunggu Airav bersiap-siap, setelah itu mereka pergi ke Cafe Kelap-kelip. Airav melambaikan tangannya, saat melihat Ubay. Yixi hanya melemparkan senyuman saja, tidak terlalu heboh seperti Airav.


"Yixi, kita sudah lama tidak berjumpa." ujar Ubay.


"Iya, sekarang sampai berjumpa kembali." jawab Yixi.


"Apa kabar?" tanya Ubay.


"Baik, seperti yang kamu lihat." Yixi tersenyum.


Ubay memesan makanan, saat Yixi dan Airav sudah duduk. Mereka makan bersama, tanpa bicara sedikitpun. Sampai tiba saatnya, Ubay membuka pembicaraan.


"Yixi, sekarang apa kegiatan kamu sehari-hari?" tanya Ubay.


"Aku mengurus toko online shop, aku juga sibuk mengurus pekerjaan rumah." jawab Yixi.


"Oh iya, kamu tinggal dimana sekarang?" tanya Ubay.


Yixi tersenyum canggung. "Tinggal bersama Airav di kosan."

__ADS_1


"Oh, kalau gitu kapan-kapan boleh dong aku main." ujar Ubay.


Yixi memukul udara, sambil tersenyum. "Oooh, tentu saja boleh banget."


__ADS_2