Menjadi Istri Karena Dijebak

Menjadi Istri Karena Dijebak
Yanky Menghindar


__ADS_3

Yanky melihat raut wajah Yixi, yang cemberut seperti mayat hidup. Tidak ada tanda-tanda, akan menarik sudut bibirnya.


"Sudahlah, aku tahu kau mengatai ku di dalam hati." Yanky menebaknya.


"Tidak, aku tidak mengejekmu." jawab Yixi mengelak.


Hari yang ditunggu akhirnya tiba, mereka berdua bangun pagi-pagi sekali. Yixi dan Yanky bergiliran masuk ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian, mereka sudah keluar dari ruangan masing-masing.


"Yixi, hari ini kita akan pergi ke Italia. Kamu harus bersiap-siap sekarang." ucap Yanky.


"Iya tuan Yanky." Yixi mengangguk.


Pesawat lepas landas juga, usai mereka berpamitan dengan Nifsah dan Zero. San Xia datang ke rumah Yixi, hanya untuk menemui Nifsah dan Zero.


"Nenek, apa masih ingat denganku? Aku adalah San Xia, temannya Yanky dan juga Yixi." ucap San.


"Iya, ayo masuk nona San. Ajak temannya juga masuk." jawab Nifsah.


Mereka masuk ke dalam, lalu duduk setelah dipersilahkan. Zero mengeluarkan sepiring lapis, untuk jamuan tamu tersebut.

__ADS_1


"Sayang sekali, Yanky dan Yixi tidak ada di rumah. Kenapa baru kemari sekarang, kalau semalam mereka masih ada." ucap Nifsah.


"Iya Nek, aku ke sini bukan untuk menemui mereka. Aku hanya ingin menemui Nenek, untuk memberikan baju ini." San Xia memberikan paper bag.


"Apa kalian ingin bertemu Yanky dan Yixi?" tanya Zero.


"Tidak Om, kami hanya ingin menemui kalian." jawab San.


"Oh iya, kalau boleh tahu bagaimana si awalnya mereka saling mengenal?" tanya Cheryl.


"Kami juga tidak tahu, pernikahan mereka terlalu dadakan. Aku hanya senang melihat mereka menikah, sampai lupa menanyakan awak mulanya." jawab Zero.


”Yanky bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Pasti ada apa-apa di antara mereka, aku akan menyelidiki kalian berdua.” batin San Xia.


"Terima kasih, nona San Xia sungguh baik." puji Zero.


Sementara di sisi lain, ada Yeyi yang dimarahi habis-habisan oleh Bonai. Dia ketahuan bohong, dalam acara classroom.


"Kenapa kamu membohongi kami, padahal kamu tahu sendiri kami sibuk. Sekarang, Papa harus mengurus surat permohonan kerjasama ke Jerman." ucap Bonai.

__ADS_1


"Maafin aku Pa." jawab Yeyi.


"Yeyi, kamu tahu 'kan maaf saja tidak cukup." ujar Bonai.


"Lalu aku harus melakukan apa, supaya Papa dan Mama maafin aku." jawab Yeyi.


"Mama sudah memaafkan kamu, namun jangan mengulangi lagi." ucap Shirka.


"Kamu selalu saja begitu, lembut terhadap anak-anak." jawab Bonai.


"Papa, kau selalu saja keras dalam bersikap. Namun, kau selalu bersikap royal pada anak-anak." ujar Shirka.


"Kamu semakin hari tidak menghargai aku. Di sini akulah pemimpin, harusnya kamu tidak boleh membantah." jawab Bonai.


"Kenapa kalian berkelahi terus, bisakah pikirkan perasaan anak?" tanya Yeyi.


"Ini semua karena kamu." jawab Bonai.


Bonai segera meninggalkan ruang tamu, dan membiarkan Yeyi menyadari kesalahannya sendiri. Shirka merasa bersalah, jadi berniat memberi kejutan.

__ADS_1


”Maafkan aku iya Pa, tidak seharusnya aku bersikap seperti tadi. Tapi Yeyi ini manja, kalau marah dia suka kabur. Aku tidak ingin menyudutkan, karena dia akan merasa sendiri.” batin Shirka.


Keesokan paginya, pukul 08.00. saat hendak masuk restoran, Yanky melihat mama dan papanya. Yeyi mengayunkan telapak tangannya ke arah Yanky, agar dia segera berbalik badan.


__ADS_2