Menjadi Sugar Baby Ayah Sahabatku

Menjadi Sugar Baby Ayah Sahabatku
Kondisi Istri Gavin


__ADS_3

Hazel melihat wajah kusut Gavin dan mencoba mendekatinya. Gavin sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya. Hazel duduk di pangkuan Gavin dan mencoba menggodanya. Gavin tidak merespon apa yang dilakukan Hazel. Dia hanya mencium bibir Hazel sekilas.


"Ada apa?" tanya Hazel lagi setelah pertanyaan pertamanya tidak dijawab oleh Gavin.


"Bersiaplah. Kita akan kembali ke New York sekarang juga," ucap Gavin dengan serius.


"Apa yang terjadi? Kamu tidak menjawab pertanyaanku." Hazel bertanya lagi dengan nada dingin.


"Istri ... maminya Mia di rumah sakit lagi. Sekarang dia sedang dalam pantauan khusus." Gavin mengatakan istrinya sebagai maminya Mia. Dia masih menghargai perasaan Hazel.


Tanpa banyak bertanya lagi, Hazel memakai bajunya dan bersiap-siap. Meskipun Hazel sudah merebut Gavin dari ibunya Mia, Hazel masih memiliki rasa perhatian pada Mia dan ibunya. Hazel merasakan perasaan yang sama dengan Gavin. Hazel tahu Gavin mencintai istrinya. Hanya saja kebutuhan seksualnya tidak pernah terpenuhi dari sang istri.


Hazel dan Gavin terbang menggunakan pesawat pribadi milik perusahaan Gavin. Mereka berdua sampai di kota New York saat tengah malam. Hazel meminta Gavin segera ke rumah sakit dan dia bisa pulang ke apartemen sendiri. Gavin menuju rumah sakit menggunakan taksi dan membiarkan Hazel diantar oleh sopir pribadi.


Hazel diantar sampai ke depan apartemennya dan turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh sang sopir. Hazel ingin menjenguk ibunya Mia, tetapi keadaan saat ini tidak memungkinkan karena Mia masih belum memberinya kabar. Hazel mencoba menelepon Mia dan panggilannya tidak tersambung.


Hazel masuk ke dalam apartemennya dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih simpel tapi elegan. Dia ingin pergi ke Bar dan berusaha untuk sedikit mabuk dan melupakan semuanya. Hazel tidak menggunakan mobil dari Gavin karena dia tidak ingin Gavin tahu jika dirinya pergi tanpa ijin terlebih dahulu. Hazel tidak ingin menggannggu konsentrasi Gavin dalam merawat istrinya.


Hazel sampai di Bar menggunakan taksi dan dia langsung menuju meja bar menemui Jack. Hazel memesan minuman yang sedikit kuat untuk dirinya. Jack tidak menyetujuinya. Hazel terus memintanya sampai Jack memberinya minuman itu.


"Apa kamu sedang dalam masalah?" tanya Jack menatap Hazel dengan intens.


"Banyak yang aku pikirkan, Jack. Biarkan aku melupakannya sejenak dengan minuman ini." Hazel meminum sedikit demi sedikit minuman yang diracik oleh Jack.


Hazel turun ke lantai dansa saat minumannya tinggal setengah. Dia sudah mabuk karena alkohol di dalamnya sangat kuat. Jack sampai menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Hazel yang dia kenal dengan nama Lynn. Hazel bergoyang mengikuti irama yang sedang dimainkan oleh DJ di atas panggung.

__ADS_1


Ada beberapa pria yang mendekati Hazel dan bergoyang di sekitarnya. Jack melihat hal itu dan dia mencoba untuk menarik Hazel dari lantai dansa. Hazel bersandar di bahu Jack dan menutup matanya karena sudah tidak kuat menahan pusing di kepalanya.


"Bagaimana kau akan pulang, Lynn?" tanya Jack dengan perhatian. Tidak ada jawaban dari Hazel. Dia sudah tertidur pulas karena mabuk.


Jack membawa Hazel ke kamar yang disediakan di dalam bar tersebut. Jack bingung harus mengabari siapa untuk memberitahukan jika Hazel ada di barnya. Jack ingat dengan Mia yang beberapa kali datang bersama Hazel. Jack juga memiliki nomor telepon Mia dan segera menghubunginya.


"Jack, ada apa?" tanya Mia yang merasa bingung mendapat telepon dari Jack. Selama ini meskipun Mia mempunyai nomor teleponnya, dia tidak pernah berhubungan.


"Apa kamu sedang sibuk?" tanya Jack berbasa-basi.


"Tidak, kenapa?" Mia memyingkir dari ruang rawat ibunya dan meninggalkan sang ayah sendirian.


"Sorry kalau aku ganggu malam-malam. Aku hanya ingin memberitahu kalau Lynn ada di bar dan dia mabuk," ucap Jack terus terang.


"Lynn? Oh, Hazel. Sedang apa dia di sana? Kenapa nggak ajak aku?" Mia bukannya khawatir dengan keadaan Hazel, dia sedikit kesal karena tidak diajak ke bar dan bertemu Jack.


"Oke, nanti aku ke sana untuk jemput Hazel." Mia menutup teleponnya karena dia tahu Jack sedang sibuk.


Mia masuk kembali ke kamar rawat Lily dan menemui Gavin, ayahnya. Mia meminta ijin pada Gavin untuk keluar sebentar dan menitipkan ibunya padanya. "Mau ke mana, Mia?" tanya Gavin sambil menatap intens ke arah anaknya.


"Sebentar Dad, aku mau jemput Hazel. Dia ada di bar dan mabuk. Tadi Jack telepon Mia," jawab Mia sambil bersiap-siap.


"Hazel mabuk di bar?" tanya Gavin dengan nada terkejut dan sedikit kesal. Mia bingung dengan sikap ayahnya.


"Iya, Dad. Hazel sahabat Mia. Daddy belum pernah ketemu dia karena Daddy selalu sibuk," ujar Mia sambil mendekati Lily dan mencium pipinya. Lily sedang terlelap.

__ADS_1


"Apa mau daddy antar ke bar untuk jemput Hazel?" Gavin bertanya dengan menahan emosinya.


"Nggak usah, Dad. Mami nggak ada yang nungguin." Mia mendekati Gavin lalu mencium pipi sang ayah.


Mia keluar kamar rawat Lily dan menuju ke bar menggunakan mobil dengan sopir pribadinya. Setelah Mia pergi, Gavin mencoba menelepon Hazel. Namun, ponsel Hazel mati dan panggilan tidak tersambung. Gavin sangat kesal dan dia tahan amarahnya untuk nanti setelah dia bertemu Hazel.


Lily masuk rumah sakit lagi karena kelelahan dan kondisinya drop. Lily sudah berulang kali masuk ke rumah sakit karena kesehatannya yang buruk. Lily terus berusaha sembuh dan kembali kepada keluarganya. Namun, takdir berkata lain. Dia masih harus berjuang untuk bisa sembuh dan pulih dari penyakitnya. Gavin memandang wajah Lily dan teringat Hazel lagi.


"Brengsek," umpat Gavin dengan suara lirih.


"Kenapa, Vin?" tanya Lily yang mendengar umpatan Gavin dan mencoba membuka obrolan dengan menanyakan alasannya mengumpat.


"Kamu udah sadar? Biarkan aku panggil dokter untuk memeriksa kamu." Gavin langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.


"Kamu kenapa kesal begitu?" tanya Lily lagi, sambil menatap wajah Gavin.


"Nggak pa-pa, Ly. Mungkin karena ada orang yang buat masalah tadi, jadi sedikit kesal. Apa kamu udah enakan?" Gavin memeriksa keadaan Lily sebelum dokter datang.


"Kalau kamu ada kerjaan pergi aja tinggalin aku di sini. Banyak suster yang akan jaga aku di sini." Lily mencoba mengerti keadaan dari Gavin.


"Tidak, Ly. Aku udah janji sama Mia akan jaga kamu di sini," ucap Gavin sambil mengusap kepala Lily dengan sayang.


"Mia di mana?" tanya Lily mencari keberadaan Mia.


"Sedang menjemput sahabatnya, Hazel. Dia mabuk di bar dan tidak sadarkan diri," ucap Gavin dengan menahan kekesalan di dirinya.

__ADS_1


"Kasihan sekali Hazel. Dia anak yang baik, tapi hidupnya kurang beruntung." Mia berkata dengan lirih. Gavin hanya diam sambil menahan gertakan giginya.


__ADS_2