
Hazel berjalan menuju minimarket menghampiri Mia supaya Gavin tidak lagi menganggunya. Hazel menatap keluar jendela minimarket dan melihat Gavin menaiki taksinya. Mia sedang sibuk memilih jajanan untuk dibawa ke kampusnya nanti. Hazel mengusap cepat sudut matanya, lalu tersenyum lebar mendekati Mia.
"Kamu mau kuliah atau mau jualan snack?" tanya Hazel sambil menatap keranjang belanja Mia.
"Kita butuh asupan juga di apartemen kamu. Apa si tua bangka udah pergi? Aku nggak tahu kalau dia kemarin ada di sana," ujar Mia dengan santainya.
"Dia baru saja pergi dan mau ke istrinya," ucap Hazel mengikuti Mia ke kasir.
"Udah nggak usah sedih. Masih ada aku dan Kak Aiden. Setelah dari kampus, kita bisa belanja untuk menghabiskan uang si tua bangka." Mia membayar jajanan yang sudah dia ambil, lalu keluar minimarket menuju unit apartemen Hazel.
"Bagaimana kalau hari ini kita membolos? Kita bisa ke mall sekarang," usul Hazel, membuat Mia menatapnya dengan intens.
"Terkadang kamu pintar juga." Mia berkata dengan wajah ceria.
Hazel dan Mia menuju lantai 10 dan masuk ke unit apartemen milik Hazel. Mia meninggalkan belanjaannya di ruang tamu. Hazel masuk ke kamar dan berganti pakaiannya dengan yang lebih santai. Celana jeans panjang dengan atasan kaos panjang serta cardigan untuk lebih menghangatkan tubuhnya. Cuaca sedang berawan dan sedikit dingin. Hazel sudah siap dan melihat Mia sedang memakan snack yang dia beli.
"Let's go, Mia. Kenapa kamu malah makan?" Hazel bersedekap di depan Mia.
"Kita tunggu Kak Aiden sebentar lagi. Dia lagi ke sini," ucap Mia sambil memakan snack yang sudah dia buka.
"Kenapa kamu ngajak Kak Aiden? Kita bisa bersenang-senang berdua saja," ujar Hazel, ikut menikmati snack yang Mia buka.
"Karena aku juga ngajak Jack. Kamu nggak mau jadi obat nyamuk, kan?" Mia tersenyum lebar. "Sama-sama, Beb." Mia terkekeh melihat wajah bingung Hazel.
__ADS_1
Mia berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap. Hazel masih terdiam karena memikirkan Gavin dan perasaannya. Dia bisa saja bersenang-senang dengan Mia dan yang lain, tetapi dia tetap menyimpan rasa sesaknya sendiri. Hazel membuka lemari pakaiannya dan memilih baju yang nyaman. Dia akan mengikuti Mia saat ini.
Setelah bersiap, Hazel dan Mia turun ke basement untuk menemui Aiden di sana. Jack akan langsung ke tempat tujuan dari tempatnya bekerja. Aiden menatap Hazel dengan intens karena terlihat cantik di matanya. Hazel sedikit salah tingkah ditatap seperti itu oleh Aiden. Hazel, Mia dan Aiden berangkat ke mall tempat mereka tuju.
"Apa kalian tidak apa-apa membolos hari ini?" tanya Aiden dengan perhatian.
"Nggak pa-pa, Kak. Santai aja," ujar Mia dengan santai. Hazel masih diam mendengarkan.
"Apa kamu tidak suka kalau aku ikut?" Aiden bertanya pada Hazel yang sedang melamun. "Hazel," panggil Aiden dengan lembut.
"Iya, Kak, kenapa?" Hazel bertanya sambil menatap ke arah Aiden bingung.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Aiden lagi.
"Bukan apa-apa, Kak," jawab Hazel sambil tersenyum. Mia tahu Hazel sedang memikirkan sugar daddy-nya.
"Aku ikut aja," ucap Aiden singkat. Dia sedikit tidak enak hati dengan Hazel yang mungkin tidak suka dengan keberadaannya.
Mia mencoba mengirim pesan pada Hazel. Mia memberitahu Hazel bagaimana caranya untuk berhasil dengan Aiden hari ini. Mia tahu semuanya dan Mia berharap Hazel akan melepaskan pikirannya untuk satu hari saja. Hazel menatap Mia yang duduk di kursi belakang, setelah menerima pesannya. Hazel kemudian menatap Aiden yang sedang fokus menyetir.
"Oke, kita nonton film dulu. Setelah itu kita bisa jalan-jalan," ucap Hazel dengan riang. Aiden mendengar suara Hazel dan menatapnya sekilas. Hazel tersenyum manis saat Aiden melihatnya dan membuat jantung Aiden berdetak lebih kencang.
Sampai di tempat tujuan, Mia berkata akan menghampiri Jack dan menyusul Hazel serta Aiden nantinya. Hazel memiliki firasat tidak enak tentang itu. Mia meninggalkan Hazel berdua dengan Aiden. Hazel mencoba bersikap biasa dan sewajar mungkin. Pikirannya masih dipenuhi oleh Gavin.
__ADS_1
"Aku coba hubungi Mia dulu," ucap Hazel sedikit gugup.
Hazel berusaha menelepon Mia, tetapi tidak diangkat olehnya. Hazel memaki Mia di dalam hatinya. Hazel tahu bagaimana usaha Mia untuk mendekatkannya dengan Aiden. Padahal Mia tahu jika Hazel memiliki sugar daddy.
"Sebaiknya kita masuk dulu, nanti biar aku chat Mia," ucap Aiden, mengajak Hazel masuk ke studio karena film akan segera dimulai.
Akhirnya Hazel mengikuti kata-kata Aiden dan masuk terlebih dahulu. Aiden ternyata membeli tiket nonton VIP dengan kursi pasangan. Hazel menatap Aiden dan hanya dibalas dengan tersenyum manis. Hazel sedikit ragu, tetapi akhirnya ikut duduk juga.
"Aku tidak akan melakukan apapun, kecuali kamu yang lebih dulu melakukannya," ujar Aiden tepat di telinga Hazel.
Aiden duduk dengan tenang sambil menikmati pop corn yang dia beli dalam ukuran jumbo. Aiden memegangnya di tengah supaya Hazel juga bisa menikmatinya. Lampu studio mulai meredup dan layar telah menyala. Hazel mencoba fokus menonton film yang sedang diputar. Hazel tidak tahu jika film yang dipilih oleh Aiden adalah film semi horor. Hazel sedikit takut dengan film horor.
Hazel menutup matanya sambil mencengkeram erat tangan Aiden. Hazel tidak bisa terlihat ketakutan, tetapi dia memang takut. Dia menyembunyikan wajahnya di bahu Aiden. Saat Hazel menengadahkan wajahnya, wajah Aiden tepat berada di depannya. Sesaat mereka terpaku dan hanya saling bertatapan. Perlahan Hazel mendekat dan mengecup bibir Aiden. Tidak ada balasan dari Aiden dan Hazel percaya dengan kata-katanya.
Aiden melanjutkan menonton film yang sudah menuju akhir cerita. Hazel sudah tidak fokus dengan layar di depannya. Dia lebih fokus menatap wajah Aiden dan ternyata terlihat tampan dan sangat cool saat sedang serius. Selama ini Hazel tidak memperhatikan itu. Hazel mendekat perlahan, lalu mengecup pipi Aiden yang sedang fokus menonton. Aiden sedikit terkejut, setelah itu dia hanya tersenyum.
Hazel merasa kesal sendiri karena tindakannya tidak mendapatkan perhatian dari Aiden. Hazel mengecup bibir Aiden lagi dan Aiden tetap diam. Hazel kemudian mencium bibir Aiden dan sedikit **********. Aiden mendorong bahu Hazel untuk menghentikan ciumannya.
"Apa ini yang kamu inginkan?" tanya Aiden dengan suara serak.
"Kiss me, please," ucap Hazel memohon. Tanpa banyak bicara lagi, Aiden langsung menarik tengkuk Hazel dan menciumnya dengan lembut. Aiden mencoba membuat Hazel larut dalam ciumannya dan menerima segala tindakan selanjutnya.
"Aku tidak bisa di sini terus," ujar Aiden setelah melepaskan ciuman panasnya dengan Hazel.
__ADS_1
Aiden menggandeng tangan Hazel dan keluar dari studio film. Aiden membawa Hazel ke lantai paling atas mall. Di sana terdapat hotel yang tergabung dalam satu gedung dengan mall tersebut.
"Apa kamu yakin?" tanya Aiden pada Hazel dan hanya dibalas dengan anggukan olehnya.