
Hazel tidak tahu harus berbicara apa, setelah Gavin mengungkapkan semua yang dilihatnya. Hazel ingin membela diri, tetapi bibirnya seakan kelu dan tidak bisa berbicara. Gavin memalingkan wajahnya dan bersedekap membelakangi Hazel. Tidak ada yang bisa Hazel lakukan selain mencoba menenangkan Gavin.
"Aku juga menyukai pria itu," ucap Hazel membuat Gavin terkejut dan menahan amarahnya.
"Apa kamu lupa sama perjanjian kita?" Gavin bertanya dengan nada serius dan memandang wajah Hazel yang sedang menunduk.
"Aku tidak lupa dan aku minta maaf." Hazel berusaha keras untuk tetap jujur pada Gavin.
"Apa aku harus mengingatkan kamu lagi? Kamu itu milik aku, Hazel. Aku sudah berikan semuanya padamu. Sekarang kamu bilang menyukai pria lain dengan sangat mudah." Gavin sangat tenang saat berbicara, tetapi Hazel yakin Gavin sedang menahan bom di tangannya.
"Aku hanya ingin merasakan seperti perempuan pada umumnya. Jatuh cinta dan berpacaran dengan wajar. Bersama pria single dan tidak beristri. Apalagi sama ayah dari sahabatnya sendiri." Hazel berhasil mengeluarkan semuanya meskipun dia sangat takut.
"Kamu benar, aku adalah ayah dari sahabat kamu. Tapi dari awal kita tidak tahu dan kita sepakat untuk tidak membahasnya. Kamu sudah berniat sebelum menandatangani perjanjian kita. Itu resiko yang harus kamu tanggung." Gavin berbicara dengan tegas.
"Aku lelah harus menahan perasaanku sendiri, Gavin. Aku cinta sama kamu tapi aku tidak berhak atas diri kamu." Hazel jujur dengan perasaannya pada Gavin.
"Apa kamu mencintaiku?" Gavin bertanya dengan sedikit terkejut.
__ADS_1
"Aku tidak harus mengatakannya, Gavin. Aku merasa tersiksa merasakan ini sendiri. Aku perlu seseorang untuk membuatnya pergi dari hatiku." Hazel berkata dengan lirih dan dadanya terasa sakit.
"Aku tahu mungkin kamu tidak percaya, tapi aku juga mencintaimu Lynn. Aku cinta sama kamu, karena itu aku marah kalau kamu dekat dengan pria lain," ucap Gavin sambil mendekati Hazel dan memeluknya dengan lembut.
"Tapi aku nggak mau cinta ini, Gavin. Aku tidak bisa," ucap Hazel membuat Gavin bingung.
"Maksud kamu apa, Sayank?" Gavin tidak mengerti ke arah mana Hazel akan membawa pembahasan itu.
"Aku tidak ingin Mia terluka karena perasaan aku," ujar Hazel sambil mendorong tubuh Gavin dan berjalan menjauh.
"Jangan seperti itu, Lynn. Kita sama-sama jatuh cinta dan aku akan memperjuangkan cinta kita." Gavin menarik tangan Hazel dan membuatnya kembali ke dalam pelukannya.
"Kita bisa membuatnya mengerti, Sayank. Aku sangat mengenal Mia. Dia pasti akan mengerti jika kita memiliki alasan yang jelas," ucap Gavin mencoba meyakinkan Hazel.
"Alasan yang jelas seperti apa? Aku membutuhkan uang kamu dan kamu membutuhkan tubuh aku. Apa itu yang disebut alasan yang jelas? Aku tidak mengerti kenapa kamu menginginkan aku waktu itu. Bodohnya aku yang setuju untuk menjadi simpanan kamu." Hazel mengusap wajahnya dengan kasar.
"Jangan bicara seolah kamu cuma simpanan. Aku mencintai kamu dan kamu juga sama. Kita bisa menjadi sepasang kekasih, jika kamu memang menginginkannya."
__ADS_1
"Apa kamu gila? Kamu sudah punya istri dan akan berpacaran denganku? Aku butuh kekasih yang bisa aku pamerkan ke orang-orang. Bukan simpanan seperti ini." Hazel tersenyum sendu.
"Cukup dengan kata-kata simpanan. Aku bisa berbuat lebih jauh jika kamu mendesakku, Sayank. Aku akan mengatakannya pada Lily dan Mia kalau kamu terus-terusan membuat ulah yang membuatku marah."
"Kamu hanya bisa mengancamku, Gavin. Aku akan tetap jalan sama Kak Aiden, jadi aku minta kamu mengerti." Hazel memantapkan pilihannya.
"Bagaimana bisa aku mengerti semua itu?" Gavin mencengkram lagi dagu Hazel dan mendekatkan wajahnya.
"Kalau kamu tidak ingin aku pergi, kamu harus mengerti semua yang aku lakukan," ucap Hazel dengan tegas.
"Aku akan melakukan apapun untuk menahan kamu, Sayank." Gavin menggigit bibir Hazel dan tersenyum seringai.
"Kamu memang udah gila, Gavin. " Hazel menahan bibirnya yang terasa perih karena gigitan Gavin.
"Aku memang tergila-gila karena kamu, Sayank," ucap Gavin lalu mencium bibir Hazel dengan lembut. Gavin mengangkat tubuh Hazel dan membawanya ke atas ranjang.
"Apa yang kamu lakukan, Gavin? Aku sedang tidak ingin bermain denganmu." Hazel mencoba menolak ajakan Gavin.
__ADS_1
"Aku akan menghukum kamu karena sudah membuatku cemburu." Gavin menindih tubuh Hazel dan mencium bibirnya lagi.