
MERINDUIMU ADALAH CANDU
"Dek,besok mas ajak orangtua kerumah ya,mas pengen melamar adek"
"Ha? Adek kan udah punya pacar mas"
"Baru pacaran,kalau dia serius pasti secepatnya dihalalin.buktinya masih selow bae"
"Ya,tapi butuh proses mas. Ini juga belum dapat restu"
"Udah tau belum dapat restu masih mau dilanjutin?"
"Argh,namanya juga cinta" gerutuku sambil berlalu meninggalkan mas Adam sendirian. Sejak saat itu hubunganku dengan mas Adam sangat dingin. Aku enggan menyapanya ataupun sekedar membalas chatnya. Bagiku dia cuma lelaki kurangajar yang berani beraninya melamar pacar orang..
"Yank,kapan si kita nikah" tanyaku pada kekasihku.
"Tau sendiri kalau bapakmu belum merestui"
"Ya,usaha lah yaank" aku membalas dengan penuh frustasi.
Entah kenapa cinta membuatku gundah,aku takut berlama lama pacaran ini hanya menjerumuskanku pada patah hati selanjutnya.
(Flashback)
Aku adalah Vania,gadis yang pernah mencintai lelaki begitu dalam tapi ditinggal nikah diam diam..
entah apa yang difikirkan lelakiku,dia bilang mencintaiku tapi dia menikah dengan sahabatku.Sudah cukup lama kisah itu berlalu,hingga akhirnya aku mengenal kekasihku yang sekarang namanya Kak Umar.Dia lelaki baik yang mampu menungguku hingga aku tak lagi trauma dengan cinta,menungguku siap membuka pintu hati,yaaa lama lamaa aku jatuh cinta dengan sabarnya,dengan arogannya yang slalu bilang aku kan jadi miliknya..
__ADS_1
Sebulan mengenali kak Umar,aku mengenali mas Adam. Lelaki yang penuh perhatian tapi aku sama sekali tak sadar apa yang dirasakan.. aku ramah dengan siapapun, aku menganggap semua hanya teman. Ternyata mas Adam menaruh perasaan padaku. Argh lelaki kenapa serumit itu ?
**********
" Bapak,kenapa to aku ga direstuin nikah sama kak Umar.dia lo baik,sabar jugaa, bapak ini susah banget nyenengin anak" gerutuku.
"Ga gitu nduk,bapak tu masih belum yakin kalau Umar bisa bahagiain kamu,wong anaknya kaya masih hobi dolan aja gitu'
"Lha emangnya orang serius kudu ga boleh dolan pak?" Argh,pokoknya Vania ga mau tau. Bapak kudu restuin,Vania tu sayang kak umar pak"
Bapak menghela nafas panjang "yawislah nduk, kalau emang gitu pengenmu,besok bapak bicarakan sama emakmu dan kita siapkan acaranya"
"Makasih bapak,dari dulu gini lak enak sih" aku nyengir nyengir sambil meluk bapak.
Dalam hati bapak bergejolak,dia langsung berwudhu dan bergegas sholat isya'. Tak lupa berdoa untuk kebaikan gadis kecilnya,agar pilihan ini tak salah. Sedangkan Vania dia langsung mengunci diri dikamar,dan segera menelfon kekasihnya..
"Hallo,assalamu'alaikum " suara mas Adam dari ujung talian.
"Wa'alaikumussalam kak,ada apa ya"
"Rindu kamu dek,udah lama adek cuek tiap mas chat atau telfon.Segitu bencinya adek ama mas?"
"Adek ga benci sama sekali mas,tapi adek sebel. Masak mas terangterangan melamar "
"Oh,soal itu. Yaudah skrang lupakan ya, kalau adek bahagia sama Umar,mas ikhlas, mas cuma pengen liat adek bahagia"
"Beneran ni mas? Kita bisa temenan aja kaya dulu?"
__ADS_1
"Iyaa,Vania bawel"
"Huft,aku tu ga bawel maaas,cuma suka ngomong"
"Hahahaa,ketawanya terdengar renyah kaya krupuk rengginanng"
Mendadak hati Vania berdesir ,adem banget denger Mas Adam ketawa..uhh apa apaan inii knapa aku mendadak seneng gini..
"Ehm,yaudah ya mas. Udah malam ini,adek mau tidur"
"Baiklah,dek.selamat malam smoga mimpiin aku yaa" kata mas Adam
"Lha,ngapain juga ngimpiin mas Adam" jawabku kesal
Lagi lagi dia cuma balas "hahahaa,yaudah assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Hmmm,mas Adam knapa kamu bisa polos kalem gitu sih. Demi orang yang kamu sayang bahagia,sanggup ngorbanin perasaan agar tetep bisa berteman.huft,by the way Kak umar kmana sih jam segini juga ga nelfon balik.. Cueknya kelewatan deh akhir akhir ini. Apa dia udah mulai bosaan padaku ya ?? Vania memikirkannya sampai ketiduran..
Disana Umar bekerja keras untuk segera bisa menghalalkan Vania,dia ingat sekali perkataan bapak Vania. "Nak, vania itu gadis yang bapak sayang sayang,kalau kamu serius ,kamu harus kerja keras karna bapak ga mau punya mantu pengangguran"
Kata kata itu mempengaruhi pikiran Umar,dia tahu dia hanya seorang freelance yang menjajakan jajajan buatan pabrik.daan ternyata di mata bapak Vania itu bukan kerjaan..
"Argh,kampret memang" gerutu Umar. Kerja kaya gini lo banyak hasilnya,kalau ga kerja kaya gini mana bisa aku ngajak Vania ke jogja,bali kmana aja semau Vania. Dasar wong ndeso kerja kok harus pakai seragam,sepatu kinclong .. Umar berperang dengan batinnya,sampai sampai dia lupa tak melihat hpnya.. buru buru dia bergegas mengecek hp "duuh,37 panggilan, siap siap inii besok diomeli Vania senin kamis.argh sial" Umar membanting hpnya dan bergegas tidur..
Terimakasih sudah membaca ^_
__ADS_1
Kritik dan sarannya buat penulis amatiran ini ya