
"Ma,bisakah mama jadi saksi pernikahan Umar hari ini?"
Pesan singkat yang mengagetkan. Ternyata Umar sungguh-sungguh dengan tindakannya.
Mama mendiskusikannya dengan papa.
"Kita akan pergi kesana,ma" ucap papa.
Papa ingin lihat, perempuan seperti apa yang bisa membuat Umar berpaling dari Vania.
"Hari ini kita sudah janji mau menjemput Nando, pa"
"Tak mengapa, kita jemput Nando kemudian kita akan bawa dia ke pernikahan Umar. "
"Papa yakin?"
Papa mulai menimbang-nimbang tindakannya. Setelah berfikir panjang, dia memilih tuk tetap membawa Nando ke pernikahan ayahnya.
*****
Ketika mobil masuk ke halaman rumah, Nando langsung berteriak kegirangan "Opaa Opa,"
Vania tersenyum melihatnya, dan membiarkan Nando berlari menuju mobil opanya. Perlahan Opa membuka pintu mobil dan segera menyambut Nando dalam pelukannya.
Vania berjalan menghampiri, bersalam dengan papa dan mama mertuanya.
" Vania ga ikut sekalian?" tanya Mama.
"Vania sibuk,Ma. Banyak yang perlu Vania kerjakan,"
"Baiklah,kami pergi dulu,"
__ADS_1
"Bye nando,assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumussalam," ucap Nando bebarengan dengan mama papa.
*****
"Kita jalan-jalan dulu ya Nando" papa memulai obrolannya dengan Nando.
"Asiap Opa," Nando kegirangan.
Dua jam perjalanan, mereka sampai di alamat yang di share Umar. Mama papa menuju kesana sambil menggendong Nando.
Begitu masuk keruangan, Umar segera menghampiri mereka. Terkejut ketika Nando pun ikut. "Papa bawa Nando?" tanya Umar.
"Iya,biar Nando tahu kalau ayahnya sudah memilih perempuan lain selain bundanya,"
"Maafin Umar,pa" Umar memelas.
"Orang yang paling tepat kau mintai maaf adalah Vania,Nak" mama menimpali.
"Maafkan kami,Vania. Kami tak bisa mencegah pernikahan ini,"
Nando tak mengenali ayahnya, dia bahkan cuma memanggilnya Om. Nando menikmati acara sambil makan brownies. Dia bingung melihat orang ramai di gedung.
"Mari kita pergi,Pa" ucap mama ketika melihat si pengantin wanita sudah mencium tangan Umar. Dia tak ingin merestui pernikahan ini, hadirnya kesini hanya untuk menyaksikan pernikahan kedua puteranya.
Papa pun segera bergegas meninggalkan acara. Tanpa sepengetahuan Umar, papa mama sudah berada di mobil. Nando masih asyik bertanya "kenapa Oma, kok udah selesai acara badutnya?"
Mama tertawa menanggapi pertanyaan Nando. Mobil segera meluncur ke arah pulang.
"Papa kecewa sekali,Ma. Perempuan sebaik Vania harus diperlakukan sedemikian.
__ADS_1
Mama harap setelah melihat video ini, Vania benar -benar mau bercerai dari Umar pa. Mama ingin sekali melihat Vania bahagia.
****
Sesampainya dirumah. Nando sudah tertidur, papa menggendongnya dan memindahkannya di kamar. Mama mengikutinya di belakang sambil membawakan tas Nando.
"Cucu kita sudah besar,pa" ucap mama sambil mengelus kepala Nando.
"Iya,ma. Kasihan dia harus kekurangan kasih sayang seorang ayah," ucap papa sedih.
" Papa sudah tau lelaki yang sedang dekat sama Vania?" tanya mama.
"Enggak, papa ga pernah liat Vania sama lelaki,"
"Mama pernah lihat beberapa kali pa, kelihatannya dia lelaki baik, tapi Vania berkilah kalau mereka hanya temenan,"
"Vania sadar dia masih isteri orang,Ma" ucap papa.
" Coba kita ada anak lelaki lagi pa, Sudah mama nikahkan ama Vania. Vania itu perempuan baik,mama sayang ama dia,"
"Apa kata kalau kita bikin lagi aja,Ma?" papa tersenyum nakal.
"Sadaar pa,udah tuaa," mama melemparkan guling ke papa sambil tertawa.
****
"Oma ngapain? " tanya Nando yang terbangun.
"Enggak sayang, ini opa capek minta pijet,"
"Nando bisa pijitin" sambil mendekat kearah opanya.
__ADS_1
Mama memeluk Nando, rindunya kepada Umar terobat saat dekat dengan cucunya. "Maafin oma nak, mama gagal mendidik ayahmu. Sehingga kamu harus merasakan kesepian ini," ucap mama dalam hati.
Merinduimu adalah candu 💕