Merinduimu Adalah Candu

Merinduimu Adalah Candu
Part 17


__ADS_3

Vania bingung antara menerima menginap di rumah Mas Adam ,atau nyari ojol buat ke penginapan. Secara sama aja,mobilnya masih harus diurus Mas Adam.


"Yaah,Nando gimana kalau aku nginap" batin Vania.


Vania memutuskan untuk videocall Nando . Setelah diangkat Vania dengan wajah sumringah bilang " hai kesayangan". Nando menjawabnya dengan bahagia juga. Setelah ngobrol kesana kemari dan menjelaskan apa yang terjadi ke mertuanya, Vania mengakhiri perbincangannya. Mas Adam yang sedari tadi memperhatikan Vania tampak senyum senyum dan segera menghampiri Vania.


"Sudah ?" Tanya Adam


"Sudah mas"


"Kak Umar kok ga ikut Van? Tega dia ngebiarin istri cantik gini kemana mana sendiri?" Ucap Adam


Vania terdiam,tak tahu bagaimana hendak menjelaskan.


"Hmm,yaudah yuuk kamu istirahat dirumahku,besok pagi baru kamu pulang"


Vania mengangguk dan mengikuti Mas Adam. Ia sampai dirumahnya dan segera menyalami ibu Mas Adam.


"Kamu ni pacare Adam nduk" tanya ibu mengagetkan Vania.


"Ehm ,bukan bu" Vania segera menjawab.


"Yawis,saiki ora siapa tau mene jodo" ibu Mas Adam menimpali.


Untung Mas Adam segera keluar dari kamar. Sehingga obrolan ibu dan Vania terhenti. "Agih masuk dalam aja Van,aku tinggal dulu" ucapnya.


Vania segera masuk kekamar dan membersihkan diri. Dia sudah mengganti bajunya dengan piyama yang selalu ada di mobilnya. "Argh aku mau secepatnya tidur,badanku lelah sekali" gumam Vania.


Tak berapa lama Vaniapun tertidur.


****


"Lah,sarungku masih dikamar. Gimana aku tidurnya?" Batin Adam.

__ADS_1


Mencoba membuka kamar,berharap Vania belum tidur. Pintu tak dikunci tapi Vania sudah terlelap. Adam menerobos masuk mengambil sarung dilemari dan bantal buat dia tidur diluar. Ketika menarik bantal, Vania bergerak dan menarik tangan Adam. "Lah,dikira guling apa" Adam bingung. Vania memeluk tangan Adam erat sehingga Adampun bingung melepaskannya.


"Duh Van,tidur aja cakep kamu tu" batin Adam


Adam masih berusaha menarik tangannya perlahan. Hingga akhirnya tangannya terlepas dari dekapan Vania. Adam segera bergegas keluar karna tak ingin ibunya melihat dia dikamar.


Adam pun segera memejamkan mata. Diapun juga lelah dengan aktivitas kesehariaanya.


*****


Mas adam yang baru bangun ,melihat Vania sudah segar dengan baju pinknya. Dia sedang asyik bergurau senda dengan ibunya.


"Kok seneng ya liat ibu dan kamu akrab gitu" batin Adam


"Asyik mbahas apa sih ini?" Adam mengagetkan semua yang ada didapur.


"Mbahas kamu ini lo,kapan mau nikah?" Sahut ibu


Kulirik Vania cuma tersenyum mendengar jawaban ibu.


Keluar dari kamar mandi masih disuguhi pemandangan ibu dan Vania yang merapikan bunga bunga di tepi dapur. "Duh YaAllah,atiku nyesek 😢" batin Adam. "Kenapa kompak sekali gitu? Tau ga sih bahagia kalian itu surgaku?" Adam halu.


"Argh,sudahlah. Adam segera memutuskan beberes dan menghampiri Vania. "Van,mobilnya udah kelar,kita ambil sekarang yuk"


Ibu memotong pembicaraan Adam " knapa ga kamu ambil sendiri sih adam? Vania biar nemenin ibu disini"


"Lha gimana ngambilnya ibu? Adam dari sini bawa mobil terus mobil Vania mau Adam masukin bagasi gitu?"


"Oh iya yaa" ibu manggut manggut


Yaudah pergi sana, eh bentar kalian sarapan dulu. Tadi kan udah masak.


Vania kalem aja merespon ibu mas Adam. Adam yang serba salang tingkah melihat gadis yang pernah dicintainya ini.

__ADS_1


Ibu menyiapkan makanan dibantu Vania. Mereka segera menyelesaikan sarapan tanpa banyak kata. Tiba tiba hp Vania berdering vicall dari jagoan kecilnya.


Vania segera mengangkat " hai sayangnya bunda" Dan Nando membalas dengan tawa renyah. Setelah ngobrol panjang ,Vania menyudahi panggilan dan dia lupa ada dua pasang mata yang memerhatikan.


"Maaf mas,bu. Anak saya nelfon" kata Vania kikuk


"Loh,udah punya anak ta?" Tanya ibu Mas Adam


"Inggih bu,saya punya anak satu"


"Suami kemana?" Spontan ibu mencecar pertanyaan


"Suami saya pergi tanpa kabar bu, sampai sekarang saya ga tau keberadaanya"


Adam terkejut mendengar pernyataan Vania. "Maksudnya apa ini? Duh Van" Adam cuma bisa menduga duga.


"Bu,vania pamit dulu. Terimakasih sudah diizinkan nginap disini" Vania menyalami tangan ibu mas Adam.


"Nak,kalau kamu sudi menikahlah dengan Adam, ibu menyukaimu" ucap ibu Mas Adam lirih.


"Maaf bu,status saya masih isteri orang, saya masih berharap suami saya kembali. Vania pamit ya. Assalamu'alaikum"


"Yuk mas " ajak Vania


Mereka bergegas pergi dan sepanjang perjalanan Adam masih bingung hendak berbicara apa. Dia sekilas melirik Vania yang asyik dengan handphonenya.


Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca,jangan lupa like dan comennya untuk membuat author semangat nulis..


Semua yang ditulis hanyalah imajinasi belaka dan bukan kisah pribadi..semoga menghibur dan mampu memberi pelajaran..Kritik dan saran yang membangun bisa jadi perbaikan untuk kemajuan author didunia tulisan..Thanks somuch..jangan bosan bosan mampir ya.....


Semangat pejuang tulisan,smoga jadi amal baik yang tak pahalanya selalu dialirkan...


#pejuangliterasi

__ADS_1


#pejuangtulisan


#penakumotivasiku


__ADS_2