
"Tok tok,Assalamu'alaikum" terdengar suara orang mengetuk pintu..
"Nduk,ada tamu.mbuk ya dibukain pintunya. Bocah kok dikamar terus" teriak bapak dari belakang
Dengan langkah gontai aku berjalan hendak membuka pintu,tentunya sambil menggerutu. Kreek,kubuka pintu dan taraa kak Umar dengan senyum yang sengaja dimanis manisin..
"Oh kakak" sapaku lesu
"Loh,pacar datang kok gitu sih,ga ada seneng senengnya" sahut dia
"Ada apa kak,malem malem kesini.Bapak kan ga suka"
"Kakak terusss manggilnya,dibilangi manggil yank kok susah amat sih.beneran bisa dihitung lo kamu mangil aku yank"
Aku diam saja sambil pencet pencet hp,scroll feed instagram..
"Nduk.siapa tamunya??" Teriak bapak sambil tergopoh gopoh keluar..
Oalaah nak Umar,kok malam gini datangnya nak, tapi yawes kebetulan bapak mau ngomong..
"Ada apa nggih pak?" tanya Umar
"Nduk Vania,sana bikin teh. Ada tamu kok malah diem diem mainan hp" suruh bapak
Aarrgh,bapak ini kalau dikota ada tamu ya suguhin aja air aqua, ribet amat harus bikin teh.. tapi bukan bapakku kalau ga nyuguhin sesuatu ketamu meskipun itu pacarku.. kalau lagi galau gini liat gula sama garam kok berasa sama ya.. hatiku knapa berasa tidak senang sekali sih.Seperti ada bongkahan batu didalam..
"Nak,karna Vania pengennya sama kamu.Bapak sama emak sudah izinkan kalian menikah.Tolong bilang orangtuamu untuk segera kerumah" Bapak memulai percakapan.
"Alhamdulillah,inggih pak"
"Bapak izinkan dengan syarat kamu harus jaga Vania,sayangi dia seperti bapak menyanyangi dia.Vania iku gandolane ati bapak satu satunya. Sejak ibunya meninggal Vania selalu sama bapak,sampai bapak menikah lagipun Vania selalu bapak gembol kemana mana.. jujur ora bakal ikhlas kalau anakku mbuk gawe loro"
Aku mendengar ucapan bapak ketika hendak memberikan teh.. Kutaruh teh diatas meja,kmudian segera memeluk Bapak. "Makasih pak" cuma itu yang bisa terlontar dimulutku.
__ADS_1
"Wes,ndang diminum tehnya.Bapak mau kebelakang dulu.Nak Umar bapak harap kamu pulang sebelum jam 9" kata bapak tegas..
bapak emang begitu benar benar tak mengizinkan lelaki main kerumah sampai larut malam,Akupun sama tidak diizinkan keluar kalau malam malam.. Seprotektif itu bapakku dan aku masih bisa aja kebobolan gawang.Nyerahin mahkota ke lelaki yang belum jadi suami..Lagi lagi hatiku patah.
Tiba tibaa aku kangen senyuman teduh milik Mas Adam,belum pernah sama sekali dia membuatku bersedih.Membentak apalagi,kalau aku marahpun dia selalu membalasnya dengan tawa. "Bocah kok ngambekan,kalau jadi istriku habis tak ciumin kalau lagi ngambek" selalu dia berucap seperti itu..
"Kok nglamun si?" kata kata kak Umar membuyarkan lamunan..
"Alhamdulillah Vania,bapak udah kasih restu. Aku juga mau bilang kalau aku udah keterima kerja di PT Anti Jomblo sebagai marketer.Insyaallah di perusahaan ini nanti aku dapat gaji tetap. Itu yang bikin aku cuek ama kamu beberapa hari ini,karna aku benar benar sibuk cari kerjaan lobi sana sini. Aku pengen segera halalin kamu"
Aku jadi merasa bersalah.. Tapi tak seharusnya juga kak Umar bentak bentak. Dia memamg ga pernah kalem. "Yaudah kak,maafin Vania yang udah buruk sangka,maafin Vania yang udah ngambek mulu. Kabari ayah bunda kakak ya untuk segera melamar. Setelah lamaran nanti Vania pengen bikin foto prawed dan Vania kasih waktu 3bulan aja untuk segera melangsungkan pernikahan. Nanti lama lama tiwas mblendung duluan..Naudzubillah..
"Baik sayangku"ucap kak Umar sambil mencubit pipiku.. " yaudah kakak pamit yaa,tolong panggilin bapak emak"..
Aku segera memanggilkan bapak dan emak. "Pak mak,ini kak Umar mau pamit"
Tanpa menjawab bapak dan emak langsung bergegas kedepan. Aku mengikutinya dari belakang..
"Pak,pamit dulu..saya tak bilang orangtua dan membahas waktunya" ucap Umar
"Iya nak,ati ati dijalan" kata bapak sambil menjabat tangan Kak Umar. Emak pun begitu meski tanpa mengucap sepatah kata.
"Pulang dulu ya sayang,maafin kakak. Kakak cuek ama kamu beberapa hari ini"
Aku tetap diam sambil berkata dalam batin "dasar ga peka,kamu ga minta maaf ama kesalahanmu yang begitu bikin aku gondok"
"Yaudah,ngambek aja dulu. Ntar kalau kangen telfon ya,Assalamu'alaikum"
"Walaikumussalam" jawabku sambil berlalu menutup pintu..
Aku segera ambil wudhu dan menunaikan solat isya'.Tak lupa kumohon doa agar diberikan kemudahan dalam setiap urusan..
Deeet dreeet,hpku bergetar. Ada notif dari Mas Adam. "Vania,apa kabar? Tiba tiba Mas rindu kamu"
Hmm,Vania juga rindu mas batinku menjawab
__ADS_1
Seperti remaja labil aku menimang nimang antara mau membalas atau tidak.tapi tiba tiba terlihat dilayar Mas Adam menelefon..segera saja kuangkat toh batinku aku juga rindu..
"Asalaamu'alaikum Vania"
"Wa'alaikumussalam mas"
"Dichat cuma dibaca aja,emangnya majalah bobo? Omelnya
"Kamu menggemaskan mas kalau lagi ngomel " lagi lagi cuma batin yang menjawab
"Enggak mas,lagi sibuk aja ini" ucapku bohong.
"Sibuk apa malam malam?btw,gimana hubungan Vania dengan Kak umar sudah temui lampu hijau?"
Mendadak air mataku tak terbendung.. dengan nangis sesenggukan aku ceritakan smua ke Mas Adam.dari Kak Umar yang membentakku sampai bapak yang sudah memberi restu. Mas Adam dengan khidmat mendengarkan sambil sesekali menarik nafas panjang..
"Sudah sudaah,jangan menangis lagi ,mungkin kak Umar stress Va.jadi kamu yang sabar yaa,sini sun keningnya biar ga sedih mulu. Mmmuaach" ucap Mas Adam
"Hahaha,mas Adam GJ ih. Hp disosor sosor"
"Biarin,yang penting kamu senyum,sebentar jadi orang edan pun aku rela. Betewe sebelum lamaran ketemu yuuk,anggap aja pertemuan terakhir"
"Baiklah mass,tentukan aja kapan dan dimana ya"
"Yaudah ,besok mas kabari.Sekarang Vania tidur dulu.jangan sedih sedih yaa,calon manten harusnya bahagia"
"Siaap komandan" jawabku asal
Terdengar tawanya yang serenyah krupuk badariah yang dijajakan dipinggir jalan..
Kami mengakhiri obrolan dengan ucapan salam, dan hatiku yang berubah menjadi tenang,damai. Aku selalu merasa seperti ini saat bersama Mas Adam. Hmmm,senyum yang semanis sirup marjan itu tengah menari nari dipelupuk mataku..
Mas Adam melihati foto gadis di layar hpnya. "Vania,aku sudah membayangkan betapa indahnya kalau hidup denganmu. Bercandaan sambil berjalan menuju masjid,mengenggam tanganmu saat kamu takut ketinggian, memelukmu yang takut sekali ama bunyi mercon" arrgh bentar lagi kamu jadi milik orang. Lantas dia mengetik di akun fbnya
*Mencintamu haruskah seperih ini? Ketika rindu tak lagi pantas,apa lagi yang bisa membuat logikaku tetap waras?*
__ADS_1
Mas adam segera tidur setelah update status..semoga saja Vania baca dan dia peka kalau status itu untuknya..
#merinduimuitucanduđź’•