
"Ma,Vania nitip Nando ya. Soalnya Vania ambil barang agak jauh,ada kendala di distributornya. Jadi Vania harus segera kesana" ijin Vania
"Yaudah,hati hati perginya ya"
"Iya ma" Vania mencium punggung tangan mama mertuanya. Vania masih bertahan dirumah peninggalan Umar,dia tetap meneruskan hidupnya.
Vania harus pergi ke Semarang. Setelah dia mencium dan pamit ke Nando ,dia segera melajukan mobilnya. Dia sudah mulai terbiasa mandiri,apa apa dia lakukan sendiri.
Vania hanya fokus menyetir, sejak ditinggal Umar dia jarang sekali mendengarkan musik. Entah dia malas mendengar beberapa lirik lagu yang kadang membuatnya baper.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Vania sampai ketempat tujuan. Dia segera bergegas menemui kepala distributor dan menjelaskan beberapa permasalahan. Setelah semuanya clear ,Vania memutuskan untuk menemui sahabatnya. Kebetulan rumahnya tak jauh dari sini kalau menurut google maps.
Vania mengikuti Maps,hingga ia tersasar ke perkampungan kecil. Kok makin kesini makin sepi gini ya ,apa aku nyasar. Mending aku nanya orang aja deh ketimbang salah jauh. Vania menghentikan mobilnya didepan sebuah warung kopi kecil. Warung itu tampak indah meski sederhana.
"Assalamu'alaikum pak, maaf mau bertanya. Desa tegalaasri apa masih jauh dari sini? "
"Lah ,masih jauh banget mbaak. Kira kira 2jam perjalanan lagi"
"Loh,di maps tulisannya dekat ya pak"
"Oalah,maps iku biasae mbujuki mbak koyo janjine mantan" jawab si bapak dengan logat jawanya
Vania membalasnya dengan tawa " bapak bisa aja,yaudah pak pesan kopinya satu, white coffe ga pake gula dibikinnya di cangkir kecil ya"
"Ashiaap mbaak"
"Bapak ini lucu juga sih" batin Vania
Vania mengeluarkan laptop dari tas kecilnya,kemudian melanjutkan hobi barunya "menulis". Sejak ditinggal Umar,Vania menyibukkan diri dengan menulis.
"Ini mbak kopinya" kata bapak menghentikan kesibukan Vania.
"Terimakasih" ucap Vania
"Mbak dari mana? Ayu ayu kok dewean? Nek digondol wong kepiye?" Cecar bapak
"Saya dari semarang pak,ini niatnya mau mampir ke teman di tegalaasri kok ternyata jauh. Disini apa ada penginapan pak" tanya Vania
__ADS_1
"Ndak ada mbak,wong desa kecil ngene" sahut bapak.
"Oh,inggih" Vania menuang kopinya dan meninumnya perlahan.
Bapak tadi pergi meninggalkan Vania karna ada yang hendak membeli,. Vania mengecek ponselnya dan membalas beberapa chat customer. Kemudian ia melanjutkan menulis.
Setelah badannya agak rileks,dan kopinya habis. Vania hendak segera pergi ketempat temannya.
"Berapa pak?"
"3000 mbak" jawab bapak
Vania menghulurkan uang 20ribuan " kembaliannya ga usah pak,Permisi "
"Makasih mbak"
Vania membalasnya dengan senyum. Dia masuk ke mobilnya. Berulang kali di starter mobilnya pun tak sudi nyala. "Haduh kenapa ya? Tadi baik baik saja" batin Vania.
"Duh mana ada bengkel ya disini? " Vania mulai panik.
"Ga tau ni pak,tiba tiba ga bisa distarter"
"Disini ga ada bengkel mobil mbak,tak panggilin keponakanku dulu ya. Siapa tau bisa benerin"
"Baik pak,terimakasih" jawabku
***
"Adaaaam sini bentar "
"Ada apa to lek? Kok teriak teriak?"
"Itu lho ada cewek ayu,mobile mogok. Benerin sono,eh siapa tau jodoh. Wonge ayu loman pisan"
"Halah lek" sergah Adam
"Ayo kok, si bapak menarik tangan Adam"
__ADS_1
"Ini liat mobile knapa,kok ga bisa distarter" suruh bapak pada Adam.
Vania agak menjauh sedang mengangkat telefon, Adam tak melihat siapa dia karna Vania memang menghadap ke belakang.
Setelah diotak atik,mobilnya tetap tak mau nyala. "Duh aku ga tau ini apanya lek". Biar aku telefon bengkel langgananku aja biar diambil. Males aku nyari nyari.
Vania datang menghampiri Adam "bagaimana mas? Apa bisa dibeneri?" Tanyanya lembut
Adam menoleh mendengar suara yang tak asing itu "loh Vania,kok disini?"
"Yaallah mas,Vania dari Semarang tadi,ingatkan mau ke tegalaasri eh malah nyasar kesini"
"Kok ga nelfon?lupa ta kalau mas selalu ulang alik kerumah paman?"
"Hahaa,ga ingat aku mas"
"Sendirian?" Adam bertanya lagi
"Iya" vania menjawab singkat
"Gimana mobil Vania mas? "
"Harus dibengkelin Van,mas ga tau apa yang rusak"
"Yah,padahal Vania harus pulang juga,kata bapak yang jual kopi disini jauh dari penginapan "
"Iya,tidur rumahku aja Van. Besok pagi kelar ni mobil. "
"Sungkan aku mas sama ibumu" tolak Vania
"Gapapa,nanti kubilang ibu"
Bentar ya mas telfon bengkel langganan, Vania mending nunggu di warung paman aja dulu.
******
__ADS_1