
Tak terasa sudah pagi aja.Vania segera bangun dan menunaikan solat subuh..lamat lamat terdengar suara bapak dan emak berbincang didapur
"Gimana to ini mak,anakmu udah minta nikah aja ama si Umar" sungut bapak.
"Lha gimana to pak,wong anake udah seneng mbuk ya diizinin aja" sahut emak dengan logat medoknya.
"Umar itu lo cuma kerja ubyas ubyuss keliling nawarin barang. Kok ga ngerti Vania kalau minta apa apa kudu diturutin"
"Yakin aja pak,seiring berjalannya waktu pasti Vania bisa berubah,bisa lebih mengerti keadaan"
Deeeg...hatiku ketusuk pedang hyakimarru,jadi selama ini bapak tu mikir aku masih gadis kecilnya yang kalau minta bakso pasti 5mangkok kali ya..huft bapak bapaak aku tu udah gede,bahkan smuanya gede masih aja dianggap anak kecil..
__ADS_1
Akupun segera berlalu kekamar tak ingin lagi mendengarkan obrolan emak bapak.. Dikamar kuambil hpku dan mencari cari siapa tau ada notif dari kak Umar. Arrrgh,kak Umar kmana sih bisa bisanya ga nelfon balik atau sekedar chat kasih kabar..langsung aja jariku lincah mengetik "CUEK PANGKAL KEKASIH DIREBUT ORANG" dan kukirim ke Kak Umar.. sedetik,dua menit,sampai 30menit tak ada jawaban.. Kuputuskan untuk menelfonnya dan lagi lagiii cumaa bunyi gadis robot yang menyambungkan.Nomor yang anda hubungi sedang berada dalam hubungan lain..
Lelah sekali rasanya,nelfon ga diangkat angkat, chat juga ga dijawab.. padahal cuma mau bilang 'kita udah diizinin nikah, kapan bawa orangtuamu kerumah'.. sesusah ituu..
Daripada edan nungguin hp mending aku jalan jalan liat sapi pacaran,diluar udaranya sejuk adeem seadem senyum mas Adam.ehh kok kepikiran dia ya?biasanya Mas Adam rajin ngucapin 'selamat pagi gadis cantik,jangan lupa subuh' tapi akhir akhir ini tak pernah lagi kudapat pesan itu. Mungkin Mas Adam sedang menjaga jarak agar perasaanya tak sedemikian terkoyak.
Yaah,punya pacar yang kusayang tapi cueknya naudzubillah, punya cemceman perhatian tapi gak sayang..ughh,ribet banget jadi hati.
Apa nanti aku bakal bahagia kalau menikah dengannya.. tapi tak mungkin juga aku terima lamaran mas Adam,aku sudah serahkan mahkotaku ke kak Umar.. argh andai saja aku tak sebodoh itu. Maafkan putrimu ini pak yang tak bisa menjaga diri. Aku terlena, aku khilaf. Tak terasa air mataku kembali menetes dan anganku kembali ke mas Adam.Lelaki kalem itu selalu berbicara dengan bahasa yang meneduhkan hati,beda sekali dengan kak Umar yang lebih ceplas ceplos dan kasar.
Kamu terlalu baik mas Adam,ga mungkin aku bisa menerimamu.Tak mungkin juga aku menikah denganmu dalam keadaan tak lagi perawan. Kamuu memang baik,tapi apa dayaku. Aku harus tetap menikah dengan kak Umar. Smoga kebahagiaan selalu menyertaimu mas.. pasti banyak wanita baik menantimu..Doa tuluss dihatiku untukmu mas..
Kriiiingg,terlonjak kaget ketika hpku berbunyi.. kulirik layar ternyata Kak Umar.. segera kuangkat dan bilang 'Udah puas nyuekinnya?"
__ADS_1
"Duh,pacar telefon bukan salam dulu udah diomelin aja"
"Itu ga ngomel kak,itu pertanyaan"
"Iya iyaaa,maaf kakak sibuk"
"Sibukk? Jangan bilang sibuk ama perempuan lain? Cecarku..
"Vaniaaa,aku tu bingung nyari nyari kerjaan biar ga dipandang sebelah mata ama bapakmu" teriak kak Umar.
Biar cuma ditelefon aku merasakan sedikit amarahnya,lantas kumatikan saja telfonnya dan berkata dalam hati "ya,kamu lelaki wajarlah digituin" sungutku kesal..aku ga mau peduli dengan kak Umar. Aku cuma mau diam dan segera pulang .. kembali kulihat layar telfon kak Umar berkali kali menelefon..
Argh,persetaan.udah tau aku ga suka dibentak kok mbentak mbentak ...
__ADS_1