Merinduimu Adalah Candu

Merinduimu Adalah Candu
Part 14


__ADS_3

****


3bulan sudah berlalu.Vania mulai terbiasa tanpa keberadaan suaminya.


"Yank,terimakasih sudah ngajarin aku berbisnis. Aku tak lagi bingung saat tiba-tiba kamu pergi. Terimakasih sudah tak terlalu dekat dengan Nando,hingga akhirnya diapun mulai biasa meski kau tak ada. Doaku smoga kamu baik baik saja dimanapun kamu berada. Entah apa motifmu meninggalkan kami,yang jelas aku sudah mulai benar benar ikhlas dengan semua ini" batin Vania.


Scroll feed facebook,Vania melihat Mas Adam mempamerkan foto cincin couple dengan caption "Lelaki butuh tindakan,bukan sekedar omongan doank". Vania tersenyum, "akhirnya kamu menikah juga mas".


Vania sudah lama tak membuka akun facebooknya,dia rindu update status..


"Kepergianmu meninggalkan segudang tanda tanya,entah dimana khilafku hingga kau tega pergi tanpa kabar berita" Vania mengupdate caption tersebut dibarengi foto terbarunya.Vania terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


Setelah puas menjelajahi akun facebooknya,Vania segera bergegas dengan rutinitas hariannya. Vania harus bekerja,harus mengasuh Nando. Smua ia lakukan sendiri tanpa banyak keluh kesah. "Nak,bunda harap kelak kamu jadi lelaki yang memprioritaskan istri,memuliakannya dan tak pernah buatnya terluka" ucapnya pada Nando yang dibalas Nando "istri itu apa bunda?"


"Hahaha" Vania cuma membalasnya dengan tawa..


*****Umar


3bulan terapi Umar mulai sembuh perlahan dari impotennya. Anak gadis pak dukun yang membantunya setiap hari. Umar merindu anak dan isterinya tapi dia mulai malu untuk menghubunginya. "Sekarang aku sudah sembuh,tapi kenapa aku malu untuk membersamai mereka kembali?"


"Mas,ini makanannya" ucap Thalita.


"Oh iya dek,taruh atas meja saja"

__ADS_1


Hari ini Thalita terlihat berbeda,dia mengenakan baju dengan lubang dikedua pundaknya dan rok mini. Dia terlihat seksi dan manis sekali.


"Kamu knapa senyum senyum disitu?" Ucap Umar


"Gpp mas,kata bapak mas udah mulai sembuh"


"Terus,kenapa? Apa kau ingin mencobanya"


Thalita menyembunyikan wajahnya yang mendadak merah padam.


"Mas,apaan sih?"


Entah apa yang merasuki Umar,melihat Thalita dengan wajah malunya membuatnya bergairah. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Thalita. "Ternyata kamu manis sekali" ucapnya lirih.


Mereka berpagutan hingga tak disadari senjata Umar mulai menegang. "Argh,aku benar benar sudah sembuh" batin Umar. Aku ingin mencobanya,apa aku lakukan saja bersama Thalita sebelum aku kembali ke Vania. Umar menyandarkan Thalita di ranjang.Sudah lama dia menyimpan rasa kepada lelaki ini,dengan sabar dia merawat dan mencari cari perhatian Umar.


Thalita tak menjawab,dia hanya membalasnya dengan senyum. Umar segera menutup pintu dan menguncinya. Ia mulai bergairah melihat senjatanya yang mulai bisa menegang.


Umar melakukan hal yang lebih, Thalita hanya diam pasrah dan menikmati setiap sentuhan Umar. "Maaf mas aku sengaja ingin menjeratmu,jika kau sudah menyentuhku kau takkan lagi bisa menjauhiku" batin Thalita .


Umar tak mampu lagi menahan hasratnya,Dia menyetubuhi Thalita. Lenguhan demi lenguhan terdengar halus dari bibir Thalita.


"Maaf,ternyata kamu masih perawan" ucap Umar menyesal.

__ADS_1


"Iya mas" jawab Thalita mulai berpura pura menangis.


"Tenanglah,aku akan bertanggungjawab" jawab Umar


Diapun melanjutkan menyetubuhi Thalita,Mereka hanyut dalam penyatuan.


*****


Vania mulai sibuk dengan olshopnya yang semakin rame. Dia juga mengambil sendiri barang barang ditempat tengkulak. Ia selalu membawa Nando. Ramai yang mencoba mendekati Vania tapi perempuan ini sadar bahwa ia masih isteri sah Umar. Vania masih trauma dengan pernikahannya. Ia tak berani membuka hati untuk siapapun. Dia hanya fokus dengan usahanya dan Nando. Sekarang akulah ayah dan akulah ibu buat Nando. Aku harus berjuang.


"Anak bunda mau makan" tanya Vania melirik Nando yang asyik melihat jalanan.


"Mau bunda,Nando mau mamam kaepci ayam goyeng"


"Haha,baik sayang" sahut Vania.


Vania menghentikan mobilnya di sebuah mall,karna cuma disana ada KFC yang diminta putranya. Vania melepas seatbelt kepunyaan Nando dan menggendongnya.


"Ayo,jagoan bunda"


Nando tertawa girang menyambut gendongan ibunya. Sesampai disana Vania memesan 1paket ayam dan minuman serta kentang goreng. Vania hanya ingin menikmati kentang goreng dan secup milo.


Vania mendudukkan Nando dikursi dan mulai membuka makanannya. Sebelumnya dia sudah mencuci tangan Nando. Vania selalu membiasakan putranya untuk makan sendiri. "Makan sampai kenyang ya" ucap Vania. Nando membalasnya dengan anggukan.

__ADS_1


Dari kejauhan Adam melihat Vania sedang ngobrol dengan putra kecilnya. Ingin menghampiri tapi ia tak punya cukup keberanian. "Apa aku pura pura membeli ayam saja ya?" Monolog Adam.


"Argh sudahlah" Adam berlalu. Vania itu isteri orang aku tak kan lagi menganggunya. Biarin saja.


__ADS_2