
****Umar
Melihat dari kejauhan isterinya yang sedang bermain dengan putra kecilnya.Dia nampak keibuan sekali saat bersama Nando.. Dulu aku yang mengejar ngejarnya membuatnya jatuh cinta padahal acap kali dia menolakku. Skrang dia sudah jadi milikku kenapa hatiku jadi berasa biasa saja. Apa ketika aku mengejarnya aku hanya sedang menguji diri? Sejauh mana wanita ini akan lari dari kejaranku ini?
Maafin kakak Vania,sungguh aku telah berdosa.membuatmu rindu untuk hanya sekedar bersama.Kini buah hati kitapun sudah beranjak batita,tingkahnya yang lucupun tak sedikit mencuit hatiku.terimakasih atas sabarmu,terimakasih atas baktimu mendidik putraku..tapi sayang kenapa hatiku berasa mati,aku mempergokimu chatmu dengan Adam.aku tak menyangka diantara kalian masih saling sayang,kutahu kau begini karna kesepian. Tapi maaf jiwa lelakiku sudah tergoncang.Ingin kupergi dari semua ini Vania.
Aku merasa tak layak lagi jadi lelaki,aku jarang menyentuhmu bukan karna tak lagi sayang tapi aku malu karna tubuhku tak lagi jantan. Kutahu ini berat bagimu,tapi aku malu menceritakannya padamu.kebiasaanku mencandu obat obatan terlarang dulu berefek besar padaku sekarang.kutahu kau pasti membantuku jika tau semua ini,tapi sayangnya maruahku seperti dipertaruhkan sebagai lelaki sejati..
Maafkan kakak Van,aku menyanyangimu dan Vernando.tapi kakak harus pergi membawa diri,maaf karna kakak lari dari kenyataan.
Kutinggalkan sertifikat tanah dan rumah,atm beserta pasword pinnya dan sebuah memo.
"Vania,jaga diri baik baik,jaga anak kita dengan penuh cinta,kutahu kamu wanita hebat.kamu pasti kuat melewati semua ini. Kakak harus pergi mungkin tak kan kembali"
Salam sayang dari suamimu,UMAR .
__ADS_1
*******
Umar pergi ketika Vania dan Nando lelap tertidur.Dia hanya membawa sedikit bajunya,dia sudah menyiapkan semuanya.Dia akan menginap disebuah kota terpencil sambil menyembuhkan penyakitnya.Memang ini keputusan berat,meninggalkan istri tanpa putusan talak. Aku tak mampu menalak Vania,dia istri yang baik.Dia sudah putuskan tuk tinggalkan Adam dan ingin mengarungi mahligai hangat bersamaku..
Umar naik kereta api,dia meninggalkan semua aset untuk Vania.Harapnya Vania dan Nando takkan kekurangan apapun sampai setidaknya Vania bisa bekerja atau entah apalah yang kan dia lakukan.Olshopnyapun sudah berkembang pasti Vania bisa melewati semuanya..Aku yakin.
"Maafkan aku Van" rintih Umar lirih.Terbayang kembali betapa manisnya Vania waktu akad dengan kebaya putih ketat.Dia benar benar memikat.Air mata kesakitanmu waktu malam pertama,Senyum binarmu ketika kamu tau kamu mengandung anakku.Air mata ikhlasmu menahan sakit tatkala lahirkan putraku.. "Yaallah kenapa kau uji aku sebegini? Knapa kau buat kelelakianku tak berfungsi? Dan kenapa baru sekarang? Saat aku dan Vania sudah saling membutuhkan" tak berasa air matapun menetes.
Umar membuang semua no hpnya,menonaktifkan smua akun sosmednya.Dia benar benar ingin pergi tanpa ada jejak tertinggal. Aku tak tau apakah penyakit ini bisa sembuh atau tidak,yang aku tahu dengan tidak membersamai Vania,aku takkan tertekan ketika dia menggodaku dengan ciuman nakal..
Umar melamun panjang hingga tak terasa kereta api sudah berada dikota tujuan.Bergegas dia turun dan mengendarai taxi untuk sampai ke lokasi. Umar menginap disebuah pengobatan alternatif untuk lelaki impotensi. "Argh apa bisa dibilang ini impotensi? Bukankah dulunya aku lelaki sejati? Bahkan aku memiliki anak" batin Umar frustasi.
"Wa"alaikumussalam"
"Saya Umar pak,yang kemaren konsultasi via telefon"
__ADS_1
"Oh,iya nak.Bapak sudah siapkan tempat untukmu menginap,mari bapak antar"
Umar membuntuti bapak tua itu,sambil melihat lihat keadaan sekeliling.Tak ramai tempat ini,hanya ada beberapa lelaki perkiraan umur 30an sepertiku."apa mereka juga mengidap penyakit yang sama" aargh betapa sedih nasib kami" lagi lagi Umar menggerutu.
Rumayan juga perjalanan dari depan ke kamar Umar. "Nak,ini kamarmu.kamar depan sudah penuh jadi bapak menaruhmu dikamar belakang, apa kau keberatan?" Tanya bapak tua
"Nggak apa apa pak,disini juga tenang"
"Baiklah kalau begitu,kamu istirahatlah dulu, nanti biar anak bapak yang mengantarkanmu makanan"
"Terimakasih bapak" jawab Umar
Diapun segera berkemas dan mandi. Kamar ini kecil tapi rapi sekali.. Duh lagi lagi ingatan menerawang jauh ke Vania"sedang apa kamu Van. Apa kamu sudah tau kalau aku tak dirumah? Nando maafin ayah"
Umar membasahi dirinya dikamar mandi dan menghabiskan waktunya untuk berlama lama dibawah shower."Semua sudah berakhir" batin Umar..
__ADS_1
#merinduimuadalahcanduđź’•