
Sejak pertemuan kali itu. Vania dan Adam mulai dekat. Mulai sering bertukar kabar, atau hanya saling menceritakan kegiatan masing-masing.
" Van , temenin Mas nobar yuk," Adam mengirim pesan.
"Nobar bola kah?"
"Iya"
"Mana Vania ngerti bola si, Mas. malah pusing aku liat rame-rame gitu. " balas Vania.
"Hahaha,yaudah deh. Mas nonton sendiri, smoga nanti kapan- kapan Vania tergerak hati mau nemenin mas nobar,"
Vania membaca sekilas,lantas meneruskan pekerjaannya. Vania tak ingin menyiakan waktu mumpung Nando masih terlelap. Vania sedang memangkas bunga-bunga yang dia pelihara. Selain menulis,dan jualan Vania suka sekali mengahabiskan waktunya berjam-jam untuk bermain-main dengan bunga-bunga di taman depannya.
"Bunga aja aku rawat, aku malah ga ada yang ngrawat" ucap Vania sambil mencabut rumput yang tumbuh liar didalam pot.
"Assalamu'alaikum,"
Vania sontak menoleh, melihat siapa yang datang.
"Oh mama, wa'alaikumussalam"
"Asyik banget ngobrol ama bunga, Van," gurau Mama.
Vania hanya terkikik sambil mempersilakan mama mertuanya masuk kerumah.
"Nando masih tidur, kecapekan lari- lari main bola ma," ucap Vania tanpa ditanya.
"Mama,dari mana?"
"Biasa,nggowes. Papa ada urusan di mushola, jadi daripada mama bosan, mama kesini saja" terang mama.
"Mama, mau makan? Atau minum apa?,"
"Argh,sudahlah. Mari sini mama mau bicara,"
Vania mengalah dan membawa toples keripik beserta aqua gelas ke meja tamu.
"Van, mama sama papa akan segera menguruskan surat ceraimu sama Umar, kamu siap nak?"
"Kenapa harus cerai si,Ma? Kak Umar belum menjelaskan apapun ke Vania. Please, ga usah dulu ma' terang Vania.
"Mama tau, Vania sedang dekat dengan seseorang. Kasihan membuatnya menunggu terlalu lama,Van. Carilah bahagiamu. Mama sudah tak berharap banyak Umar bisa membahagiakanmu," mama menitiskan air mata.
"Vania ikhlas, ma. Selagi Kak Umar belum menjelaskan sendiri apa yang terjadi, Vania tak akan pergi. Lelaki yang sedang dekat dengan Vania adalah teman terbaik, Ma. Vania pun tak berharap banyak dengannya. Dia masih bujang, masa depannya masih panjang," ucap Vania menerangkan.
"Kamu yakin,nak?" Mama memastikan.
__ADS_1
Vania membalas dengan senyuman dan segera menuju kekamar karna mendengar tangis Nando.
"Hai sayang, anak bunda sudah bangun. Yuuk, diluar ada Oma," Vania mendekati putra semata wayangnya.
"Woow, ada Oma," ucap Nando senang.
Dia segera berlari menyambut Omanya,
"Omaa," Nando memeluk omanya.
"Oma,Nando mau ketemu ayah," masih tetap memeluk omanya.
Vania hanya bisa tersenyum perih menndengar ucapan anaknya. Diam-diam Nando merindui ayahnya. Aku harus bagaimana?
"Nando pengen ketemu ayah," tanya oma.
"Besok Nando tidur rumah oma,ya. Siapa tau kangen Nando ke ayah sembuh,"
Kulirik mama yang menciumi Nando.
"Maau omaa," jawab Nando semangat.
"Tapi ma, Vania banyak kerjaan. Mana bisa Vania menginap disana" ucap Vania menyela.
"Kamu kerja aja, biar mama yang urus Nando, Mama lihat kamu asyik kerja sampai lupa liburan!" Ucap mama
"Yah,mama tau sendiri keadaanya sudah berbeda," Vania terlihat sedih .
Vania hanyut dalam pelukan mama mertuanya, menumpahkan rasa yang sudah dipendam sekian lama. Sekuat apapun Vania tetap perempuan berhati lembut.
Setelah berbincang-bincang lama, mama minta izin untuk pulang. "Nando,siapin pakaian ya. Besok oma jemput Nando kesini,"
"Siap,Oma," ucap Nando.
"Van,pikirkan baik-baik tawaran mama. Kamu berhak bahagia "
Vania membalas dengan anggukan. Mereka berjalan beriiringan menuju halaman.
"Hati-hati,Ma. Terimakasih, masih menyanyangi Vania dan Nando,"
Mama tersenyum. Assalamu'alaikum.
"Wa'alaikumussalam," jawab Nando.
Vania memeluk putranya erat. "Kamu semangat bunda,nak. Bunda love you,"
"Lop yu tuu, bunda" jawab Nando.
__ADS_1
Vania terbahak-bahak mendengar jawaban Nando.
******
"Nando,pengen liburan gak?" Ucap Vania.
"Mau donk, Nando pengen lihat kuda," jawabnya bersemangat.
"Baiklah,setelah kerjaan mama kelar. Nando sudah puas nginap dirumah oma, nanti kita liburan ya,"
"Baik bundaaa, yeyeyeyeei," sahutnya ceria.
Vania tersenyum melihat tingkah puteranya.
Dilihat handphonenya berbunyi, panggilan dari Adam.
"Surprise, tolong kedepan donk!"
"Ada apa,Mas?" Ucap Vania yang masih kaget.
"Lekas kedepan aja,"
Vania menggendong Nando dan segera membuka pintu depan.
"Taraaaaa" Adam mengaggetkan Vania.
Nando malah tertawa girang melihat balon-balon yang dibawa Adam.
"Apa-apaan si mas" ucap Vania antara kaget dan senang.
"Daripada sepi,kan rame kalau kita maen kembang api?" Ucap Adam.
"Oh iya,ini balon buat Nando,"
Nando menerimanya dengan sukacita. Vania sadar dia sudah lama tak mengajak Nando liburan, dia hanya sibuk bekerja. Vania hanya takut kebutuhan Nando kurang.
"Salim dulu sama Om,nak. Ini temen bunda,"
Nando segera menyalimi Mas Adam.
"Om,boleh gendong," tanya Nando.
"Mau?? Boleh lah. Ayuuk,"
Nando erat di gendongan Mas Adam. Hati Vania perih, serindu itukah Nando dengan sosok ayah.
"Van,fotoin donk," ucap Mas Adam.
__ADS_1
Vania tersenyum dan mengiyakan permintaan Mas Adam. Berkali-kali Vania memotret, Nando pun terlihat begitu gembira. Perih hati Vania. "Sungguh aku sendiri pun merindui sosok suami" batin Vania.
#merinduimu adalah candu 💕