MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Satrio vs Hewan Suci Bag 2


__ADS_3

Satrio dengan senyum jahat nya,baik lah Naga Ungu,aku memaaf kan ke Tiga sahabat mu ini tetapi ada syarat nya,"Naga Ungu apa syarat nya Tuan ku?"


Satrio tertawa terbahak-bahak,lalu memasang eksperesi bengis, sambil menyipit kan sebelah Mata nya dan menatap ke Tiga Hewan Suci yang di kalah kan nya.


Phoenix,Ular Kepala Sepuluh dan Singa Api Biru menundukkan kepala nya, pasrah menerima apa pun yang ingin di lakukan Satrio.


Satrio dengan santai nya,kalian ber Empat harus menjadi abdi ku dan untuk mengantisipasi agar kalian tidak berhianat suatu hari nanti,


Aku akan melakukan kontrak jiwa kepada kalian ber Empat, "Sontak Para Hewan Suci kaget mendengar nya tapi mau bagaimana lagi,dengan berat hati serentak Para Hewan Suci,baik lah Tuan ku."


Lalu Satrio pun memulai proses mengikat kontrak,dengan menggigit jari nya sampai berdarah. Setelah itu Satrio menetes kan darah nya ke kepala Hewan Suci.


Lalu berkata dengan begini kalian tidak akan pernah bisa berhianat atau ingin membunuh ku,sebab jika Aku tiada kalian juga ikut tiada.


"Para Hewan Suci pun hanya bisa pasrah,mungkin sudah takdir mereka jadi seperti ini."


Dalam hati Satrio tertawa,bisa juga Hewan Suci ini ku bohongin,pada hal sesungguh nya Aku telah menjadi Makhluk abadi, setelah Aku mandi di Air Terjun Sendang Kahuripan.


Tapi ya sudah lah dengan begini, maka mereka akan selalu menjaga ku,saat aku dalam bahaya.


Lalu Satrio mengajak Para Hewan Suci untuk bertemu dengan Paman Patih dan Raja Elang,


Paman Patih dan Raja Elang begitu kaget,ketika Satrio datang bersama Para Hewan Suci.


"Paman Patih,apa aku salah lihat bagaimana mungkin Hewan Suci mengikuti Satrio,begitu juga Raja Elang hebat juga ni bocah".


Satrio dengan langkah yang Gagah bak seorang Raja, berjalan di iringin Hewan Suci.


Lalu, lihat Paman apa yang ku bawa,kan sudah ku bilang Para Hewan Suci pasti bisa Aku taklukkan sambil tertawa,Satrio melihat sekitar Arena pertarungan ikut hancur lebur,Satrio jadi sedih.


Haiz. . . pada hal uda di pasang perisai pelindung tapi tetap juga Alam kena imbas nya.


Kalau sudah begini tidak ada cara lain,Paman tunggu sebentar aku akan perbaikin Alam sekitar kita yang rusak.


Paman Patih,Raja Elang dan Empat Hewan Suci tertawa melihat ke konyolan Satrio,sambil berkata serempak ,"hadeh yang benar aja."


Satrio yang di anggap konyol dan di tertawa kan tidak peduli, terus terbang ke Angkasa lalu berhenti dan menggerakkan tangan nya 7 gerakkan berbeda.

__ADS_1


Lalu muncul lah cahaya seperti pelangi dan cahaya itu pecah menjadi seperti Tetessan Hujan,


"Paman Patih,Raja Elang dan Para Hewan Suci merasa aneh dengan apa yang di lakukan Satrio, sampai pada saat tetesen cahaya itu menyentuh Daratan tempat yang di jadikan Arena Tanding.


Terjadi sebuah ke ajaiban tiba-tiba daratan beserta pohon,batu semua kembali seperti awal Mula."


Seketika sontak Para Hewan Suci,Paman Patih dan Raja Elang melongo sambil mulut terbuka,Astaga apa ini mimpi.


Lalu Satrio pun kembali turun,ke tempat di mana ada Paman Patih,raja Elang juga semua Hewan Suci.


Sembari berkata akhir nya semua terlihat indah sambil menepuk-nepuk baju nya yang terkena Debu.


Lalu Satrio dengan ke heranan melihat Paman Patih,Raja Elang dan Para Hewan Suci yang masih bengong.


Satrio langsung segera menegur,ada apa semua nya? Kenapa kalian malah bengong sambil terus melihat ku,apa mungkin jangan-jangan ini karena ke tampanan ku yang luar biasa.


Sontak,Paman Patih,Raja Elang dan Para Hewan Suci,mendengar Satrio memuji diri nya sendiri


"Huuuueeeekk. . . ."


**


"Lalu Paman Patih segera menghampiri Satrio, hebat kamu ngger,ilmu apa barus san namanya? Yang bisa mengembali kan tempat ini yang sudah hancur lebur kembali seperti semula."


Ooo . . . . ilmu itu tidak ada nama nya Paman, tapi aku rasa cocok kalau aku kasih nama "Ilmu Kehendak Alam",bagaimana menurut paman?


"Wah...!


Pas tu ngger,nama yang cocok buat ilmu itu,benarkan Raja Elang dan Semua Hewan Suci"?


"Serempak semua nya,iya itu benar sekali."


Nah ngger kita akan segera berangkat menuju tempat yang banyak Tanamman obat nya,"iya baik lah Paman tapi tunggu sebentar Paman,biar ku tanya dulu pada semua Hewan Suci,mau ikut kita apa nggak."


oke,baik la ngger.


Satrio pun bertanya pada semua Hewan Suci,Raja Elang,Phoenix,Naga Ungu,Ular Kepala Sepuluh dan Singa Api Biru.

__ADS_1


Apa kalian semua mau ikut kami?


"Serentak Semua nya,tidak usah la,kami akan kembali ke Alam kami saja buat istirahat,kelak kalau ada bahaya panggil aja kami,kami pasti akan datang.


Lalu Semua nya langsung menghilang dari hadapan Satrio dan Patih Reksa Dana.


Setelah itu Satrio,mendatangi Paman Patih,Paman mari kita berangkat waktu kita tidak banyak sebab Penasihat Agung Kerajaan Atas Angin harus segera di sembuh kan.


"Paman Patih,Astaga aku hampir lupa dengan Penasihat Agung, Oh ya ngger tapi tempat nya sangat jauh dari Lembah Siluman ini, butuh waktu Seminggu kita baru sampai ke tempat itu.


Emmm . . . . sejauh itu kah,paman?


"Paman Patih,iya ngger."


Itu pun kita harus tetap berlari tanpa henti, dengan jurus Meringan kan Tubuh sambil menghela nafas berat.


Baik lah kalau begitu Paman, sebaik nya Paman pegang Tangan ku,"Untuk apa ngger,kok malah harus berpegangan tangan dengan rasa heran."


Lalu Satrio Menggerak kan tangan nya dengan Tiga gerakkan berbeda,seketika muncul pusaran Teleportasi,ilmu yang memakai Hukum Ruang.


"Paman Patih,wah apa lagi ni ngger?"


Sudah Paman nanti aja penjelassan nya,sekarang Paman beritahu aja secara Rinci lokasi yang akan di tuju.


"Baik lah ngger,Paman Patih pun mulai memberi tahukan lokasi tempat yang akan di tuju, "Satrio,baik lah Paman aku sudah tau mari ikut masuk dengan ku."


Setelah Satrio dan Paman Patih masuk


pusaran teleportasi pun menutup dan menghilang.


Setelah lebih kurang 6 jam perjalanan,pusaran Teleportasi pun kembali terbuka, di sebuah Padang Rumput yang berbukit-bukit,juga ada sungai yang air nya berasal dari Air Terjun,yang tidak terlalu tinggi juga banyak pepohonan langkah.


Suana yang begitu nyaman dengan suara kicauan burung, Burung berbagai jenis, dari yang besar sampai yang kecil saling bercanda satu sama lain dengan bahagia.


Satrio dan Paman Patih pun merasa takjub dengan tempat itu.


**Oh ya jangan lupa ya di beri Kritik dan Saran nya.

__ADS_1


Terus jangan lupa di Like juga Vote


oke,di tunggu ya**...!


__ADS_2