MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Kitab Sakti Bag 4


__ADS_3

Satrio pun belum merasa puas dengan apa yang dia capai, lalu mulai mempelajari ilmu Serap Raga,ilmu ini sangat berbahaya karena Daya serap nya,selain jiwa yang di serap, juga ke mampuan atau ke Saktian yang di serap akan berpindah kepada si Penyerap.


Bahkan di Golongan hitam pun, ilmu ini tidak pernah di praktikan karena sangat berbahaya jika pemilik ilmu ini tidak sanggup mengendalikan ilmu nya.


Maka akan menjadi Manusia yang haus akan Nyawa dan menyerap Semua Makhluk yang dia temui.


Jika itu sampai terjadi bisa di pastikan pembantaian Seluruh Makhluk Hidup akan terjadi di mana-mana.


Satrio pun memulai latihan nya dengan menguatkan Roh nya sampai tahapan Dewa Perang terlebih dahulu, karena mempelajari ilmu Serap Raga kalau Roh yang mempelajari nya lemah, maka bisa di pasti kan dia akan di kendalikan oleh ilmu nya sendiri.


Setelah Satrio selesai meningkat kan ke kuatan Roh nya,Satrio pun mulai mempelajari ilmu Serap Raga, dengan konsentrasi penuh.


Kabut Hitam pun keluar dari Tubuh Satrio dan menutupi Tubuh Satrio,setelah Seluruh Tubuh Satrio tertutup kabut Hitam,hawa Membunuh yang teramat pekat pun mulai keluar dari Tubuh nya.


Dan seketika Semua Makhluk yang berada 50 km jarak nya, dari Satrio mulai merasakan sesak Nafas seolah Oksigen di Seluruh Daerah jangkauan hawa membunuh Satrio,hilang tak Berfungsi.


Bahkan sebagian besar Makhluk Hidup yang ada di Hutan Abadi, Mati mengering. Akibat terkena hawa membunuh yang Satrio keluarkan,lalu dari balik kabut Hitam terlihat sepasang Mata Merah Darah.


Yang membuat siapa pun yang melihat nya, akan jatuh pingsan karena ke takutan.


bukan cuman itu saja tatapan Mata itu pun mampu membuat Darah Makhluk Hidup yang Memandang nya mendidih, lalu Meledak, hancur tak berbentuk.


Setelah beberapa Menit Satrio pun menyudahi ilmu Serap Raga nya dan menarik Hawa membunuh nya dan menekan nya di dalam Diri, supaya Orang tidak ke takuttan saat berjumpa dengan nya.


Sesudah itu Satrio pun kembali seperti Diri nya yang semula.


lalu Satriopun memutus kan untuk istirahat sejenak sambil mandi di Air Terjun Sendang Kahuripan.


Selesai mandi, Satrio pun menangkap beberapa Ikan yang cukup besar lalu memanggang nya, tak butuh waktu yang lama Ikan panggang pun siap di Nikmatin.


Satrio pun makan dengan lahap karena sudah lama dia tidak makan, sebab di sibukkan dengan berbagai macam latihan.


Kini Satrio banyak mengusai ilmu yang membahayakan namun Satrio tidak lantas berpuas hati, karena mungkin saja di luar sana banyak Orang yang mengusai ilmu yang lebih Tinggi dari pada Diri nya.

__ADS_1


Untuk memperkuat diri nya, khusus nya fisik nya,Satrio mempelajari ilmu Raga Baja.


Dengan ilmu ini, Seluruh tubuh Satrio akan keras seperti Baja. Sehingga tak kan ada Senjata Tajam yang mampu melukai Tubuh nya.


Satrio pun mulai duduk, sambil bersila menyatukan Telapak Tangan nya,lalu memusat kan Tenaga Dalam nya di antara ke Dua Alis nya, selang beberapa Menit dari Tubuh Satrio keluar sinar Emas ke Merahan.


Sinar itu membentuk sebuah Rompi Perang dengan ukiran burung Phoenix di sebelah Kanan Pundak nya dan ukiran Naga di Pundak sebelah Kirinya dan menyatu dengan tubuh satrio.


Setelah proses penyatuan selesai Satrio pun merasa tubuh nya lebih Kekar dan Kuat dari sebelum nya.


Lalu Satrio pun memejam kan Mata nya mencoba memanggil Ningsih, penguasa di Hutan Abadi.


Seketika muncul Kabut Putih yang tebal dan dari balik kabut itu muncul sosok Ningsih,Wanita yang cantik jelita.


Lalu dengan Nada yàng Manja memanggil, "Kang Mas.. ada apa, memanggil Ningsih?"


Satriopun membuka Mata nya lalu berkata pada Ningsih,Ningsih Kakang boleh minta tolong sama Ningsih,


Satrio pun mengutara kan apa yang satrio minta,Kang Mas minta Senjata terbaik, yang terbuat dari Besi dalam jumblah yang banyak.


"Ningsih yang masih bingung dengan apa yang satrio minta, mengeluarkan 1000 senjata Perang yang berupa Tombak dan Pedang terbaik dari dalam Cincin nya."


Setelah itu Satrio memasukkan 500 Senjata ke dalam Cincin nya juga dan menyisakan 500 Senjata lagi di luar, lalu Satrio pun meminta Ningsih agak menjauh dari Satrio.


Ningsih yang masih penasaran pun, mengikuti apa yang di bilang Satrio.


Setelah ningsih menjauh, Satrio pun memasang sebuah Perisai Dinding Maya, yang membungkus Diri nya beserta 500 senjata perang, berupa Pedang dan Tombak.


Lalu dengan Tenaga Dalam nya, Satrio menggerak kan semua Senjata ke seluruh Tubuh nya dan membuat Senjata itu Menyerang nya.


Ningsih pun jadi sangat hawatir dengan apa yang ingin di lakukan Satrio, namun Satrio terlebih dahulu memberi isyarat kepada Ningsih, agar jangan hawatir.


Semua akan berjalan dengan baik, Lalu satrio pun segera bersiap menggunakan ke kuatan ilmu Raga Baja nya dengan ke kuatan penuh, Karena Satrio tau Senjata Perang yang di beri Ningsih.

__ADS_1


Bukan Senjata sembarangan, Semua nya Pusaka-pusaka yang terbuat dari bahan-bahan pilihan dan besi kualitas terbaik.


Lantas Satrio setelah selesai mengaktifkan ilmu Raga Baja nya,segera melambaikan Tangan nya dan seketika semua Senjata Terbang dengan ke cepatan penuh ke arah Tubuh Satrio.


"Ningsih pun jadi semakin hawatir, tanpa sadar Air Mata nya jatuh menetes, membasahi pipi nya. takut dia akan ke hilangan Satrio untuk selama nya."


Namun pada Akhir nya semua Senjata Pusaka-pusaka, Tingkat Tinggi itu tidak mampu menggores Tubuh Satrio, justru malah hancur berkeping-keping.


Kini Ningsih menjadi bahagia karena apa yang di takut kan nya, tidak menjadi ke nyataan.


"Satrio yang mengetahui apa yang di pikir kan Ningsih sehingga sampai membuat Ningsih menangis,tiba-tiba muncul di samping Kanan Ningsih.


Lalu menghapus Air Mata Ningsih, yang menetes di pipinya. dengan jari nya, sembari Mengatakan kenapa Nyimas menangis? kan sudah Kakang bilang semua akan baik-baik saja."


Ningsih pun jadi bingung mau jawab apa, sembari menundukkan wajah nya terus. Satrio pun yang mengerti kalau ningsih menaruh rasa suka terhadap nya,


langsung menyandar kan kepala ningsih ke bahu kanan nya, sambil berkata Kakang tidak akan membuat Nyimas bersedih lagi.


Seketika wajah ningsih pun jadi Merah Merona rasa malu juga senang sedang berkecamuk di hati nya,


Emm. . . . ningsih pun mencoba mengalih kan Topik pembicaraan nya,Satrio yang mengerti melihat ningsih salah tingkah tertawa kecil.


Lalu Satrio pun membisikkan sesuatu ke Telinga Ningsih,Ningsih Terima kasih telah menemani Kakang selama ini, Kakang berharap Ningsih akan selalu di sisi Kakang,Selama nya.


**Yo.. Mohon dukungan buat para pembaca


Beri Kritik dan Saran


juga jangan lupa


Like & Vote nya


Thank you**

__ADS_1


__ADS_2