MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Hilang nya Kutuk kan


__ADS_3

Setelah Satrio pulih dari luka Tenaga Dalam nya,Satrio segera mendatangi Nenek Sihir yang sudah tergeletak tak berdaya,begitu juga dengan Paman Patih Reksa Dana.


Lalu Paman Patih,"Ngger kasihan Nenek ini,apa tidak sebaik nya kita lepas kan saja dia,toh dari awal kita tidak pernah ada masalah sama dia, lagian ada urusan yang lebih penting yang harus segera kita selesai kan."


Satrio,iya benar Paman,aku pun berpikir seperti itu,tapi sebelum kita pergi, Paman,seperti biasa aku akan mengembalikan Hutan ini seperti semula.


"Paman Patih,baik lah Ngger."


Lalu,Satrio terbang ke Angkasa dan berhenti di Udara,setelah itu Satrio menggerak kan Tangan nya,dengan Tujuh gerak kan berbeda.


Seketika muncul lah Cahaya seperti Pelangi berbentuk bulat. "Nenek sihir yang bingung dengan apa yang di lakukan Satrio,bertanya pada Patih Reksa Dana,apa yang akan di lakukan bocah itu?


Cepat kalian bunuh saja aku,lebih baik aku Mati dari pada harus jalani hidup seperti ini, "Pati Reksa Dana,hu....,dasar Nenek gila,siapa yang mau membunuh mu,Cepat atau lambat kau juga akan mati dan apa yang ingin di lakukan Satrio kau juga akan tau sendiri sebentar lagi."


Nenek Sihir,langsung terdiam, mendengar apa yang di kata kan Patih Reksa Dana,memang benar sih cepat atau lambat diri nya akan Mati,mati ke habisan Darah atau mungkin saja di makan Hewan Siluman yang pernah di kendali kan nya.


Saat ini Nenek Sihir,hanya bisa pasrah,menunggu ke Matian menjemput nya sembari sambil memejam kan Mata nya.


Sementara itu,cahaya seperti Pelangi,berbentuk bulat yang di ciptakan Satrio,pecah menjadi seperti Tetesan Hujan.


Saat Tetesan Cahaya seperti Pelangi jatuh membasahi tempat di mana terjadi pertarungan antara Satrio dan Nenek Sihir juga ke Tempat yang banyak Hewan Siluman tewas,akibat perbuatan Nenek Sihir.


Semua kembali seperti sedia kala,yang matipun hidup kembali,seolah tidak pernah terjadi pertarungan di Hutan itu.


"Nenek Sihir,yang merasa kan kena Tetesan Hujan membuka Mata nya perlahan-lahan,lalu Nenek Sihir sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya sambil mengucek-ngucek Mata nya siapa tau yang di lihat nya ini Mimpi."


Namun setelah Nenek Sihir,mengucek-ngucek mata nya berkali-kali,hasil nya tetap sama,Hutan kembali seperti semula,bahkan yang lebih ajaib luka-luka yang di derita nya hilang tanpa bekas.


Tangan nya yang hancur pun sudah kembali seperti semula,tiada kurang Satu apapun,lalu Nenek Sihir mendatangi Patih Reksa Dana,yang lagi duduk santai di atas batang kayu,yang sudah patah dari Pohon nya.


Sembari bertanya Maaf Paman,di mana kah teman mu yang bertarung dengan ku? "Patih Reksa Dana,astaga kau barus san manggil aku Paman,pada hal kalau ku lihat-lihat,sambil berdiri dari duduk nya dan melihat Nenek Sihir dari Ujung Kaki sampai ujung Rambut."


Usia mu pasti sudah sangat banyak melebihi usia ku,apa kah pantas kau memanggil ku Paman, "Nenek Sihir,dengan rasa takut-takut memberani kan diri,Maaf Paman apa ada yang salah dengan kata-kataku sembari sambil menundukkan Kepala nya."


Patih Reksa Dana,melihat ekspresi Nenek Sihir yang tulus dan dengan Mata yang mulai berkaca-kaca se akan Hujan hendak Turun lalu mengalih kan topik pembicaraan,ya sudah lah terserah kau mau manggil aku,dengan sebutan apa.


Sambil terus pergi berjalan mondar-mandir,menunggu ke datangan Satrio,Hais..., bocah kunyuk kenapa belum muncul juga,dengan perasaan kesal.


Pucuk di cinta ulan pun tiba,baru di sebut,eh.. Satrio langsung nongol batang Hidung nya.

__ADS_1


se akan merasa tidak bersalah,maaf Paman,belum lama,kan menunggu,sambil tersenyum.


Paman Patih,Hais.. ya sudah lah mari kita berangkat,baru saja Satrio hendak melangkah kan kaki pergi bersama Paman Patih, "Tiba-tiba Nenek Sihir menghadang perjalanan Satrio dan Paman Patih,tunggu kisanak,teriak Nenek Sihir."


Paman Patih dan Satrio pun langsung berhenti,lalu Satrio,ada apa engkau menghentikan perjalanan kami,kita kan sudah tidak punya urusan lagi.


"Nenek Sihir,aaa.. aa...nu,bolehkah aku ikut dengan mu?"


Paman Patih,aapa kau mau ikut bersama kami dengan rasa tak percaya,"iya,Paman jawab Nenek Sihir."


Satrio lalu menggaruk-garuk Kepala nya,lalu bertanya,apa kah engkau tidak salah bilang,ingin ikut bersama kami.


Nenek Sihir,tidak kisanak,aku benar-benar ingin ikut,aku janji tidak akan menyusah kan kalian kok.


Satrio lalu melirik Paman Patih,"Paman Patih,ya sudah lah mari kalau kamu ingin ikut dengan kami."


Nenek Sihir,Oya Kisanak sebelum kita pergi supaya kita merasa tidak asing perkenal kan nama ku Kinarsih sambil mengulurkan Tangan,"Satrio pun juga langsung menyambut uluran Tangan Kinarsih,aku Satrio dan Paman ku ini nama nya Reksa Dana."


Lalu mereka berTiga pun berjalan,tanpa tau Arah tujuan menyusuri Hutan belantara,sepanjang Perjalanan Kinarsih diam saja sambil terus menunduk kan wajah nya.


Satrio yang melihat tingkah Kinarsih lalu membisik kan ke Telinga Kinarsih,udah jangan malu dengan ke adaan mu,aku tau ini bukan ke inginan mu.


"Satrio,mengangguk,pertanda iya mengetahui masalah apa yang yang sedang menimpah Kinarsih."


Lalu Kinarsih,apakah kau bisa menghilang kan kutuk kan ku ini,pinta nya kepada Satrio.


Lagi-lagi Satrio mengangguk,pertanda iya bisa menghilangkan kutukan yang menimpah Kinarsih,"Kinarsih pun langsung mengeluar kan Air Mata Bahagia,akhir nya setelah sekian lama aku bisa lepas juga,dari kutukkan ini."


Paman Patih,yang bingung dengan apa yang terjadi pada Kinarsih,bertanya pada Satrio,Ngger,ada apa sebenar nya,kenapa tiba-tiba Kinarsih menangis?


Satrio,anu Paman sebenar nya Kinarsih ini seorang Putri Raja,tapi karena dia di kutuk oleh penyihir jahat,makan nya jadi buruk rupa begini,"astaga,jadi begitu cerita nya."


Satrio,iya Paman.


Kinarsih,kanda Satrio tolong cepat bantu aku lepas dari kutukkan ini,pinta Kinarsih manja,aku sudah tidak sanggup lagi menahan kutukkan ini.


"Satrio,baik lah Kinarsih,tapi sebelum nya aku ingin bertanya apa kah,engkau sanggup dengan syarat nya untuk Melepas kutukkan itu? lalu Satrio berbisik ke Telinga Kinarsih."


Kinarsih,ha...., apakah tidak bisa kalau tidak seperti itu kanda,"Satrio menggeleng,"dengan Nafas berat,baik lah Kanda Kinarsih siap dengan yang kanda bilang.

__ADS_1


Lalu Satrio izin kepada Paman Patih,Paman seperti nya kita harus menunda sebentar perjalanan kita,untuk menghilangkan kutukkan Kinarsih.


"Paman Patih,baik lah Ngger lakukan apa yang menjadi ke wajiban mu sebagai seorang Tabib,lakukan yang terbaik."


Satrio,iya Paman,pasti aku akan lakukan yang terbaik,lalu Satrio menggerak kan Tangan nya,Tiga gerak kan yang berbeda,seketika Muncul Pusaran Teleportasi.


Kemudian Satrio,memanggil Kinarsih dan mengajak nya masuk ke dalam Pusaran Teleportasi,setelah itu Pusaran Teleportasi pun hilang dari Hadapan Paman Patih.


Dan Setelah beberapa Menit,Pusaran Teleportasi kembali terbuka,"Kinarsi terkejut dengan apa yang dia lihat,saat ini Kinarsih ada di depan Pintu Goa yang cukup Besar,lalu Kinarsih bertanya di mana kita saat ini kanda dan tempat apa ini sebenar nya?"


Satrio,oo.. ini Goa kosong,tempat yang akan ku gunakan untuk menghilang kan kutukan mu,tunggu sebentar di sini biar ku bersih kan di dalam,setelah selesai di bersihkan Satrio pun mengajak Kinarsih masuk ke dalam Goa.


"Kinarsi,sangat terkejut begitu masuk ke dalam Goa,tempat itu terang sekali tidak gelap dan sangat bersih,lalu Kinarsih bertanya kepada Satrio, kanda,kok bisa di dalam Goa ini terang benderang?"


Satrio,hemm.. itu karena aku telah memanggil Jutaan Kunang-kunang dari berbagai tempat untuk menerangi Goa ini.


"Kinarsih,tidak bisa bilang apa-apa lagi,Satrio penuh dengan kejuttan,lalu, kanda kapan mulai menyembuh kan ku,melepas kutukkan ini?"


Satrio,tunggu sebentar supaya tidak ada yang mengganggu saat proses penyembuhan,Satrio dengan ke Saktian nya,memasang Perisai Maya yang menutup Goa itu dari pandangan Makhluk apa saja,yang lewat atau yang ada di sekitar tempat itu.


Lalu meminta Kinarsih,untuk segera melepas baju nya dan Satrio duduk di belakang Kinarsih sembari menempel kan ke Dua tangan nya,guna menyalur kan Tenaga Dalam nya lalu setelah beberapa jam,Cahaya Hitam keluar dari Tubuh Kinarsih.


Dan Satrio pun menyedot Cahaya itu ke dalam Tangan nya,setelah itu Tubuh Kinarsih kembali seperti semula lalu Satrio menyuruh Kinarsih untuk memakai pakaian nya kembali.


Kini Kinarsih yang tadi buruk rupa sudah menjelma,menjadi sosok Wanita Cantik, yang ke Cantikkan nya tidak kalah sama Putri Ningsih.


Lalu Satrio pun,menggerak kan Tangan nya,Tiga gerakkan berbeda,seketika Pusaran Teleportasi kembali muncul dan Satrio memegang Tangan Kinarsih.


Mengajak nya masuk ke dalam Pusaran Teleportasi,lalu Pusaran Teleportasi pun menghilang dari Goa itu.


**Buat para pembaca Setia,Maaf ya up nya telat,soal nya saya ke Tiduran


Oya seperti biasa


Beri Kritik dan Saran


Like & Vote


TERIMA KASIH**

__ADS_1


__ADS_2