MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Pertarungan Sengit Bag 2


__ADS_3

Pemimpin perampok yang sudah bersiap dengan ilmu pamungkas nya,memerintah kan para pengawal setia nya juga para Petinggi perampok yang tersisa buat segera membunuh Satrio.


Dengan jurus andalan masing-masing,pengawal setia Pemimpin perampok dan para Petinggi perampok yang tersisa,segera melesat menerjang Satrio,bak anak Panah yang di lepas dari Busur nya.


"Satrio yang melihat serangan Tenaga dalam musuh nya yang mendekat,segera menghantam kan Jurus Tarian Petir nya."


"Swus.. swuus.. swuus.."


Kilatan Petir yang berbentuk Naga,segera menangkis Tenaga dalam musuh yang mendekat dan,


"Sruuf.. sruuf.. sruuf.."


Naga-naga petir yang Satrio ciptakan melahap,Tenaga dalam musuh yang mau menyerang Satrio kemudian Naga itu melilit Tubuh para pengikut perampok itu.


Tubuh yang terlilit Naga petir itu langsung gosong dan hancur,jeritan ke sakitan sebelum nyawa berpisah dari Tubuh,menggema di mana-mana,hanya dalam hitungan Menit para pengawal setia Pimpinan perampok.


Juga para Petinggi perampok tewas tak berbekas.


Kini yang tersisa hanya Pimpinan perampok saja,Pimpinan perampok sebenar nya takut dengan ke Saktian Satrio,namun sebagai seorang Pemimpin tak pantas rasa nya memohon belas kasihan,dengan suara bergetar.


Pimpinan perampok memberani kan diri,"hai pendekar misterius,jangan merasa senang dulu kau,meskipun semua pengikut ku sudah kau habissin,aku tidak akan menyerah padamu."


Satrio yang mendengar kata-kata Pemimpin perampok tertawa terbahak-bahak,lalu semua Naga petir yang Satrio ciptakan kembali kepada Satrio,kemudian Naga-naga petir itu, kembali masuk ke dalam Tapak Tangan Satrio.


Lalu Satrio duduk dengan santai nya,tanpa rasa jijik sedikitpun,berada di tengah-tengah Lauttan darah dari pasukan perampok yang Satrio bunuh sembari berkata,sudah lah cepat serang aku wahai Pemimpin perampok.


Aku sudah lelah untuk bertarung,jika kau tidak ingin menyerang ku,maka pergi lah secepat nya dari hadapan ku,dan jangan pernah kau tampakkan wajah mu di depan ku lagi atau aku akan membunuh mu.


"Pemimpin perampok yang mendengar apa yang di ucap kan Satrio,tidak habis fikir dengan apa yang di lakukan Satrio,bisa-bisa nya Satrio melepas kan diriku yang sudah banyak melakukan ke jahatan."


**


Di lain tempat Panglima Siluman dan para gadis yang di sandera,keluar dari gedung penjara terus bergegas mencari Satrio,Panglima Siluman tahu Satrio pasti akan marah,tapi tidak ada pilihan lain,mau sampai kapan dan brapa lama lagi menunggu Satrio datang menjemput.

__ADS_1


Sebelum Panglima Siluman,mencari ke beradaan Satrio,Panglima Siluman megedarkan pandangan Mata nya guna menerawang di mana sebenar nya Satrio berada,selang beberapa Menit akhir nya Panglima Siluman menemukan ke beradaan Satrio.


Selain Satrio yang Panglima Siluman lihat,masih ada Satu orang lagi yang berdiri tidak jauh dari Satrio dan yang lebih mengejutkan Panglima Siluman,Satrio duduk di tengah-tengah Lauttan Mayat yang tewas mengenaskan.


Setelah selesai menerawang,Panglima Siluman memutus kan untuk segera menghampiri Satrio dalam benak Panglima Siluman,"apa sebenar nya yang terjadi sama Tuan Pertapa dan siapa Pria yang berdiri tidak jauh dari Tuan Pertapa?"


Kemudian tanpa banyak kata,Panglima Siluman segera pergi untuk menghampiri Satrio bersama para gadis yang menjadi tawanan para perampok,dengan jurus berpindah tempat nya.


Sesampai nya Panglima Siluman dan para gadis yang menjadi tawanan para perampok,di tempat Satrio duduk Santai,Panglima Siluman langsung bergidik ngeri dengan pemandangan yang dia lihat di depan Matanya.


"Busyeeeet..''


Apakah yang membunuh semua mayat ini adalah Tuan Pertapa ya?


Panglima Siluman tidak habis pikir,Satrio yang masih sangat muda,sudah memiliki ke saktian yang luar biasa Tinggi,sehingga mampu membunuh kawanan perampok sebanyak ini.


Sedangkan para gadis yang bersama Panglima Siluman,sepontan langsung muntah-muntah melihat begitu banyak mayat yang tewas dengan cara yang sadis,Kepala pisah dari tubuh,Badan terbelah Dua dan masih banyak lagi yang lain,yang jelas anggota Tubuh terpisah-pisah.


Namun hal yang tak terduga terjadi,baru Lima langkah Satrio bersama Panglima Siluman dan para gadis yang di tawan perampok pergi,Pimpinan perampok menyerang Satrio dari belakang menggunakan Tombak beracun ,Pusaka andalan nya.


Tapi sebelum Tombak beracun pusaka Pimpinan perampok itu mengenai Satrio,


Panglima Siluman yang secara tak sengaja menoleh ke belakang,langsung berteriak,


awas Tuan Pertapa,Satrio yang sudah tau bahwa Pimpinan perampok akan membunuh nya.


Langsung menangkap Tombak itu dengan mudah nya dan melempar nya kembali ke Pemimpin perampok,pimpinan perampok yang tidak menduga akan berakhir buruk,tidak sempat mengelak dan akhir nya Tombak pusaka ke banggaan nya menembus perut nya sendiri.


"Aaarrkkhh..,"


Teriak Pemimpin perampok,lalu Satrio menghilang dari tempat nya dan muncul tepat di depan Pimpinan perampok,Pimpinan perampok sontak kaget dengan ke datangan Satrio,lalu pimpinan perampok berkata cepat kau bunuh aku,agar aku segera terbebas dari Racun Tombak pusaka ku ini.


Tapi sebelum kau membunuhku uhukk.. uhukk.. pimpinan perampok batuk mengeluar kan darah beracun,ba.. ba.. bagaimana mungkin kau bisa bertahan sudah terkena Racun Tombak pusaka ku,Saat kau menyentuh nya.

__ADS_1


Satrio hanya tersenyum mendengar pertanyaan pimpinan perampok,kemudian berbisik ke Telinga pimpinan perampok,"perlu kau tahu racun mu tidak mempan terhadap ku,karena Tubuh ku adalah Tubuh beracun."


Mendengar apa yang di ucap kan Satrio,Pimpinan perampok langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan banyak darah yang sudah tercampur Racun dan langsung tewas seketika dengan Mata melotot.


kemudian Satrio kembali menghilang dan muncul di dekat Panglima Siluman dan para gadis yang di tawan,setelah Satrio dan yang lain nya sudah keluar dari area markas perampok,Satrio berpesan kepada Panglima Siluman.


"Hai Panglima Siluman,kembali kan para gadis ini ke tempat asal nya,dan sampai kan salam ku kepada Raja mu,aku akan segera melanjut kan perjalanan ku dan kita berpisah sampai di sini."


Sendika Tuan Pertapa,pesan Tuan Pertapa akan aku sampai kan kepada Raja ku dan para gadis ini akan aku antar ke Rumah nya masing-masing.


Selesai Panglima Siluman berbicara,Satrio langsung menghilang dari hadapan Panglima Siluman dan kembali menyusuri Hutan Lelembut,guna mencari Tanaman obat yang usia nya Ribuan atau Ratussan Tahun.


**


Sepeninggalan Satrio,Panglima Siluman segera mengantar para gadis yang di tawan perampok,kembali ke rumah nya masing-masing,kemudian setelah semua selesai Panglima Siluman kembali ke Kerajaan Siluman dan menyampai kan Salam nya Tuan pertapa dan menceritakan apa yang terjadi dengan Markas perampok.


"Raja Siluman dan seluruh Petinggi Kerajaan Siluman,merasa takjub sekaligus takut dengan ke Saktian Satrio yang tidak bisa di tebak,kemudian Raja Siluman berkata di masa yang akan datang,akan banyak perubahan yang di buat Manusia Pilihan itu."


Bersyukur lah kita Kaum Siluman yang tidak menjadi musuh nya,sebab kalau kita menjadi musuh Tuan Pertapa itu,sudah dapat di pastikan Kerajaan kita akan binasa sama seperti markas perampok yang di ceritakan oleh Panglima Siluman.


Buat para pembaca setia


terima kasih masih mengikuti


cerita ini,


oya mohon dukungan nya


jangan lupa Like & Vote nya


beri Kritik dan Saran nya ya.


Sampai jumpa lagi 😊😊

__ADS_1


__ADS_2