
Teringat apa yang di lakukan nya,belum lama ini yang mengutuk seorang kakek paruh baya,sosok seram penghuni pohon buah beracun,kaki nya jadi gemetaran dan keringat pun membasahi wajah nya.
Dan dengan suara yang gemetaran lalu menjawab,bahwassan nya memang dia lah yang membuat Paman Satrio terbaring tak berdaya.
"Huuff..,Satrio menghela nafas berat,mendengar pengakuan dari penghuni pohon buah beracun dan raut wajah nya pun berubah jadi masam".
Melihat perubahan wajah Satrio, sosok seram penghuni buah beracun,langsung lemas,dan jatuh berlutut, sembari memohon ampun kepada Satrio,ampun tuan pendekar,hamba tidak sengaja membuat kerabat tuan pendekar jadi terluka.
"Mendengar pengakuan dari makhluk seram penghuni,pohon buah beracun,Satrio menghela nafas berat,kemudian berkata sudah tidak perlu memohon maaf sampai seperti itu,dari awal mula kita juga tidak punya masalah,jadi sudah mari kita akhiri saja pertarungan ini".
Dan aku juga memohon maaf,atas kelancangan Paman ku,karena sudah hampir membuat mu sampai celaka.
"Mendengar apa yang di Katakan Satrio,sontak membuat makhluk seram penghuni pohon buah beracun,jadi takjub,pasal nya setelah ratussan tahun dia bertapa,akhir nya dia menemukan sosok yang selalu di bicarakan guru nya, sewaktu guru nya belum mokswa di hutan Sendang Kahuripan".
Makhluk sosok seram penghuni pohon buah beracun pun, kembali teringat kenangan yang sudah lama berlalu saat guru nya, yang paling dia hormati masih belum mokswa.
Guru nya pernah berpesan kepada nya, "Murid ku, jika suatu saat nanti,engkau bertemu dengan pendekar yang berilmu tinggi, yang memiliki sikap rendah hati dan tidak sombong serta memiliki akhlak yang baik, hormati dia layak nya
Engkau menghormati gurumu ini, dan jadi lah pengikut nya, serta ikutti segala perintah nya jangan membantah ataupun memusuhi nya. "
Teringat pesan guru nya itu,sosok seram penghuni pohon buah beracun, tanpa sadar menetes kan air mata nya, lalu berkata dengan suara pelan namun sangat jelas terdengar, sudikah kira nya Tuan pendekar menerima ku menjadi pengikut mu.
"Huuuufff.... "
Mendengar apa yang di ucap kan sosok penghuni pohon buah beracun,Satrio menghela nafas berat, sembari sambil memijat-mijat kepala nya yang mendadak sakit, lalu dalam hati kecil nya, lah kok jadi gini, haizz... ya sudah lah,tidak ada salah nya juga aku punya pengikut.
Lalu Satrio mendekati sosok penghuni pohon buah beracun yang masih berlutut, sembari berkata,baik lah aku terima kau jadi pengikut ku, berdiri lah, tidak usah berlutut lagi.
"Mendengar apa yang di ucap kan Satrio, sosok penghuni pohon buah beracun, sontak kegirangan sambil terus mengucap kan terima kasih tuan pendekar, berulang-ulang kali".
__ADS_1
Hem.. Satrio, berkata sudah, sudah, sudah tidak perlu berterima kasih, sambil menepuk-nepuk bahu sosok penghuni pohon buah beracun, dan tiba-tiba saja ke ajaib ban pun terjadi, sosok seram penghuni pohon buah beracun, langsung di selimuti cahaya ke emassan dan asap hitam yang berbau busuk pun keluar dari tubuh nya.
Kemudian sosok seram penghuni pohon buah beracun,menjelma jadi sosok pria berjubah putih yang tampan rupawan namun ada yang berbeda telinga nya agak runcing tidak sama dengan manusia.
"Melihat apa yang terjadi dengan pengikut baru nya, Satrio langsung bertanya siapa kau sebenar nya, dan makhluk apa kau sebenar nya".
Sambil tersenyum pengikut baru Satrio menjelas kan asal usulnya, maaf tuan pendekar jika, saya membuat tuan pendekar terkejut, perkenal kan nama ku Sembada, aku berasal dari bangsa peri.
Inilah wujud ku yang asli, aku berubah jadi makhluk seram,itu karena ke salahan ku dalam berlatih ilmu.
"Mendengar penjelassan dari Sembada, Satrio hanya mengangguk-anggukan kepala nya, lalu berkata, baik lah sudah cukup penjelassan nya, ayo ikut dengan ku, aku harus segera menyembuh kan Paman ku".
Siap tuan ku, jawab sembada, sembari menghilang bersama Satrio kemudian muncul di tempat Paman Patih terbaring tak berdaya.
Kemudian Satrio bertanya kepada Putri Kinarsih,bagaimana ke adaan Paman kinarsih, "Eh kanda",mengaget kan aku saja,Paman masih belum sadar kanda sembari menangis.
Melihat Putri Kinarsih menangis, Satrio berkata sudah, sudah, kanda akan segera menyadar kan Paman, Kinarsih jangan menangis lagi ya, "Iya kanda, jawab Kinarsih".
Setelah lebih 5 menit berlalu,asap hitam pekat bercampur aroma bau busuk,keluar dari tubuh Paman Patih, serta dari tubuh Paman Patih juga keluar cairan hitam yang sama persis dengan asap hitam yang mengeluar kan bau busuk.
Selanjut nya selesai cairan hitam keluar,perlahan tapi pasti jemari tangan Paman Patih mulai bergerak-gerak lalu kemudian Paman Patih membuka mata nya yang terpejam dan "Ngger, kapan datang,apa kah kau berhasil mencari bahan obat nya".
Satrio menganggukkan kepala nya,iya Paman aku sudah berhasil mendapat kan bahan obat nya.
Kemudian Paman Patih melihat Kinarsih, terima kasih cah ayu,sudah menjaga Paman,dan maaf sudah membuat Kinarsih repot selama Paman sakit.
"Tidak apa-apa Paman, Kinarsih tidak merasa di repot kan kok".
Lalu pandangan Paman Patih tertuju kepada pemuda yang ada di belakang Satrio, Ngger,siapa pemuda yang ada di belakang mu.
__ADS_1
Ooo. . . nama nya, Sembada Paman, dia makhluk peri, yang sekarang jadi pengikut ku.
"Haaaaaa.....aaaa.... "
Sontak Paman Patih dan Kinarsih terkejut,aa.. apa.. bagaimana mungkin Makhluk peri bisa jadi pengikut mu.
"Sudah lah Paman nanti akan ku jelas kan semua, yang terpenting sekarang,Paman harus segera memulih kan diri Paman dulu, oke, sembari memberikan pil penyembuh yang Satrio buat sendiri,sewaktu di hutan Lelembut".
Baik lah Ngger,lalu Paman Patih segera berkultivasi guna mengembali kan kekuatan nya,setelah 1 jam berlalu,kekuatan Paman Patih pun kembali pulih seperti sedia kala dan bukan hanya itu saja,kekuatan Paman Patih pun bertambah menjadi puluhan kali lipat.
Paman Patih pun sangat senang karena kekuatan nya bertambah jadi lebih kuat dari sebelum nya, lalu tanpa banyak kata Paman Patih langsung keluar dari tempat dia sakit dan segera mencoba ke kuatan baru nya di luar rumah peristirahatan nya.
Mulai dari latian jurus-jurus silat nya,kemudian mengukur seberapa kuat tenaga dalam nya saat ini.
Untuk mengukur kekuatan tenaga dalam nya,Paman Patih mencari pohon yang paling besar,kemudian menusukan jari telunjuk nya dan
Zzluuupp.. "
Pohon besar itu langsung hancur jadi debu,
melihat kekuatan nya yang mengerikan,Paman Patih tertawa terbahak-bahak.
***
Oya buat pembaca yang masih setia
menunggu cerita saya terbit
Terimah Kasih
__ADS_1
Oya jangan sungkan beri kan kritik dan saran anda 😊😊