
Permana menggeleng kan Kepala nya, pertanda ia tidak tau tempat yang di cari Satrio,Satrio pun menghela Nafas.
"huff.. huff..,"
Satrio ya sudah lah kalau engkau tidak tau,tidak mengapa,aku akan melanjut kan perjalanan ku,namun sebelum itu, tunjukkan ke Arah mana aku harus pergi,untuk menghancur kan Markas perampok itu?
**
Permana,Silah kan Tuan Satrio berjalan ke Arah Barat tapi apakah Tuan Satrio yakin mau pergi sendiri,"Satrio,iya aku sangat yakin,lagian kau juga tidak akan bisa membantu ku sebab di kampung ini,masih banyak yang mau kau urus."
Permana,benar sih yang Tuan katakan,maaf kan saya Tuan,karena saya tidak bisa membantu Tuan,dan terima kasih karena Tuan mau membantu kami untuk lepas dari teror para perampok itu.
"Satrio,permana sudah lah tidak usah di bahas lagi dan Satu lagi jangan panggil aku Tuan,usiaku sama usia mu,mungkin lebih tua usia mu."
Oh ya sebelum aku pergi,aku minta kepada mu Permana,ganti kan Kepala Suku,"Permana,apa aku jadi Kepala Suku,apa tidak salah Tu.. eh.. Satrio?"
Apa yang kau dengar tidak salah,menurut ku,kau lah yang pantas jadi pemimpin di kampung ini,ingat Permana jaga kampung ini dengan baik,dan jadilah Pemimpin yang baik.
"Permana,baik Satrio aku janji akan menjaga kampung ini dan jadi Pemimpin yang baik,tapi.. tapi.. Satrio,bagaimana dengan Pengikut setia Kepala Suku yang kita tangkap?"
Ooo...,
Satrio,aku hampir lupa lalu Satrio mendatangi pengikut setia Kepala Suku,dan berkata pelan kepada mereka,"Kalian semua mau ku bunuh atau mengabdi kepada Permana Kepala Suku yang baru,dengan wajah serius nya dan tatapan membunuh."
Serempak....,pengikut setia Kepala Suku yang lama langsung menjawab,jangan bunuh kami,kami akan mengabdi kepada Kepala Suku yang baru,Satrio pun kembali tersenyum.
Dengan senyum nya yang jahat,Satrio,baik lah jika itu pilihan kalian,tapi ingat jika kalian coba berkhianat akan ku bantai semua orang yang berhubungan dengan kalian.
Lalu Satrio melangkah menjauh,dari pengikut Kepala Suku yang lama dan mendatangi Permana.
Sedang kan pengikut Kepala Suku yang lama merasa lega,setelah di tinggal Satrio,dalam Hati mereka,serempak berkata,"Hampir saja,sungguh mengerikan orang yang bernama Satrio itu,hanya menatap Mata nya saja sudah hampir mati kami di buat."
**
Satrio lalu pamit kepada Permana,Permana aku sudah harus pergi,mungkin suatu saat kalau kita berjodoh kita akan bisa duduk bersama sambil minum Teh.
Lalu Satrio tiba-tiba hilang dari pandangan Permana,seperti di telan Bumi,lenyap begitu saja.
__ADS_1
Sontak Permana dan semua orang yang ada di tempat itu,kaget,takut,takjub pokok nya Suasana semua orang ada di situ bercampur aduk.
**
Di lain tempat Satrio muncul di tempat yang lumayan jauh dari kampung misterius.
"Huff.. huff.."
Akhir nya selesai juga Satu masalah,tinggal cari di mana markas perampok itu,Satrio pun terus melangkah kan kaki nya ke Arah Barat.
Namun lagi-lagi,belum jauh Satrio berjalan,Satrio mendengar suara orang minta tolong,dan Satrio pun langsung bergegas mencari dari mana asal suara minta tolong itu.
Tidak butuh waktu yang lama Satrio langsung menemukan asal suara orang minta tolong tersebut,namun Satrio tidak langsung mendekat,Satrio mengamati dulu situasi nya,apa yang sebenar nya terjadi.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh,Satrio melihat laki-laki dan perempuan,yang sedang di ganggu anggota perampok yang di tugas kan,untuk mencari tau apa yang terjadi di kampung misterius?
Laki-laki yang di ganggu kawanan perampok itu kira-kira sudah umur 40 Tahunan sedang kan wanita nya,masih sangat muda menurut perkiraan Satrio,usia nya sekitar 18 Tahunan sama seperti usia Satrio saat ini.
"Laki-laki yang jadi korban beberapa anggota perampok,berusaha mati-matian menjaga putri semata wayang nya,namun apa lah daya ke kuatan nya dengan para perampok bagai Langit dan Bumi."
Putri pria paruh baya itu,hanya bisa pasrah berharap terjadi ke ajaiban sembari memejam kan Mata nya.
"Para perampok yang melihat putri pria paruh baya itu pasrah langsung bersiap-siap memperkosa nya namun sebelum hasrat tersampai kan."
"Arkh.. arkh.. "
Teriak beberapa anggota perampok, yang hendak menyalur kan syahwat nya,mati dengan Kepala bolong tertembus Batu kecil,yang di lempar Satrio dari jarak jauh.
Pimpinan tim anggota perampok dan anggota nya yang masih hidup,langsung bersikap waspada dan mengamati sekeliling mereka.
Lalu Pimpinan perampok itu berteriak,hai siapa kau berani menyerang kami,tunjuk kan diri mu jangan bersembunyi?
"Satrio yang masih di dalam persembunyian nya tidak menggubris kata-kata Pimpinan perampok itu,dan terus membunuh para nggota perampok yang masih tersisa,hingga tinggal Pimpinan perampok nya saja yang yang tersisa dan masih hidup."
Pimpanan perampok yang melihat semua bawahan nya tewas mengenas kan,langsung berkeringat Dingin dan Jantung nya pun berdetak sangat kencang,sembari melihat ke sekeliling nya mencari di mana orang yang membunuh anggota-anggota nya.
Pimpinan perampok yang masih mencari ke beradaan Satrio,Sontak terkejut,bahkan sampai terjatuh,ketika melihat Satrio muncul secara tiba-tiba di belakang nya.
__ADS_1
"Satrio dengan santai nya,berkata cari apa Paman,kok dari tadi liat ke sana ke mari,pusing jadi aku ngeliat nya."
Pimpinan perampok,siapa kau?
"Satrio,haiz.. masa Paman tidak tau,bukan nya Pimpinan Paman, memerintah kan kepada Paman untuk mencari ku."
Pimpinan perampok,jad.. jad.. jadi kau,orang yang membuat Kepala Suku di kampung itu tewas?
"Satrio,ya begitu lah Paman jawab Satrio dengan santai dan merasa tak bersalah."
Pimpinan perampok itu tidak bisa berkata-kata lagi,dengan segenap ke mampuan nya dia mencoba melawan Satrio,namun belum sempat pimpinan perampok itu bergerak,Satrio sudah membunuh nya terlebih dahulu.
**
Lalu berkata,"hai cewek yang menutup Mata semua sudah selesai cepat buka Mata mu,apa lagi yang kau tunggu."
Putri pria paruh baya itu membuka Mata nya perlahan dan setelah Mata nya terbuka,putri pria paruh baya itu sangat terkejut,melihat semua kawanan perampok yang hendak berbuat jahat padanya,tewas bersimbah Darah.
"Aaah.. ini,ini bagaimana mungkin apa yang sebenar nya terjadi lalu,wanita itu pingsan karena melihat banyak jasad perampok itu tewas mengenaskan dengan Mata melotot."
Satrio yang melihat wanita itu langsung pingsan segera membawa wanita itu dan Ayah nya pergi menjauh dari tempat itu.
***Buat para pembaca,terima kasih buat semua dukungan nya
dari mulai like,vote,komen juga kritik dan rate nya.
Penulis tidak bisa membalas semua dukungan para pembaca Satu persatu.
penulis hanya bisa ucap kan
Terima Kasih
sebanyak-banyak nya.
Oya terus ikuti cerita ini,jangan pernah bosan,ambil,masukan dalam Hati pesan yang baik dan abai kan sesuatu yang buruk.
buat para pembaca semangat,kalian semua pemenang. 😊😊***.
__ADS_1