
Semenjak bau anyir Darah menyebar ke segala area markas perampok,Panglima Siluman,menjadi sangat panik,ke khawatiran mulai melanda hati nya.
Panglima Siluman yang sangat khawatir,berjalan mondar-mandir,pikiran-pikiran aneh mulai merasuk ke Kepala nya,ingin rasanya dia keluar dari tempat di mana gadis-gadis kampung misterius di tawan.
Namun saat dia hendak melangkah kan kaki nya keluar,Panglima Siluman teringat kata-kata yang Satrio ucap kan,Panglima Siluman pun mengurung kan niat nya,untuk keluar mencari tau apa yang sebenar nya terjadi di luar tapi dia takut kalau sampai Tuan Pertapa atau Satrio marah.
Pada akhir nya Panglima Siluman,memutus kan untuk menunggu sampai Satrio datang,Panglima Siluman yakin kalau Satrio yang di sebut Manusia pilihan di Kerajaan Siluman,pasti bisa menghadapi para perampok.
**
Di tempat yang jauh dari Markas perampok menawan para gadis,Satrio yang duduk di bangunan tertinggi markas perampok sambil melihat pasukan perampok yang tewas dengan kondisi mengenaskan,tersenyum bahagia.
"Para perampok yang melihat ekspresi Satrio selesai membunuh,pada mengerut kan Alis nya,pasal nya Satrio terlihat sangat puas dan sangat menikmati dengan pembunuhan yang di lakukan nya."
Pimpinan perampok yang jarang terlibat dengan permasalahan anggota-anggota nya, kini memandang Satrio dengan ngerih,anak semuda Satrio sudah jadi pembunuh yang sangat mengerikan.
Sementara dengan Satrio,dengan suara lantang dia berkata"hai para perampok,siapa lagi yang berani lagi,mari kita bertarung,tunjukkan semua ke saktian kalian."
Mendengar kata-kata Satrio yang mempropokasi,beberapa Petinggi perampok mulai emosi dan tanpa ragu langsung menyerang Satrio dengan jurus-jurus andalan nya.
Dari 30 Petinggi perampok,10 orang di antara nya yang berhasil Satrio propokasi,Sepuluh Petinggi perampok ini,menyerang dengan gencar tanpa memberi kan Satrio jedah buat istirahat.
Waktu terus berlalu,tak terasa Satrio dan Sepuluh Petinggi perampok uda bertukar jurus Puluhan kali,namun walau Satrio sudah tampak ke walahan,ke Sepuluh perampok belum juga berhasil menjatuh kan nya.
Dan yang aneh nya lagi,Satrio yang di serang membabi buta ini tidak pernah menyerang lawan nya,Satrio hanya menangkis dan menghindar,hal itu membuat ke Sepuluh Petinggi perampok ini,menjadi sangat emosi.
Ke Sepuluh Petinggi perampok ini merasa telah di pandang remeh oleh Satrio,Lalu di antara yang ke Sepuluh Petinggi perampok ini mendatangi Petinggi perampok yang pertama kali turun dan menyaksi kan dari dekat,pembantaian yang mengerikan.
Salam Kakak Tengkorak Hitam,ucap salah Satu dari Sepuluh orang Petinggi perampok yang menyerang Satrio,kemudian Petinggi perampok itu bilang,kakak Tengkorak Hitam uda saat nya,mari kita gunakan,
"Formasi Sebelas Langkah Pembunuh"
__ADS_1
Sontak para Petinggi perampok yang tidak ikut menyerang,terkejut serempak,aaapaa,"bukan kah itu formasi yang menakutkan,setahu ku belum pernah ada yang selamat dari serangan formasi itu,"cetus salah Satu petinggi perampok yang belum ikut dalam menyerang Satrio.
**
Satrio yang mendengar pembicaraan para Petinggi perampok itu,sembari menangkis dan menghindari serangan mematikan dari Sembilan Petinggi perampok yang menyerang nya secara membabi buta,"hem.. Formasi Sebelas Langkah Pembunuh,ke dengaran nya menarik ni.
Sembilan Petinggi perampok yang menyerang Satrio mundur,bergabung sama pendekar Tengkorak Hitam lalu mereka menyatukan Tenaga dalam mereka menjadi Satu dan membentuk sebuah Formasi menyerang yang kuat.
Setelah formasi terbentuk ke Sebelas petinggi perampok itu menyerang dari segala arah,bukan hanya serangan nya aja yang jadi lebih akurat dan tajam tetapi pandangan Mata mereka pun jadi Satu,sehingga mereka bisa melihat apa yang di lihat teman-teman mereka.
Cukup sadis formasi serang nya,Satrio yang dari awal bertarung sama para Petinggi perampok cuman menghindar dan menangkis,kini menjadi lebih serius.
Sebelum Satrio mengeluarkan beberapa jurus pamungkas nya,Satrio ingin mencari tau titik terlemah dari formasi yang di lakukan para Petinggi perampok.
Satrio berlari dengan cepat mengelilingi para Petinggi perampok yang membuat formasi penyerangan dan menyerang mereka dari segala arah,putaran yang Satrio buat semakin lama semakin kencang,sehingga membuat lingkaran.
Yang mampu membuat para Petinggi perampok yang memakai Formasi Sebelas Langkah Pembunuh ke walahan,bahkan formasi yang mereka ciptakan tidak mampu menembus lingkaran yang Satrio buat.
Begitu formasi yang di buat pakai Tenaga dalam hancur,ke Sebelas Petinggi perampok dengan sendiri nya tewas akibat luka dalam yang teramat parah.
**
Di sisi lain dari arena yang menjadi tempat pertarungan,para Petinggi perampok yang tersisa bak di sambar Petir di Siang bolong, soal nya sulit untuk percaya,formasi serangan yang sudah menggempar kan di kalangan pendekar,baik aliran Putih mau pun aliran Hitam,di patah kan dengan muda.
"Satrio yang sudah mengalah kan Sebelas Petinggi perampok,merasa bosan karena tidak ada lagi yang menyerang nya,jadi Satrio ber inisiatif menyerang deluan."
Sebab membiar kan para perampok hidup sama aja meninggal petaka,bisa jadi kelak,setelah mereka bertambah kuat,mereka kembali membuat kerusakkan yang lebih besar lagi.
Satrio yang ingin membunuh semua perampok yang tersisa mengeluarkan jurus Petir,Satrio menggerakkan Tangan nya Tujuh gerakkan yang berbeda.
Seketika Langit yang awal nya cerah kini berubah jadi gelap,Petir mulai menyambar-menyambar Satrio mengeluar kan jurus Petir nya,tingkat ke Dua,
__ADS_1
"Jurus Tarian Petir"
Dari ke Dua Tapak Tangan Satrio,keluar 50 Petir berbentuk Naga sepanjang 2 Meter,gabungan Tiga Petir,petir Kuning,Biru dan Putih.
Petir yang berbentuk Naga itu memutari tubuh Satrio,seolah Satrio sedang berada di dalam Pusaran.
**
Apa yang di tunjukkan Satrio membuat para petinggi perampok yang tersisa jadi ciut nyali nya,sedang kan,Pemimpin dari para perampok langsung berkeringat dingin,pemimpin perampok tidak menyangka anak buah nya telah menyinggung Pendekar Sakti yang misterius.
Dengan suara yang di lapissin tenaga dalam,Pemimpin perampok bertanya kepada Satrio,"hai Tuan pendekar misterius,sebenar nya apa salah kami,sampai Tuan membunuh pengikut-pengikut ku?"
"Hahahaha...,"
Satrio tertawa terbahak-bahak,mendengar apa yang di tanyakan Pemimpin perampok,Cuih.. dasar perampok busuk,apa kau lupa dengan gadis-gadis kampung yang kau culik,juga yang Kepala Suku nya adalah bawahan mu?
"Mendengar apa yang di kata kan Satrio,Pemimpin perampok tidak bisa berkata apa-apa lagi,apa yang di bilang Satrio memang benar ada nya."
Tanpa banyak kata Pemimpin perampok itu, memerintah kan seluruh Petinggi perampok yang tersisa,juga pengawal-pengawal setia nya untuk segera bersiap menyerang Satrio dengan ke kuatan penuh.
Nasi sudah jadi bubur apa yang terjadi tak bisa di ulang kembali,melawan atau di bunuh dengan ikhlas oleh Satrio,cuman itu pilihan nya.
Buat para pembaca setia,terima kasih
masih mengikuti cerita ini.
maaf kalau up nya kali ini agak lama
soal nya baru ini waktu nya bisa santai megang hp.
oya beri saran dan kritik ya
__ADS_1
like,rate,vote juga boleh 😊😊