
Jutaan pukulan tangan raksasa yang terus keluar dari perut bumi,terus naik ke langit,akibat nya langit yang cerah terlihat seperti bolong-bolong,se olah-olah langit menjadi berlubang.
Sedang kan pendekar level tingkat legenda yang tersisa,mati-matian untuk menghindari jutaan pukulan tangan raksasa yang terus keluar dari perut bumi,sembari berteriak dengan suara yang lantang.
Tuan pendekar,aku menyerah,aku mohon ampuni aku,sambil terus menghindar lalu pendekar level tingkat legenda itu terjatuh dari udara,karena ke habisan tenaga dalam nya.
"Arrkkh"
Sial,knapa bisa begini ucap,pendekar tingkat legenda yang tersisa,sambil terus jatuh ke bawah dengan cepat.
Kini pendekar tingkat legenda yang tersisa pun pasrah menemui ajal nya yang ke dua kali nya,karena pada ke nyataan nya,sebenar nya semua pendekar yang di bunuh Satrio,sudah mati dari awal.
Cuman mereka semua di bangkit kan dengan jurus pembangkit,oleh kakek tua.
Saat detik-detik terakhir,pendekar tingkat legenda yang jatuh akan menabrak tanah,tiba-tiba saja,sesuatu yang tak pernah di duga terjadi,Satrio justru menyelamat kan pendekar terakhir yang tersisa.
Lalu perlahan,Mata Satrio yang berubah jadi merah darah,kembali normal,dan angin yang membungkus tubuh nya,yang terbentuk karena luapan tenaga dalam nya pun menghilang.
Lalu Satrio berkata pergi lah,aku takkan membunuh mu.
Mendengar ucapan Satrio,pendekar tingkat legenda yang tersisa,tertawa terbahak-bahak lalu,tubuh nya pun sirna dengan sendiri nya.
Lalu tidak jauh dari Satrio muncul portal yang berbentuk pusaran,dan Satrio pun segera masuk ke dalam portal itu,lalu portal nya hilang dan kembali lagi muncul di tempat yang berbeda,kali ini muncul,di padang pasir yang luas.
"Huuuff.. Satrio menghela nafas berat,di mana lagi ini,kira-kira apa ya ujian ke dua ini".
Di saat Satrio lagi menebak-nebak ujian apa kira nya yang akan dia hadapi selanjut nya,Satrio di kejut kan dengan suara derap kaki yang sangat banyak.
Sontak dengan seketika,Satrio langsung mengedar kan pandangan mata nya yang setajam elang,mampu melihat jarak yang jauh dengan jelas.
Lalu di ke jauhan Satrio,melihat sosok binatang purba dalam jumlah mencapai milyaran,sedang menuju ke arah Satrio.
Alamak,ucap Satrio,sembari sambil menelan ludah,ini ujian apa pembantaian ni,dasar kakek tua kurang ajar,awas nanti kalau aku da selesai ujian.
**
__ADS_1
Di tempat lain,kakek tua yang terus memantau Satrio dari cermin sakti nya,hanya tertawa saja,melihat tingkah konyol Satrio,yang selalu menggerutu,saat menerima ujian yang di berikan oleh kakek tua.
"Derap kaki binatang purba yang sangat banyak,semakin mendekat,Satrio kemudian melambai kan tangan nya".
"Blaam.. blam.. blam.."
Binatang purba yang mendekat langsung hancur jadi debu,namun sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi,binatang purba yang sudah hancur karena lambaian tangan Satrio,kembali hidup dengan seketika,bahkan terlihat menjadi semakin kuat dari sebelum nya.
Haiz.. gawat kalau gini,apa yang harus aku lakukan untuk dapat mengalah kan binatang-binatang purba yang terus berdatangan ini,gumam Satrio dalam hati.
Satrio terus berfikir guna mencari cara untuk mengalah kan,binatang purba yang terus berdatangan sembari sambil memijat kepala nya.
Kemudian Satrio membentuk,perisai maya yang kuat,berbentuk bulat,untuk melindungi diri nya,dari serangan binatang purba.
Setelah itu salah satu binatang purba yang uda tidak terlalu jauh dari Satrio,langsung melompat menerjang Satrio,namun langsung hancur ketika menabrak perisai yang Satrio buat,untuk melindungi diri nya.
Binatang purba lain nya yang melihat kawan nya hancur,saat hendak membunuh Satrio,langsung mengepung Satrio,dan berhenti sejenak,lalu membuka jalan menanti ke datangan pimpinan binatang purba.
Dan dalam hitungan menit sang pemimpin binatang purba pun muncul,lalu mengeluar kan suara yang aneh,berulang kali.
"Zuung.. arrkkhh.. zuung.. arrkkhh.."
Ketika suara sang pemimpin binatang purba terhenti,ribuan binatang purba berbondong-bondong langsung menyerang Satrio,suara benturan binatang purba dan perisai maya Satrio pun langsung terdengar ke segala penjuru mata angin.
Perisai maya Satrio pun mengalami ke retakkan,tapi langsung di perkuat Satrio,sedang kan ribuan binatang purba yang menyerang,perisai maya Satrio,mati secara mengenas kan.
Tubuh binatang purba itu hancur berkeping-keping serta hangus terbakar,sebab perisai maya yang kali ini Satrio buat,adalah perisai maya yang terkuat dan di lapisin petir.
"Suara sang pemimpin binatang purba kembali terdengar,berulang-ulang kali dan seperti sebelum nya,begitu suara itu berhenti,maka ribuan binatang purba langsung bergerak menyerang Satrio."
Haiz,gawat kalau begini terus kapan habis nya ni binatang purba,tapi kalau aku lihat binatang purba ini sedikit berbeda dari yang ada di buku sejarah,di alam ku.
Baik dari segi bentuk,besar nya juga mata nya,binatang purba yang menyerang berwarna putih,sedang kan pemimpin nya, mata nya berwarna ke hitaman.
Hemm.. gimana ni kalahin makhluk purba ini,mereka terus saja menyerang tiada henti,semakin lama ke kuatan binatang purba yang menyerang semakin kuat.
__ADS_1
Satrio yang masih bingung dengan apa yang harus di lakukan,tiba-tiba dapat sebuah ide.
Aha.. aku kan punya senjata pusaka langit,kenapa tidak aku coba saja,siapa tau itu berguna,untuk melawan binatang purba ini.
Satrio pun langsung fokus dan menggerakan tangan nya ke atas,lalu berteriak,Panah Surgawi muncul lah,seketika busur panah berwarna ke emassan muncul di tangan Satrio.
Lalu dengan senyum jahat nya,"ini dia saat nya,pembantaian,gumam Satrio dalam hati".
Kemudian Satrio menarik tali busur panah surgawi,dan anak panah nya pun langsung muncul seketika,lalu Satrio membidikkan panah nya ke arah langit.
Syuss... anak panah itu terus meluncur ke arah langit dengan ke cepatattan tinggi dan menghilang di balik awan,setelah itu langit pun mulai jadi gelap dan petir menyambar-nyambar.
**
Para binatang purba yang melihat anak panah berwarna ke emassan yang di tembakkan Satrio ke langit,mulai panik karena tiba-tiba langit jadi gelap dan petir menyambar-nyambar.
"Begitu juga dengan Kakek tua,yang terus memperhatikan Satrio dari cermin sakti nya pun,merasa heran dengan apa yang di lakukan Satrio."
Setelah beberapa menit petir yang menyambar-nyambar di langit pun hilang,tapi setelah itu muncul titik-titik kuning di awan gelap,dalam jumlah yang cukup banyak,dan cahaya kuning itu pun jatuh seperti hujan,namun setelah cahaya kuning itu semakin dekat ke bumi,baru lah terlihat dengan jelas,bahwa cahaya kuning itu,adalah anak panah yang di tembakkan Satrio ke langit sebelum nya.
Para binatang purba yang baru tau kalau yang jatuh itu anak panah dalam jumlah yang banyak,menjadi panik dan berlarian menyelamat kan diri,namun pelarian binatang purba sudah terlambat,anak panah jatuh dengan cepat,menghujami tubuh binatang purba.
Hanya dalam hitungan jam,milyaran binatang purba,yang terkena panah surgawi langsung terbakar sampai hangus dan menjadi debu.
Lalu setelah semua binatang purba musnah,baru Satrio menghilangkan perisai maya yang melindungi nya sembari sambil menghela nafas.
Kemudian berkata akhir nya selesai juga ujian ke dua ini,hampir saja,aku tewas.
Seperti
biasa buat para pembaca setia
jangan lupa
beri kritik dan saran terbaik mu
__ADS_1
Like,Rate juga Vote nya
Terima kasih😊