
Satrio,ya sudah lah kalau memang begitu,aku akan masuk sendiri tapi dinda Kinarsih dan Paman Patih jangan hawatir,sebelum aku masuk ke Hutan Lelembut.
Lalu Satrio menggerak kan Tangan nya, Tiga gerakkan berbeda,seketika muncul Perisai maya yang cukup luas.
"Kinarsih,kanda untuk apa kau membuat Perisai Maya ini?" Satrio,Perisai Maya ini ku buat untuk melindungi dirimu dan Paman Patih,dari serangan tak terduga,selama aku di dalam Hutan Lelembut.
"Kinarsih,Ooo.... begitu,ya...!"
Setelah Perisai Maya sudah selesai di buat,lalu Satrio bersiul dan siulan nya itu di aliri Tenaga Dalam,sehingga suara siulan nya terdengar ke seluruh penjuru Hutan.
"Serempak Paman Patih dan Kinarsih,apa yang kau lakukan?"
Satrio,hem... sebentar lagi Paman dan dinda akan tau,untuk apa aku bersiul lalu tiba-tiba terdengar suara langkah Kaki yang berjalan,saking banyak nya suara langkah Kaki yang berjalan,Hutan seakan di landa Gempa.
Paman Patih dan Kinarsih,terlihat panik,serempak,"siapa kah gerangan yang datang ke sini Musuh atau kah kawan?"
Sedang kan Satrio sedikit pun tidak merasa panik justru malah tersenyum,akhir nya ya di tunggu akan segera sampai di tempat ini.
Paman Patih,dasar bocah kunyuk,apa lagi yang mau di lakukan nya ni?
"Kinarsih,apa yang di lakukan kanda Satrio,siapa yang di panggil nya?"
setelah beberapa menit tiba-tiba muncul dari balik pepohonan Hewan Siluman dari berbagai jenis,dari mulai Hewan Siluman kecil sampai Hewan Siluman yang besar,dan yang paling mengejutkan jumlah Hewan Siluman yang datang sangat banyak.
Sekitar 350.000 Hewan Siluman,berukuran kecil,450.000 Hewan Siluman ukuran sedang dan 3.000.000 Hewan Siluman ukuran besar.
Jumlah yang cukup untuk menghancur kan 9 Benua.
"Paman Patih,astaga,apa yang di lakukan bocah kunyuk ini,sampai muncul Hewan Siluman sebanyak ini,apa ini hari terakhir ku melihat Dunia?"
Sedang kan Kinarsih,terdiam tanpa kata,tak tahu harus berbuat apa,melihat begitu banyak Hewan Siluman yang berdatangan.
Setelah semua Hewan Siluman tiba,
__ADS_1
Satrio maju dan berkata,"terima kasih untuk semua yang hadir memenuhi panggilan ku,aku meminta pada kalian semua yang hadir untuk menjaga Dua orang yang ada di belakang ku ini,sampai aku kembali dari Hutan Lelembut."
Semua Hewan Siluman,mengangguk mendengar perintah Satrio,lalu menghilang tanpa bekas.
Paman Patih dan Kinarsih,hanya bisa takjub,melihat ke mampuan Satrio yang bisa memerintah seluruh Hewan Siluman,bisa di bayang kan betapa ngeri nya ke mampuan Satrio ini.
Setelah Hewan Siluman pergi semua,Satrio pun izin kepada Kinarsih dan Paman Patih untuk segera memasuki Hutan Lelembut,tanpa rasa ragu sedikit pun,Satrio masuk ke dalam Pintu yang mengantar nya ke Hutan Lelembut.
Lalu begitu Satrio keluar dari pintu itu,pintu itu pun menghilang ntah ke mana,bagai asap yang di terbang kan Angin hilang begitu saja.
Sepintas kalau di lihat,Hutan Lelembut sama Hutan sebelum nya hampir sama,cuman yang membeda kan Pohon-pohon di Hutan Lelembut sangat besar dan Tinggi-tinggi,juga di penuhi kabut yang ntah dari mana datang nya,juga Udara nya sangat dingin se olah-olah sedang berada di daerah Pegunungan.
Satrio yang tak tau ke Arah mana dia harus pergi,hanya mengikuti kata Hati nya saja,lama Satrio berjalan,Satrio menemukan sebuah perkampungan yang lumayan luas.
Dalam Hati,Satrio merasa seperti nya ada yang tidak beres sama perkampungan ini,setiap orang yang Satrio jumpain baik Pria atau Wanita,semua nya berusaha menghindar,seolah takut dengan ke datangan Satrio.
Satrio yang merasakan ke Anehan kampung itu,terus saja berjalan tanpa menghirau kan para penduduk kampung itu.
Hingga suatu ketika,tiba-tiba Satrio di kejut kan oleh teriak kan beberapa penduduk kampung itu,
Namun Satrio tidak menggubris nya dan terus berjalan meninggal kan kampung itu,lalu berhenti setelah keluar dari kampung itu.
Sesampai nya beberapa penduduk yang mengejar Satrio,pas tinggal selangkah lagi Satrio bisa mereka pegang,Satrio hilang lenyap tak berbekas.
Para penduduk pun sontak kaget,apa yang terjadi,kemana pemuda asing tadi kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja,saat para penduduk tengah sibuk mencari nya.
"Satrio muncul tepat,di belakang mereka,e..hemm.. apa yang kalian cari?"
Beberapa pemuda dari kampung misterius itu,yang mengejar Satrio ada yang sampai terjatuh,saking kaget nya dengan ke munculan Satrio yang mendadak tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.
"Satrio tersenyum dengan ulah yang di buat beberapa pemuda kampung Misterius itu."
Lalu salah Satu yang jadi Pimpinan para pemuda kampung misterius itu,menghampiri Satrio dengan berlutut sembari memberi hormat dan di ikuti para pemuda lain nya,yang ikut dalam mengejar Satrio.
__ADS_1
Pemimpin para pemuda kampung itu,meminta maaf,jika ulah mereka membuat Satrio marah,sebenar nya mereka pun terpaksa melakukan nya.
Sebab sudah beberapa Bulan belakangan ini,kampung mereka selalu di jadikan target para perampok-perampok bengis yang ntah dari mana datang nya.
Dan selalu membuat ke rusuhan di kampung mereka,bahkan yang paling parah,beberapa anak gadis di kampung itu,telah di tangkap mereka untuk di jadi kan Tumbal,Pimpinan Rampok itu.
Spontan,Satrio yang mendengar cerita Pimpinan para pemuda kampung misterius itu,langsung naik Darah dan Satrio pun mengibas kan Tangan nya ke Arah Batu yang sangat besar,yang ke beradaan tidak terlalu jauh dari Satrio dan para pemuda dari kampumg misterius itu.
Untuk melampias kan rasa kesalnya,
karena mendengar perbuatan yang di lakukan perampok itu,seketika Batu besar itu hancur berkeping-keping.
Para pemuda desa itu pun tercengang melihat ke Saktian Satrio yang mengerikan,tanpa mereka sadari kaki mereka sampai gemetaran karena takut dengan Satrio.
"Lalu,Satrio pun menanyakan di mana, Markas yang di jadikan tempat para perampok itu tinggal?"
Pemimpin para pemuda kampung misterius itu pun dengan suara terbata-bata,memberi tahu kan di mana markas yang di jadi kan tempat tinggal para perampok itu.
Namun sebelum Satrio menuju Markas perampok itu,Pimpinan pemuda kampung itu,mengajak Satrio terlebih dahulu untuk menemui Kepala Suku kampung misterius itu,dan Satrio pun ikut dengan mereka menuju ke,kediaman,yang menjadi Kepala Suku di kampung misterius itu.
Begitu Satrio dan rombongan pemuda kampung itu sampai di depan Gapura,Pintu masuk ke,kediaman Kepala Suku.
Satrio langsung di sambut dengan sambutan yang tidak bersahabat dari penduduk kampung Misterius itu,para penduduk mengepung Satrio dan Pimpinan pemuda beserta anggota nya yang membawa Satrio.
Dengan berbagai Senjata tajam di Tangan dan tanpa aba-aba langsung menyerang,Satrio yang merasa di perlakukan tidak baik oleh para Penduduk langsung mengibas kan Tangan nya.
Dan seketika semua penduduk yang menyerang diam di tempat,tidak bergerak seperti Patung,hanya suara nya saja yang terdengar memohon ampun kepada Satrio,agar mereka tidak di bunuh.
***Hemm.. buat para pembaca,jangan bosan ya dengan cerita ini,
jangan lupa beri kritik dan saran
Like & Vote juga
__ADS_1
TERIMA KASIH***