
Selesai Acara perjamuan Makan,yang di ada kan Raja Santana,Satrio dan Patih Reksa Dana menemui Raja Santana dan Istri nya.
Untuk pamit sekaligus menanyakan tempat di mana yang banyak Tanamman Obat yang usia nya ribuan atau ratusan Tahun.
Raja Santana,"baik lah jika kalian ingin pergi,aku tidak bisa mencegah tapi aku berharap suatu saat nanti datang lah lagi ke Kerajaan ku ini."
Adapun tempat yang kalian cari pergi lah ke Arah barat,tepat nya di Hutan Lelembut,di sana banyak Obat yang kalian cari tapi Satu hal,saat kalian masuk ke dalam Hutan itu jangan sekali-kali kalian lengah.
Selain Hutan nya yang penuh misteri juga konon sangat Angker,banyak ilusi yang membuat siapa saja yang masuk tidak akan kembali lagi.
Satrio,"Terima kasih,Raja atas petunjuk nya,Kami mohon izin lalu Satrio dan Patih Reksa Dana menghilang dari hadapan Raja Santana."
Raja Santana pun langsung terkejut,sungguh menakjub kan ke Saktian Mereka,untung saja aku tidak memusuhi Mereka.
Bisa hancur Negeri ku bila aku memusuhi mereka.
Tanpa terasa Satrio dan Paman Patih sudah sangat jauh dari Kerajaan Negeri Seribu Obat,dalam perjalanan ke Hutan Lelembut tiba-tiba Satrio dan Paman Patih di kejut kan oleh Sesuatu.
Semua Hewan Siluman pada menggila,saling bertarung Satu sama lain,ntah apa yang jadi penyebab nya,banyak berserakan jasat Para Hewan Siluman.
Satrio,"apa yang terjadi ya Paman,kenapa Hewan-hewan Siluman ini saling membunuh?"
Patih Reksa Dana,Ntah la Ngger,tapi Paman sangat yakin pasti ada kekuatan yang mengendalikan mereka,melihat dari Mata mereka yang berwarna Merah ke Hitaman.
Satrio,"apa Paman yakin ini bukan hal yang wajar?"
Paman Patih,yakin Ngger 100 Persen,Paman menduga ini pasti perbuatan orang yang menganut ilmu Hitam sambil terus melayang di udara bersama Satrio.
Satrio,baik lah Paman,jika memang apa yang Paman katakan benar,berarti orang yang mengendalikan Hewan Siluman ini ilmu nya cukup tinggi, sampai bisa menghilang kan ke beradaan nya dari ku.
Aku akan mencoba, mencari tau di mana orang yang mengendalikan Hewan Siluman ini,aku yakin orang ini tidak jauh dari sini.
Lalu Satrio mulai memusat kan pikiran nya dan mempertajam Mata Hati nya,tiba-tiba waktu seakan berhenti.
Di tempat lain,tidak terlalu jauh dari Satrio dan Paman Patih,Sosok berjubah Hitam yang mengendalikan seluruh Hewan Siluman, agar saling membunuh Satu sama lain,mengumpat kesal atas apa yang di lakukan Satrio.
Sosok berjubah Hitam,"kurang ajar,bedebah busuk,siapa yang sudah berani merusak ke senangan ku ini.
__ADS_1
Ilmu apa sebenar nya yang orang itu pakai,sampai-sampai aku pun di buat tidak bisa menggerakkan Tubuh ku sendiri.
Di lain tempat, Satrio terus saja memfokus kan Mata Hati nya, guna mencari,Orang yang mengendalikan Hewan Siluman.
Sampai pada akhirnya, Satrio pun membuka Mata nya sembari sambil tersenyum,akhir nya ke temu juga.
Lalu...,
Satrio memegang pundak Paman Patih dan menghilang bersama Angin yang berhembus.
Sosok berjubah Hitam yang menerawang Satrio dan Paman Patih, sambil berusaha melepas kan diri dari ilmu Satrio. Semangkin kesal,karena tiba-tiba, satrio dan Paman Patih tidak bisa Dia lihat lagi.
Dan tanpa di sadari sosok berjubah Hitam,"Satrio dan Paman Patih,sudah ada di belakang sosok berjubah Hitam lalu berkata,jadi sampean yang buat Seluruh Hewan Siluman saling bunuh."
Sontak,sosok berjubah Hitam terkejut bukan main,saking terkejut nya, Sosok berjubah Hitam melompat keluar dari tempat persembunyian nya, sambil melihat Satrio dan Paman Patih.
Sosok berjubah Hitam,sejak kapan kalian ada di belakang ku?
Satrio tertawa,
Lalu menjawab,sejak kau mencoba mengerah kan ke Saktian mu untuk lepas dari ilmu ku.
Dalam hati sosok berjubah Hitam,"bedebah,tak ku sangka bocah yang mengganggu ke senangan ku ini,ternyata bocah yang menolong Istri si Santana itu.
Lagi-lagi,bocah ini mengganggu apa yang jadi ke senangan ku,seperti nya aku harus melenyap kan nya dari Muka Bumi ini,supaya tidak ada lagi yang mengganggu ku."
Sosok berjubah Hitam,tanpa basa basi langsung menggunakan ke Saktian nya untuk membunuh Satrio,Mata sosok berjubah hitam itu berubah jadi berwarna Putih.
Dan dari Mata nya keluar Sinar yang langsung di arah kan ke Satrio dan Paman Patih, "Satrio yang menyadari sosok berjubah Hitam itu langsung menyerang mendadak, langsung segera menghilang dari tempat nya bersama Paman Patih.
Begitu Sinar itu mengenai tempat di mana Satrio dan Paman Patih berdiri,tempat itu langsung terbakar.
"Satrio,Paman sebaik nya,paman menjauh dulu untuk sementara,aku akan melawan sosok berjubah Hitam itu."
Paman Patih,baik lah Ngger,Paman mengerti sembari melompat menjauh terus bilang,hati-hati Ngger.
Lalu,Satrio dengan senyum jahat nya,akhir nya tinggal kita berDua,mari kita lanjut kan pertarungan ini,keluar kan semua ilmu yang kau miliki hai jubah Hitam.
__ADS_1
Sosok berjubah Hitam terkejut dengan ekspresi Satrio,bukan nya malah takut akan terbunuh ini sebalik nya seakan mendapat kan ke bahagia an, yang tiada tara.
Dalam Hati,sosok berjubah Hitam berkata,"apa jangan-jangan Otak bocah ini konslet ya,se umur hidup ku,baru kali ini aku jumpa orang yang senang ketika mau di bunuh."
Satrio,hai jubah Hitam kenapa kau malah melamun,jadi nggak ni bertarung,bentak Satrio atau apa mungkin engkau takut melawan ku,makan nya kau sedari tadi hanya diam saja.
Sontak sosok berjubah Hitam,kesal di buat Satrio,bocah kurang ajar,bedebah, akan ku bunuh kau. Lalu melesat terbang menyerang Satrio dengan jurus-jurus pamungkas nya.
tak terasa uda Ratusan jurus yang di gunakan.
Namun belum berhasil juga membunuh Satrio,sosok berjubah Hitam pun mulai lelah. "Sementara Satrio malah tersenyum,sambil berkata.
Ayo. . . ayo. . . serang aku terus, keluar kan semua ilmu mu,apa cuman segini aja ke mampuan mu ajek Satrio.
Sosok berjubah Hitam pun semakin terbakar emosi lalu mengeluar kan ilmu Andalan nya "Tapak Racun Kabut Hitam."seketika dari Tubuh dan Tapak Tangan sosok berjubah Hitam.
Keluar Asap Hitam yang tebal, lalu menutupi seluruh Area yang di jadikan tempat bertarung.
Satrio,kemana si jubah Hitam itu pergi,kurang ajar,kabut Hitam ini bercampur Racun yang mematikan.
Satrio pun langsung,menggunakan Tubuh beracun nya lalu menyerap semua Racun yang terdapat dalam Kabut tersebut.
Sosok berjubah Hitam,pergi menjauh dari Arena tempat terjadi nya pertarungan,sambil tertawa terbahak-bahak,
"kikikikik...,"
Rasakan itu racun ku bocah,
Sambil terus memukul Kabut itu, dengan Tapak nya yang di alirin Tenaga dalam, dari jarak jauh.
**Oya buat para pembaca Maaf baru bisa up date lagi,banyak kerjaan soal nya.
beri kritik dan saran terbaik mu
juga Like & vote
TERIMA KASIH**
__ADS_1