
Sepeninggalan Sekar dan Ayah nya,Satrio pun kembali melanjut kan tujuan awal nya pergi ke Arah Barat,menuju markas perampok.
Satrio yang tidak tau di mana persis nya Markas para perampok berada,terus berjalan ke Arah Barat,mengikuti petunjuk yang di beri tahu Permana,Kepala Suku baru kampung Misterius.
Tak terasa hari mulai menjelang Malam,Satrio pun memutus kan untuk istirahat sejenak,esok Pagi baru melanjut kan perjalanan.
Setelah mencari tempat untuk istirahat,Satrio membuat Api unggun sekedar untuk menghangat kan Tubuh dari dingin Angin malam.
Pikiran Satrio menerawang ke mana-mana teringat kenangan saat dia masih di Desa Daun Hijau,bermain bersama ke dua abang nya.
Satrio juga teringat kepada Ayah dan ibu nya tanpa terasa Air Mata Satrio jatuh membasahi pipi nya.
Lalu Satrio segera mengusap Air Mata nya,aku tidak boleh lemah,aku harus jadi lebih kuat,dari sebelum nya.
Setelah itu Satrio dengan ke Saktian nya membuat Air keluar dari Tanah seperti pancuran,dan air yang memancar lalu Satrio bendung,sehingga membentuk Telaga kecil.
Selanjut nya Satrio pun bergegas mengambil Wudhu,lalu Shalat Sunnah taubat 2 raka'at,Satrio ingin memohon Ampun atas apa yang iya lakukan,kemudian di lanjut kan dengan shalat isya.
Sesudah selesai Shalat Satrio berzikir sepanjang Malam untuk memohon petunjuk kepada Sang Maha Tunggal,zat yang Maha suci,ALLAH SWT.
Di dalam ke heningan Zikir nya,Tubuh Satrio mengeluar kan Cahaya Putih yang sangat terang,dan cahaya itu menerangi Seluruh Hutan Lelembut,bak Mata Hari yang menyinari Dunia.
Sontak seluruh penghuni Hutan Lelembut,baik itu Manusia atau Siluman merasa kan sesuatu yang besar akan segera terjadi.
Ntah apa kah perubahan baik yang akan datang atau ke hancuran yang akan datang,semua penghuni Hutan Lelembut hanya bisa menebak-nebak, peristiwa apa yang akan segera terjadi.
**
Seluruh bangsa Siluman,yang ada di Hutan Lelembut merasa gelisa dan hawatir,akan muncul nya Cahaya Putih itu.
Raja Siluman,bertanya kepada Panglima Perang nya,"hai panglima,cahaya apa ini,bagaimana mungkin cahaya ini mampu menerangi seluruh Hutan Lelembut dan dari mana asal nya?
Aku minta kepada mu,cari sampai dapat dari mana sebenar nya sumber cahaya Putih ini,sebab cahaya ini sudah banyak membuat Rakyat ku Mati."
Panglima Perang Siluman,sendika yang Mulia Raja,lalu Panglima pun menghilang dari hadapan yang Mulia Raja.
__ADS_1
**
Panglima Perang Siluman yang sudah berada di luar Istana ke Rajaan Siluman,segera mencari dari mana asal Cahaya Putih yang menerangin seluruh Hutan Lelembut.
Tak terasa sudah lebih Satu Jam,Panglima Perang Siluman mencari namun belum juga ke temu,dari mana asal Cahaya Putih yang muncul di Hutan Siluman.
Panglima Perang Siluman pun terus melakukan pencarian tanpa henti,bagi nya perintah Raja adalah segala-gala nya dan tidak boleh pulang kalau gagal menjalan kan Misi yang di beri kan oleh Raja.
Sembari terus bergerak mencari sumber cahaya Putih,Panglima Perang Siluman,masuk lebih dalam ke Dalam Hutan Lelembut dan akhir nya,pencarian tanpa henti berakhir.
Panglima Perang Siluman,sudah menemukan asal sumber cahaya Putih tersebut,namun saat Panglima Perang Siluman melihat apa penyebab sumber cahaya itu.
Sontak Panglima Perang Siluman,kaget sekali,pasal nya cahaya yang menggempar kan seluruh Hutan Siluman itu,ternyata berasal dari bangsa Manusia.
Panglima Perang Siluman yang menganggap remeh,Satrio yang lagi khusyuk berzikir,ingin membunuh Satrio,namun di luar dugaan sebelum Panglima Perang Siluman mendekati Satrio.
Muncul cahaya Kuning berbentuk Panah Api,dalam jumlah banyak dan langsung menyerang Panglima Perang Siluman,Panglima Perang Siluman yang kaget,dengan ada nya serangan dadak kan,yang ntah dari mana asal nya.
Segera melompat mundur,sambil terus menghindari Anak Panah Api tersebut,anak Panah Api yang tiada habis nya terus membuat Panglima Perang Siluman ke walahan.
"Aarrkkhh. . . ."
Jeritan Panglima Perang Siluman,menggema di Seluruh Hutan Lelembut,dengan susah payah Panglima Perang Siluman mencoba berdiri, dengan anak Panah Api yang masih terus menempel di Kaki Kanan nya.
Kemudian Panglima Perang Siluman,dengan ke Saktian nya menghilang dari tempat Satrio berzikir dan kembali ke Kerajaan,penguasa Hutan Lelembut.
**
Sementara di Balairung Istana Raja Siluman,Raja dan seluruh petinggi-petinggi Kerajaan Siluman sedang mengada kan musyawarah,langkah apa selanjut nya yang akan di lakukan untuk mengatasi cahaya Putih yang menerangi Hutan Lelembut.
Tiba-tiba Suana yang tadi Hening jadi ramai,Panglima Perang Siluman terjatuh tepat di depan Raja dan seluruh Petinggi-petinggi Kerajaan Siluman,dengan anak Panah Api yang tetap masih menempel di Kaki Kanan,Panglima Perang Siluman.
Lalu...,
Panglima Perang Siluman,menjelas kan kepada Raja tentang dari mana sumber cahaya itu berasal dan peristiwa yang menimpa Panglima Perang Siluman,setelah selesai menjelas kan,Panglima Perang siluman menjerit,
__ADS_1
"Aarrkkhh...,sakit yang Mulia,
Lalu Panglima Perang Siluman,pingsan tak sadar kan diri.
kemudian Raja Siluman,"memerintah kan kepada Tabib Istana,untuk mencabut anak Panah Api yang masih bersarang di Kaki Kanan,Panglima Perang Siluman."
Namun begitu Tangan Tabib Istana Siluman,memegang Anak Panah Api tersebut,sesuatu yang tak terduga terjadi dan itu sangat mengejutkan Semua yang ada di Balairung.
Tiba-tiba Tangan Tabib Istana Siluman seperti tersengat arus Listrik dan langsung terbakar,Spontan Tabib Istana berteriak sekencang-kencang nya,
"Aaarrkkhh......,"
Lalu langsung mematikan Api yang membakar Tangan nya,kemudian dalam hitungan Menit,Tangan Tabib Istana Siluman yang terbakar langsung membusuk dan Hancur sedikit demi sedikit.
"Tabib Istana Siluman langsung berkeringat Dingin,sembari berkata maaf yang Mulia Raja,kalau apa yang di katakan Panglima Perang Siluman memang benar,berarti Manusia itu,bukan Manusia biasa."
Dan kita sebaik nya tidak bermusuhan dengan nya,sambil menahan sakit yang menggerogoti Tangan nya,Tabib Istana Siluman menjelas kan Panjang Lebar betapa berbahaya nya,Manusia yang lagi bersemedi tersebut.
Raja Siluman,lalu bertanya kepada Tabib Istana,"hai Tabib jadi bagaimana cara mencabut anak Panah Api yang menempel di Kaki Kanan,Panglima Perang Siluman ku,terus bagaimana cara menyembuh kan Tangan mu yang terluka?"
Tabib Istana,dengan menahan rasa sakit,yang luar biasa sakit nya,menjelas kan kepada Raja Siluman,kalau yang dapat mencabut Anak Panah Api tersebut dan menyembuh kan Tangan nya yang terluka.
Hanya Manusia yang bersemedi itu,sebab ada ke mungkinan Anak Panah Api itu adalah benda Pusaka milik Manusia yang bersemedi itu.
***Oya buat para pembaca maaf kalau up nya telat,soal nya abang sepupu saya meninggal,
jadi saya dan seluruh keluarga
dalam suasana berkabung.
sekali lagi saya minta maaf
sama semua yang membaca novel saya.
dan untuk yang masih setia menunggu cerita novel saya,
__ADS_1
TERIMA KASIH 😊😊😊***