MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Kitab Sakti Bag 5


__ADS_3

Sontak Ningsih menjadi kaget, sekaligus senang bukan main sampai tidak bisa berkata-kata lagi,hanya senyumman nya yang manis yang bisa menggambar kan perasaan nya saat ini.


Momen saat ini mungkin akan jadi momen Terindah dalam Hidup Ningsih.


Lalu Satrio pun izin pada Ningsih untuk berlatih Bab terakhir Kitab Sakti,Bab ke 7,yang berisikan Tentang ilmu Pengobatan.


"Ningsih pun berkata silah kan, Kang Mas berlatih,ningsih akan menunggu Kang Mas di sini."


Lalu Satrio pun berkata, baik lah Nyimas tunggu Kang Mas di sini ya, jangan ke Mana-mana, Ningsih pun mengangguk pertanda ia setuju dengan apa yang di minta satrio.


Lantas Satrio pun bergegas kembali duduk di tempat dia Bermeditasi, dengan konsentrasi yang tinggi Satrio pun membuka Kitab Sakti Bab ke 7.


ilmu Tentang Pengobatan yang Melegenda dan belum pernah ada di Alam Manusia, saat Satrio memeriksa Kitab itu, Satrio jadi terkejut.


Karena selain mempelajari ilmu Pengobatan juga mempelajari Tentang Racun dan mampu membuat Tubuh kebal dari Racun apa pun.


Satrio pun memulai proses pemahaman nya tentang Racun dari mulai menawarkan Racun dari segala jenis Racun ,sampai membuat Racun yang memati kan.


Dan yang paling menarik Tubuh yang kebal terhadap Racun,bukan hanya kebal saja terhadap Racun, tapi Tubuh itu sendiri bisa jadi Racun yang mematikan bagi siapa yang menyentuh nya.


Setelah Satrio memahami ilmu yang membahas tentang Racun dan Penyembuhan nya, satrio pun, Masuk ke dalam Tanah guna meningkat kan pemahaman Pengobatan nya, ke Tingkat yang Tertinggi.


Untuk menyempurnakan ilmu nya, Satrio harus di Bakar di dalam Tanah dengan Api Suci selama 40 hari.


Hari demi hari berlalu, Musim pun silih berganti namun Ningsih masih setia menanti hingga pada akhir nya hari yang di tunggu-tunggupun tiba akhir nya Satrio keluar dari dalam Tanah.


Kini fisik nya menjadi lebih Kuat dari sebelum nya ,Rambut nya memanjang berwarna Merah sedang kan Tubuh nya di lapisi Sinar Emas.


Seolah-olah Satrio berdiri di dalam Api yang Menyala-nyala,


lalu Satrio membuka Mata nya dan kemudian Sinar itu pun masuk kembali ke dalam Tubuh Satrio.


Setelah itu Satrio lenyap tanpa bekas, "Ningsih pun jadi bingung, ke mana Satrio pergi pada hal baru aja Satrio muncul dari dalam Tanah, sambil terus melihat ke sana sini namun tak kunjung ke temu.


Lalu Ningsih yang masih bingung, di kaget kan dengan ke hadiran Satrio kembali,"


Yang tiba-tiba sudah ada di samping nya dan bilang lagi lihat apa Nyimas?


"Ningsih yang sudah sangat rindu kepada Satrio tanpa sadar langsung memeluk Satrio, sambil menangis lalu bilang Kakang jangan pergi lagi, Ningsih nggak bisa jauh dari Kakang."

__ADS_1


Satrio pun tersenyum dan bilang,


" u.. uu...uda cep.. cep.. "


Jangan nangis lagi ya,senyum donk nah, gini kan jadi lebih baik dan terlihat semakin cantik.


"Ningsih pun langsung mencubit perut Satrio terus bilang emm . . . Kakang," lalu Satrio, iya iya Kakang tidak akan godain Ningsih lagi uda ya, hapus air mata nya.


Oh ya, Ningsih apakah selama kakang menyempurna kan ilmu Kakang, ada yang mengganggu Ningsih? "Ningsih menjawab tidak kakang, oya kakang gimana latihan kakang?"


ALHAMDULILLAH Ningsih, semua berjalan dengan baik berkat restu Gusti ALLAH SWT.


"Siapa itu kakang, yang kakang sebut Gusti dengan rasa penasaran ingin tahu,Satrio menjawab.


" Hemm. . . "


Gusti ALLAH itu, Pemilik segala yang ada di Langit dan di Bumi, juga Semua Makhluk yang bergantung,semua bergantung pada Nya.


"Oooo... Ningsih masih bingung sih sebener nya tapi ya sudah tidak apa-apa, lain kali aja bahas nya."


Iya sudah jawab Satrio lalu Satrio bertanya sama Ningsih,Nyimas apakah di Hutan Ajaib ini ada Tanamman obat?


Lalu Ningsih pun bertanya, Paman sekalian apakah di hutan abadi ini,ada tempat yang banyak tanaman obat nya?


"Langsung di antara 5 patih Maju salah satu nya,ada apa kah gerangan Tuan Putri bertanya tentang Tanam man Obat,apakah tuan putri sakit?"


Bukan Paman, saya tidak sakit, tapi ke kasih ku yang membutuh kan nya untuk Meramu Obat.


" Ooo... maksud Tuan Putri, Pria yang ada di samping Tuan Putri kah?" iya benar paman. Kebetulan kekasih ku ini seorang Tabib Obat.


Para Patih pun langsung berdiskusi Tentang di mana bagian Hutan Ajaib yang banyak Tanamman Obat nya,


Maaf tuan putri kata sala satu patih. ada sih,tapi tempat itu sangat berbahaya banyak Hewan Siluman nya yang Kekuatan nya melebihin ke Saktian kami Berlima.


Tempat itu sangat berbahaya untuk di datangin, "Satrio pun langsung menyela pembicaraan Putri dan Para Patih nya, Dengan suara yang berwibawah maaf Paman Patih sekalian bisa tolong tunjuk kan di mana tempat nya?"


Tapi... tapi..


"Satrio,saya mengerti Paman sekalian pasti Takut saya kenapa-kenapa, tapi percayalah semua akan baik-baik saja paman.

__ADS_1


"putri Ningsih pun turut meyakin kan, para Patih untuk memberi tahu kan tempat nya."


Dengan berat hati, akhirnya salah Satu Patih berkata pergi lah, ke Arah Tenggara Hutan ini,di sana banyak terdapat Tanaman Obat nya.


Satrio pun langsung meminta izin sama Ningsih,Nyimas kakang pergi dulu ya doa kan agar tak terjadi apa-apa pada Kakang.


"Ningsih.. tapi Kakang.. sudah lah Nyimas percaya sama Kakang,Kakang akan kembali secepat mungkin.


"Ningsih baik lah Kakang." Satrio pun tak lupa pamit kepada Para Patih,Paman Patih sekalian, Satrio mohon pamit tolong ya Paman jaga Putri,


"Serentak Para Patih, baik Tuan Muda."


Satrio pun langsung hilang dari hadapan Putri dan Para Patih,Para Patih pun jadi kaget dan langsung bertanya kepada Tuan Putri,Maaf Tuan Putri, apakah kekasih Tuan Putri juga seorang Pendekar?


Putri Ningsih lalu tersenyum,iya Paman. Para patih pun jadi terkejut, bagaimana mungkin Mereka tidak bisa merasakan Aura ke Saktian dari kekasih Tuan Putri.


Padahal selama ini tidak akan ada seorang Pendekar yang bisa menyembunyikan ke Saktian apa pun dari mereka Berlima.


" Hemm.. "


Dalam hati Para Patih, apa mungkin ke Saktian dari kekasih Junjungan mereka, melebihin ke Saktian Para Patih.


"Hemm . . . "


Putri dengan Nafas berat,ke tahui lah Paman sekalian, ke Saktian Kakang Satrio sangat mengerikan, mampu Mengguncang Langit dan Bumi.


Bahkan Seluruh Hutan Abadi ini, pernah di buat Kakang Satrio hancur berantak kan sewaktu Kakang Satrio berlatih ilmu.


Para patih pun langsung menelan Ludah dan berkeringat Jagung mendengar nya..


"Dan dalam hati Masing-masing,bilang untung saja kita tidak menyinggung nya."


**Hay ke temu lagi,


Beri Kritik dan Saran


juga jangan lupa ya


Di Like & Vote

__ADS_1


Terima Kasih**


__ADS_2