
Dengan air mata yang terus menetes,membasahi pipi nya,Satrio berkata,akhir nya aku bisa pulang,lalu dengan sangat teliti memasukkan semua tanamman obat yang berusia ribuan tahun.
Juga tanamman obat yang langkah dan sulit di cari,ke dalam cincin sakti nya,tidak ada yang tertinggal satu pun.
Kemudian setelah itu,Satrio kembali, memasukkan emas yang menggunung ke dalam cincin sakti nya,terus berlian kualitas terbaik juga,pokok nya semua yang berharga,di ambil Satrio.
Baru setelah itu Satrio menemui kakek tua,untuk segera pamit,sekaligus mengucap kan terima kasih,atas hadiah yang dia dapat.
Satrio pun bergegas menemui kakek tua yang lagi tiduran,lalu memberi hormat,kakek,aku Satrio,mengucap kan banyak terima kasih,atas bimbingan yang kakek lakukan selama ini.
"Kakek tua,iya,ya,ya.. sudah lah,anak muda tak perlu berterima kasih seperti itu,kau memang pantas mendapat kan nya,lagian aku sudah bosan menanti ke datangan mu,dan terjebak di tempat ini".
Oh ya,kau buru-buru datang menemui ku,karena kau ingin pamit kan,meninggal kan hutan lelembut ini,sembari mengelus-elus janggut nya.
"Sontak..,Satrio langsung terkejut,bagaimana kakek tua ini,bisa tau apa yang ku pikir kan,pada hal aku belum cerita kan,kalau aku mau pergi,gumam Satrio dalam hati".
Lalu Satrio,berkata,benar kakek,aku ingin kembali ke alam ku,tapi sambil menggaruk rambut nya yang tidak gatal,aku tidak tau cara keluar,dari hutan lelembut ini.
"Apa. . . . . . kakek tua,tertawa terbahak-bahak,lalu kembali serius lagi dan berkata,tenang saja anak muda,murid ku akan menuntun mu ke pintu keluar,dari hutan lelembut ini.
Lalu kakek tua,menembak kan senjata rahasia ke udara,sebagai kode,memanggil murid nya.
"Duuuarrr.. "
"Duuuaaarrr"
"Duaaarrrr.."
Bunga api berwarna seperti pelangi,menghiasin langit,bak sinar surya menerangi alam jagad raya,ini.
Kemudian selang beberapa menit,muncul asap tebal,dan setelah asap mulai menghilang,perlahan walau samar,muncul sosok berjubah,lalu berlutut sembari memberi,hormat kepada,kakek tua.
Salam guru,murid menghadap,ada perintah apa yang ingin guru,sampai kan,sampai guru melepas "Pelangi Penerang Jagad" ke langit,apa kah ada sesuatu yang membahaya kan.
__ADS_1
"Apa,yang di maksud pelangi penerang jagad,kembang api,tadi ya,yang di tembakkan kakek tua ke langit,hem nama yang unik,gumam Satrio dalam hati".
Kakek tua,hahaha.. tidak ada yang berbahaya murid ku,aku saat ini,lagi merasa bahagia,karena aku sudah terbebas dari segel benteng pertahanan ini.
"Oooo. . . selamat,kalau begitu guru,berarti guru bisa berpetualang lagi,seperti dulu,ucap sosok berjubah,murid kakek tua.
Tapi maaf guru,siapa yang sudah membebas kan guru dari benteng pertahanan ini,tanya sosok berjubah dengan serius,sembari masih terus berlutut".
Kakek tua,tertawa terbahak-bahak,hemm.. hai murid ku,apa kau tidak lihat pemuda di sebelah kanan mu itu,dia lah yang telah membuat aku terbebas,dari segel benteng pertahanan ini.
Lalu,sosok berjubah pun menoleh ke arah Satrio,sembari mengamati Satrio,penuh selidik,dari ujung kaki sampai ujung rambut,aneh kenapa aku tidak,bisa merasa kan ke kuatan,pemuda ini,gumam nya dalam hati.
"Huuuffff.. Satrio menghela nafas,dan dengan lantang,hai kakek,maaf kalau aku menyela pembicaraan mu,dan muridmu,tapi jadi tidak mengantar kan aku,ke pintu keluar".
Oh,jagat dewa batara,kenpa aku sampai lupa,hadeh,maaf anak muda,lalu kakek tua segera memberi perintah,kepada murid nya,agar mengantar kan Satrio ke pintu keluar hutan lelembut.
"Baik guru,perintah mu akan aku laksana kan sebaik mungkin,lalu murid kakek tua segera bangkit,dan mengajak Satrio untuk segera berangkat ke tempat yang di tuju."
Sosok berjubah,murid kakek tua,sangat penasaran dengan Satrio,kenapa guru nya begitu akrab dengan Satrio,rasa iri pun muncul di hati nya,namun dia tidak berani menantang Satrio langsung,jadi dia menggunakan Siasat,busuk nya untuk menjatuh kan Satrio.
"Haiz.. seperti nya murid kakek tua ini,sengaja mencari masalah dengan ku,ucap Satrio dalam hati".
Tapi baik lah,bocah akan ku ikuttin permainan mu,tanpa banyak kata,Satrio mengikuti,murid kakek tua yang berlari menggunakan jurus meringan kan tubuh nya yang tertinggi.
"Hahaha"
Murid kakek tua,tertawa terbahak-bahak,rasakan pembalasan ku orang asing,berani-berani nya kau mau jadi pesaing ku,sambil terus berlari dengan jurus meringan kan tubuh ke banggaan nya,pasti dia sudah tertinggal jauh dan mungkin mati di makan binatang buas karena tersesat.
Lalu murid kakek tua,berhenti di suatu tempat dan duduk di batang kayu yang tumbang,untuk menghilang kan penat karena sudah terlalu banyak mengeluar kan tenaga dalam nya,untuk jurus meringan kan tubuh ke banggaan nya.
Dan tanpa di sadarin murid kakek tua,Satrio sudah ada di tempat itu terlebih dahulu,jauh sebelum murid kakek tua sampai,ke tempat itu.
Lalu dengan santai nya Satrio,yang duduk di atas daun,"Capek bocah".
__ADS_1
**
Sontak.. mata,mulut,murid kakek tua terkaget-kaget,melihat Satrio yang di anggap sudah mati di makan binatang buas,sedang duduk santai di atas daun,satu kata yang terucap monster.
Lalu muncul begitu banyak pertanyaan di kepala,murid kakek tua,apa yang terjadi,bagaimana mungkin,dia sudah ada di sini,seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Masih lagi belum hilang,kaget nya muncul lagi sosok Satrio,di belakang,murid kakek tua,"cari apa bocah?"
Murid kakek tua,langsung menoleh ke belakang,mencari suara,yang menegur nya,namun alangkah terkejut nya,apa yang dia lihat,Satrio uda ada di belakang nya.
"Aaaa.....,tidak,ini tidak mungkin kenapa,bisa jadi dua,apa aku sedang bermimpi sembari mengucek-ngucek mata nya,lalu murid kakek tua yang masih belum percaya apa yang dia lihat,sekali lagi di buat trauma,dengan ke munculan Satrio yang ada di setiap tempat,di sekeliling nya.
"Tidaaaaaakkk.. tidak mungkin,ini mustahil lalu pingsan,karena sudah tidak sanggup,melihat Satrio yang menjadi banyak,dalam waktu bersamaan".
**
Huuuufff...,Satrio,menghela nafas,payah ini murid si kakek tua,pakai pingsan segala lagi,baru melihat belahan diriku,dah ciut nyali nya,yah terpaksa perjalanan pulang aku tunda dulu,bisa di makan binatang buas ini,murid si kakek tua kalau aku tinggal.
Setelah lima jam berlalu,murid si kakek tua akhir nya bangun dari pingsan nya,lalu dia melihat hari sudah larut malam,dan di dekat dia tidur,sudah ada api unggun,dan tiga ekor panggang ayam hutan,namun ayam hutan nya lebih besar tidak seperti ayam hutan di alam manusia.
Murid si kakek tua pun langsung jadi lapar,dan dia pun berniat hendak mengambil nya,namun belum sempat dia ambil ayam panggang nya,Satrio datang dan langsung duduk di dekat nya sembari berkata,"kalau mau ambil aja,masih baru masak kok".
Murid si kakek tua langsung melompat menjauh dari Satrio,lalu kembali lagi ke dekat Satrio sembari memberi hormat sambil berlutut,maaf Tuan pendekar,maaf kan aku karena sudah berniat jahat pada mu,aku siap menerima hukum man dari mu,sambil terus menunduk kan kepala nya.
**
Melihat tingkah murid si kakek tua Satrio hanya tertawa saja,sudah-sudah jangan terlalu formal,berhenti memberi hormat,mari duduk di sini,ke buru dingin ini ayam panggang nya.
Buat para pembaca,jangan sungkan berikan Kritik dan Saran terbaik kalian.
karena penulis yakin masih banyak ke kurangan di sana-sini.
Oya jangan lupa,Like,Rate dan Vote nya
__ADS_1
Terima Kasih 😊