
Putri Kinarsih yang melihat Satrio sudah kembali dari Hutan Lelembut,tak kuasa menahan tangis dan langsung memeluk Satrio,dari belakang,sembari sambil berkata,akhir nya kau kembali kakanda.
"Iya,Kinarsih,kanda sudah kembali,kan sudah kanda bilang,kanda pasti akan kembali,Oh ya,Kinarsih ngomong-ngomong di mana Paman Patih,kok dari tadi aku tidak melihat nya?"
Emm. . . anu,anu,kanda,"mendengar jawabban dari Putri Kinarsih,Satrio segera berbalik badan menghadap Kinarsih lalu berkata,ada apa Kinarsih,dengan Paman Patih,apa kah terjadi sesuatu dengan Paman Patih."
Putri Kinarsih pun langsung mencerita kan apa yang terjadi dengan Paman Patih,Paman Patih keracunan buah kanda,Paman sudah menggunakan segala cara,bahkan meminum obat penawar racun yang selalu dia bawa,namun hasil nya nihil.
Dan pada akhir nya,Paman hanya bisa berbaring menahan ganas nya racun yang menggerogoti tubuh nya,tutur Kinarsih dengan air mata berlinang membasahi pipi nya.
"Huuufff. . . . Satrio,menghela nafas berat sembari memijat-mijat kepala nya yang mulai terasa sakit."
Lantas bertanya kepada Putri Kinarsih,dimana Paman berada.
Putri Kinarsih pun langsung membawa Satrio menuju ke tempat Paman Patih berbaring, menahan ganas nya racun yang terus menggerogoti tubuh nya.
**
Sesampai nya Satrio di tempat Paman Patih berada,Satrio langsung memeriksa denyut nadi serta meneliti racun apa sebenar nya yang membuat Paman Patih,sampai terpuruk tak berdaya.
Tak terasa sudah lebih dari lima menit,Satrio memeriksa Paman Patih,raut wajah Satrio terlihat sangat tegang,Satrio memeriksa dengan sangat teliti dan hati-hati sekali,sebab bila sampai salah sedikit saja,akibat nya bisa fatal.
"Huuff... huuuff..."
Satrio menghela nafas,lalu dengan jari tangan Satrio yang di lapisin tenaga dalam,Satrio menotok titik-titik saraf yang penting guna mencegah ke mungkinan terburuk.
Setelah itu Satrio duduk di sebelah Paman Patih yang tengah terbaring lemah,namun kali ini,raut wajah Paman Patih tidak sepucat sebelum nya.
Kemudian Satrio menanya kan,kepada Putri Kinarsih di mana tempat Paman Patih,menemukan buah beracun yang di makan nya.
"Putri Kinarsih pun,mulai memutar kembali ingattan nya tentang dari mana,asal Paman Patih menemukan buah beracun itu,sambil berjalan mondar-mandir."
__ADS_1
Setelah beberapa menit berlalu,raut wajah Putri Kinarsih yang kusut karena mengingat-ingat apa yang di katakan Paman Patih tentang dari mana asal buah beracun itu,kembali ceria lagi.
oh ya,kanda,aku sudah ingat,teriak Putri Kinarsih.
"Mendengar teriakkan Putri Kinarsih,sontak membuat Satrio kaget,lalu Satrio bertanya di mana tempat buah beracun itu berada
."
Di sebelah tenggara hutan ini kanda,jawab Putri Kinarsih,cepat.
Setelah itu Satrio pamit dan berpesan kepada Putri Kinarsih,tolong dinda jaga Paman,aku akan pergi memeriksa tempat buah beracun itu,lalu hanya dengan satu kali tarikkan nafas Satrio lenyap dari hadapan Putri Kinarsih.
Lalu muncul tepat di area,di mana pohon buah beracun itu tumbuh,Satrio memperhatikan pohon buah beracun itu dengan sangat teliti,sepintas tidak ada yang aneh dengan pohon itu,namun tiba-tiba Satrio merasakan ada sesuatu tekanan aura pembunuh yang cukup kuat mencoba mengintimidasi nya.
Satrio pun mundur beberapa langkah karena pancaran aura pembunuh itu,namun apa yang terjadi selanjut nya di luar perkiraan Satrio,pohon buah beracun itu se olah-olah memiliki nyawa dan ke mudian bergerak,menyerang Satrio.
Melihat serangan yang mendadak,dari pohon buah beracun itu,Satrio,langsung menghindar dengan cepat dari setiap serangan pohon beracun itu dan kemudian dengan satu kibassan tangan Satrio,pohon itu patah dan tercampak sembari berguling-guling.
Dan suara jerittan pun terdengar dari pohon buah beracun itu,namun bunyi nya terdengar sangat aneh.
"Keerreeeeaat..."
"Keeerreeeeaatt.."
Suara aneh itu terus terdengar,namun setelah lima menit berlalu,pohon buah beracun itu,kembali seperti semula,berdiri tegak seakan tidak pernah patah.
"Sepintas Satrio merasa takjub dengan apa yang di lihat nya,namun rasa takjub itu langsung sirna,tak berbekas saat Satrio kembali teringat dengan kondisi Paman Patih yang memprihatin kan."
Dan kali ini,Satrio kembali mengibas kan tangan nya,ke arah pohon buah beracun itu,namun pohon itu tidak patah seperti sebelum nya,melain kan,pohon buah beracun itu kini di selimutti cahaya ke emassan yang menyilau kan mata.
Setelah satu menit berlalu,pohon buah beracun,yang di selimutti cahaya ke emassan,bergetar hebat seakan merasa kan sakit yang teramat sangat menyakit kan.
__ADS_1
Ke mudian dari pohon buah beracun itu keluar sosok makhluk yang menyeram kan,lalu berkata.
"Siapa yang berani mengganggu ku,akan ku binasa kan dia,lalu tanpa basa-basi langsung menyerang Satrio dengan ganas."
Pertarungan antara Makhluk seram penghuni pohon buah beracun dan Satrio,terjadi sangat sengit,ke dua nya saling serang dengan jurus andalan masing-masing,suara ledakkan dua tenaga dalam tingkat tinggi,yang saling berbenturan terdengar di seluruh hutan belantara.
Dan pohon-pohon besar yang ada di dekat pertarungan Satrio dan Makhluk seram,penghuni pohon buah beracun,pada bertumbangan,akibat terkena benturan dua tenaga dalam yang dahsyat.
Namun apa yang terjadi,dengan alam sekitar,tidak menghentikan pertarungan sengit antara Satrio dan penghuni pohon buah beracun,malah pertarungan menjadi semakin ganas dan mematikan.
Ke dua nya saling serang sembari mencari ke lemahan masing-masing,sudah lebih dari dua jam pertarungan berlangsung,tapi seperti nya belum ada tanda-tanda,bahwa pertarungan akan berhenti.
"Sosok seram penghuni pohon buah beracun,mulai tak teratur nafas nya,sedangkan Satrio tidak sedikit pun terlihat ke lelahan "
**
Huuuufff....
Satrio,menghela nafas,lalu dalam hati kecil nya,berkata,sudah waktu nya pertarungan ini di hentikan,sembari sambil tersenyum,Satrio bergerak dari satu tempat ke tempat lain hanya dalam waktu satu detik saja,sungguh ke cepattan yang luar biasa.
Melihat perubahan gerakkan Satrio yang sangat cepat,sosok seram penghuni pohon buah beracun,jadi panik pasal nya ke cepatan Satrio,sudah tidak masuk akal logika.
Hanya dalam waktu lima menit,Satrio berhasil membuat makhluk penghuni pohon beracun tunduk tak berdaya.
"Ammmpppuuuunn.. 10X"
Teriakkan makhluk,penghuni pohon buah beracun,terus terdengar,Satrio pun lalu melepas kan,makhluk penghuni pohon buah beracun tersebut .
Ke mudian Satrio bertanya,apakah kamu yang membuat Paman ku,Hidup segan,mati pun tak mau.
Sontak,sosok seram penghuni pohon buah beracun tersebut kaget bukan main,pasal nya belum terlalu lama,dia pernah mengutuk seseorang kakek paruh baya,yang hampir menggagal kan pertapaan nya.
__ADS_1
Terima Kasih buat pembaca
Jangan lupa like & Komentar nya.