MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Menuju Kerajaan Atas Angin Bag 3


__ADS_3

Malampun berlalu kini sang surya mulai menampakan kuasanya, menyinari Alam Semesta, Satrio pun terbangun dari tidur nya, begitu juga Paman Patih,Putri Kinarsih dan Sembada.


Lalu Paman Patih, berkata kapada Satrio "Ngger,Paman dan Sembada pergi sebentar ya menangkap ayam hutan, buat kita mengganjal perut, supaya tidak kelaparan selama dalam perjalanan", iya jawab Satrio sembari mengangguk kan kepala nya.


Seketika Paman Patih dan Sembada pun menghilang dari hadapan Satrio dan Putri Kinarsih.


Lalu kemudian setelah berapa saat Paman Patih dan Sembada pun datang dengan membawa ayam hutan yang sudah di bersih kan dan hanya tinggal memanggang nya saja.


Sedang kan Satrio juga tidak ke tinggalan dan langsung menyalakan api buat memanggang ayam hutan nya, begitu juga Putri Kinarsih turut membantu menyediakan minum buat makan nanti.


Setelah selesai serapan Satrio,Paman Patih, Putri Kinarsih juga Sembada langsung bersiap menuju ke hutan ajaib "Sendang Kahuripan ".


Kemudian Satrio menggerak kan tangan nya dengan Tiga gerakkan berbeda, lalu muncul lah pusaran Teleportasi, seraya berkata mari semua nya masuk dalam pusarran teleportasi ini,setelah semua masuk pusaran teleportasi pun Menghilang dan pusarran kembali muncul di pinggiran hutan ajaib.


Kemudian Satrio dan yang lain nya keluar dari dalam pusaran Teleportasi dan berjalan masuk menuju Sendang Kahuripan, namun baru beberapa langkah tiba-tiba terjadi fenomena aneh,angin bertiup kencang,petir menyambar-nyambar dan kemudian muncul kabut asap yang tebal.


Dan setelah beberapa saat kabut asap itu membentuk Lima sosok berwujud manusia, yang tak lain dan tak bukan, Lima Patih Agung penjaga penguasa Sendang Kahuripan.


Para Patih, dengan segera langsung memberi hormat sembari berlutut di hadapan Satrio, seraya berkata, "Selamat datang Tuan muda".


**


Hal ini tentu saja membuat Paman Patih, Putri Kinarsih dan Sembada jadi ke heranan, ada apa ini sebenar nya,siapa orang-orang ini kenapa mereka memberi hormat padamu Ngger?


Satrio berdehem ehem.. ehem.. sambil pura-pura batuk,Pamann jangan hawatir mereka bukan orang jahat, sambil berbisik mereka ini, sebenar nya penjaga hutan ajaib ini.


Lalu Satrio berjalan ke depan para Patih Sendang Kahuripan, sembari mengangkat bahu salah satu Patih agar tidak berlutut lagi,lalu berkata sudah lah para Paman Patih tidak perlu berlutut lagi.

__ADS_1


Sudah.. sudah.. cepat bangun antar aku buat bertemu Putri Ningsih, serentak para Patih menjawab "Sendika Tuan muda", lalu bergegas mengantar Satrio dan teman-teman nya menuju Sendang Kahuripan.


Sesampai nya di Sendang Kahuripan, Para patih menyampai kan pesan Putri Ningsih agar membawa teman-teman Satrio untuk istirahat sedang kan Satrio di tunggu di tempat pertama kali mereka bertemu dekat air terjun Sendang Kahuripan.


***


Satrio pun langsung bergegas ke dekat air terjun dan dari ke jauhan dia melihat Putri Ningsih yang sedang mencuci kaki nya di air yang mengalir.


Lalu sesampai nya Satrio di dekat Putri Ningsih,"Satrio berkata apa kabarnya nyimas,lama tak bertemu,apakah nyimas merindukan kakang? ".


Putri Ningsih langsung menoleh ke belakang dan segera langsung memeluk Satrio seraya berkata kakang jahat, kenapa sudah lama baru kembali lagi ke sini.


Satrio,menghela nafas, maaf nyimas kakang sudah lama membuat mu menunggu, banyak hal yang sudah kakang laluin, nanti kakang cerita kan semua nya.


Kemudian Satrio dan Ningsih pun duduk dekat air terjun sembari bercerita semua yang sudah Satrio lalui dan juga kenapa dia mengajak Paman Patih, Putri Kinarsih dan Sembada ke hutan ajaib, sebenar nya tujuan Satrio mau melatih Paman Patih, Putri Kinarsih dan Sembada agar jadi lebih kuat lagi, karena Satrio mendapat firasat bahwa musuh yang akan di hadapin nya nanti akan jauh lebih kuat dari yang selama ini dia hadapin.


Tingkat Neraka, sontak Satrio terkejut,latihan apa itu nyimas kok nama nya terdengar aneh,Putri Ningsih hanya tertawa sembari tersenyum, sudah lah kakang, nanti kakang juga tahu.


oya kakang, mari kita temui sahabat kakang pinta Putri Ningsih manja, Satrio hanya mengangguk baik lah dan mereka pun pergi untuk menemui Putri Kinarsih,Paman Patih juga Sembada.


Sesampai nya di tempat peristirahatan, Satrio langsung memperkenal kan Putri Ningsih, pada Paman Patih,Putri Kinarsih juga Sembada lalu mereka pun saling bercerita dan bercanda.


Lalu kemudian Satrio berkata mohon perhatian semua nya, khusus nya buat Paman Patih, Putri Kinarsih juga Sembada,latihan Neraka akan segera di mulai.


Serempak Paman Patih, Putri Kinarsih juga Sembada " Latihan Neraka ".


Paman Patih langsung menyelah Ngger, tidak salah ini masa Paman juga harus ikut latihan, Paman kan sudah tua.

__ADS_1


Hahaha.. Satrio tertawa, Paman bagi para kesatria latihan itu tidak mesti yang masih muda saja yang sudah tua juga harus tanpa terkecuali.


Sebelum nya maaf ya Paman musuh yang akan kita hadapin nanti di kerajaan bukan sembarang orang menurut firasat Satrio mereka juga pendekar pilih tanding, bahkan bisa jadi mungkin lebih baik lagi dari pendekar pilih tanding.


Mendengar penuturan Satrio Paman Patih langsung berkeringat dingin,sambil menelan ludah,Paman Patih pun siap untuk ikut Latihan Neraka.


Setelah semua siap, Putri Ningsih pun memanggil para Patih nya yang gagah perkasa untuk mengantar peserta latihan ke tempat latihan, dan mereka pun berangkat ke tempat yang berbeda satu sama lain nya.


Namun sebelum Putri Kinarsih berangakat, Putri Ningsih membisik kan ke telinga Putri Kinarsih, "Dinda jangan buat kakang Satrio kecewa latihan lah dengan penuh semangat, dan aku tidak akan marah jika kelak kamu jadi istri ke dua kakang Satrio sembari tersenyum".


Sontak hal itu membuat Putri Kinarsih terkejut, perasaan nya pun kini jadi campur aduk, dan seketika wajah nya memerah.


Melihat wajah Putri Kinarsih yang memerah Satrio merasa heran,lalu bertanya pada Putri Ningsih,Nyimas apa yang kamu bisikkan pada Putri Kinarsih.


Putri Ningsih hanya tertawa sembari tersenyum


ada deh kakang,ini rahasia antara wanita kakang tidak boleh tau.


Melihat tinggkah Putri Ningsih, Satrio hanya tersenyum aja, sembari di dalam hati nya berdoa, " Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang Maha Mengetahui beri lah aku ke kekuatan agar aku bisa melindungi orang yang ku sayang dan selalu menjaga nya dari bahaya apa pun Aamiin".


Setelah semua sahabat Satrio pergi ke tempat latihan masing-masing, Satrio dan Putri Ningsih pun kembali ke istana Sendang Kahuripan.


Hai buat para pembaca


Maaf ni yah baru muncul lagi,


soal nya jadi penulis itu tidak muda sulit harus cari ide-ide baru terus, buat isi cerita.

__ADS_1


oya seperti biasa, jangan lupa kritik dan saran para pembaca, biar penulis lebih semangat.


__ADS_2