MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Markas Perampok Bag 3


__ADS_3

Satrio yang mendengar kan penjelassan Raja Siluman,sedikit bingung tapi ya mungkin saja,apa yang di bilang Raja Siluman,memang benar ada nya.


Lalu Satrio yang masih bingung dengan apa yang terjadi selama Satrio berzikir,memutus kan untuk pergi langsung ke Kerajaan Siluman penguasa Hutan Lelembut.


Satrio yang sudah berdiri tegak,memanggil Raja Siluman,"hai Raja Siluman,bawa aku ke Kerajaan mu,aku ingin melihat,Rakyat mu yang terbunuh juga Panglima,serta Tabib mu yang terluka.


Raja Siluman,"bab.. bab.. baik lah,Tuan Pertapa."


Satrio,dalam Hati,hemm.. panggilan yang lain lagi,walau pun bagus tapi terdengar aneh,haiz.. ada-ada saja,Raja Siluman ini.


Lalu Raja Siluman,Menggerak kan tangan nya,Tiga gerakkan berbeda,seketika terbentuk lah Pintu berbentuk bulat,dan dinding pintu seperti Air yang bergerak-gerak.


Kemudian Raja Siluman mengajak Satrio,beserta Komandan-komandan tempur nya,untuk masuk ke dalam Pintu yang di buat nya dan setelah semua sudah masuk,Pintu itupun hilang dari Hutan Lelembut.


Selang beberapa menit,Pintu yang di masukkin Raja Siluman,Satrio juga para Komandan perang Kerajaan Siluman kembali muncul di Balairung Istana dan dalam waktu singkat Balairung Istana jadi ramai.


Berita datang nya Raja Siluman beserta rombongan Komandan-komandan tempur terbaik,yang di utus para petinggi Kerajaan dan Penasihat Agung Kerajaan.


Telah membuat,Seluruh Petinggi Kerajaan dari tingkattan terrendah sampai yang paling tinggi datang ke Balairung Istana.


Lalu semua yang datang ke Istana memberi kan salam sembari berlutut,dengan Wajah di tundukan melihat ke lantai.


**


"Satrio yang menyaksikan betapa hormat nya,pengikut Raja Siluman terhadap Raja nya,tersenyum bahagia."


Lalu Satrio berbisik,kepada Raja Siluman,"hai Raja Siluman,aku tidak punya banyak waktu untuk berada di Kerajaan mu,segera kau perintah kan seluruh pasukan mu untuk membawa semua,jasat rakyat mu yang mau di bakar serta yang terluka di Lapangan yang luas."


Raja Siluman yang mendengar,apa yang di bilang Satrio jadi kaget,dan langsung bertanya,maaf Tuan Pertapa,bagaimana mungkin Tuan bisa tau,kalau Rakyat ku yang tewas mau di bakar?


"Satrio,udalah Raja Siluman lain waktu aja bahas nya,masih ada yang harus ku kerja kan lagi,dengan wajah serius."


Raja Siluman,baik lah Tuan pertapa.


Lalu Sang Raja Siluman berkata dengan suara lantang"wahai semua pengikut ku,bawa semua jasat yang mau di bakar dan yang terluka ke Lapangan Istana,secepat nya."


Mendengar Titah dari Raja Siluman,semua pengikut Raja Siluman segera bergegas berlarian,untuk membawa Jasat para warga yang Tewas dan yang terluka.

__ADS_1


Setelah 20 Menit kemudian semua jasat,yang mau di bakar serta Penasihat Agung juga Panglima Perang Siluman yang terluka,sudah berada di Tanah Lapang sesuai Titah dari Raja Siluman.


Lalu...,


Raja Siluman,Tuan Pertapa,sesuai perintah mu semua nya sudah berkumpul di Tanah Lapang.


"Satrio,bagus,cepat juga kerja pasukan mu,mari kita segera ke Tanah Lapang."


Raja Siluman,baik Tuan Pertapa..!!


Sesampai nya Raja Siluman dan Satrio di Tanah Lapang,"Satrio,Astaghfirullahhalazim,


banyak sekali Rakyat mu yang Tewas,haiz.. Satrio dengan nafas berat,untung saja mereka belum di bakar."


Raja Siluman,memang kenapa Tuan Pertapa kalau sampai di bakar?


"Satrio,ya baru mereka Mati yang sesungguh nya."


Raja Siluman berfikir sejenak,jadi maksud Tuan Pertapa,sesungguh nya mereka ini belum mati?"Satrio,ya begitu lah,kira-kira,sambil menggaruk-garuk Rambut nya.


Panglima Perang Siluman,yang susah berjalan di angkat oleh para prajurit pakai Tandu,sedangkan Penasihat Agung berjalan pelan mengikuti Panglima Perang dari belakang.


Setelah Panglima Perang dan Penasihat Agung menjauh,Satrio segera mengibas kan tangan nya ke Udara lalu tiba-tiba muncul hujan Salju.


Raja Siluman beserta Pengikut nya hanya bisa diam,terpanah akan ke saktian Satrio,yang di luar nalar akal logika.


Setelah tetes hujan Salju menyentuh jasat yang mau di bakar,tiba-tiba ke ajaiban terjadi,mereka yang tadi di anggap Mati,kini mulai bergerak dan hidup kembali.


Mereka yang di anggap mati,"apa yang terjadi,kenapa aku ada di sini?''


Sedang kan keluarga nya yang masih hidup berlarian memeluk mereka yang sudah di anggap mati,hidup kembali,suasana pun jadi ramai,Tangis bahagia terlihat di mana-mana.


Raja Siluman pun ikut menangis bahagia,melihat Rakyat nya bahagia.


"Satrio,haiz.. da macam sinetron aja ni,pakai acara nagis-nangis,dalam Hati."


Kemudian Satrio mendekati Penasihat Agung dan Panglima Perang Siluman,yang terluka,Satrio mengamati luka yang di derita Panglima Perang Siluman dan Penasihat Agung.

__ADS_1


Sembari menggaruk-garuk Rambut nya Satrio,kemudian menyentuh Panah Api yang menempel di kaki Kanan,Panglima Perang Siluman dan Panah Api itu pun sirna begitu juga dengan luka nya hilang tak berbekas.


Kemudian Tangan Penasihat Agung yang hancur sedikit demi sedikit,akibat memegang Panah Api yang mengenai Panglima Perang kembali seperti semula.


Serempak Panglima Perang Siluman dan Penasihat Agung,"Terima kasih Tuan Pertapa,sembari berlutut."


Satrio,haiz.. sudah lah tidak perlu seformal itu,ayo segera bangun.


Penasihat Agung dan Panglima Perang Siluman,serempak menjawab,baik lah Tuan Pertapa.


Satrio,hai Raja Siluman,apakah kau tau markas Perampok di Hutan Lelembut ini,aku mendapat petunjuk dari Sahabat ku,harus pergi ke Arah Barat untuk menuju Markas Perampok itu?


"Raja Siluman,terlihat bingung,Markas Perampok di Daerah kekuasaan ku,bagaimana mungkin..!"


Lalu Panglima Perang Siluman,menyela pembicaraan Satrio dan Raja Siluman,Maaf beribu maaf yang Mulia Raja juga Tuan Pertapa.


"Raja Siluman,ada apa Panglima,apa kau tahu Perampok yang di cari Tuan Pertapa?"


Panglima Perang Siluman,iya yang Mulia Raja,hamba mengetahui di mana Markas Perampok itu.


"Raja Siluman,hemm.. dengan nafas berat,kok aku sebagai penguasa di Hutan Lelembut ini tidak tau,wajah Raja Siluman kembali sangar,senyum man yang tadi menghiasi wajah nya,seketika sirna."


Panglima Perang Siluman yang menyadari perubahan sikap Raja nya,buru-buru bersujud sembari mengatakan"Ampun beribu ampun yang Mulia Raja,para Perampok itu menutup Markas nya dengan Aji Halimun Peteng."


Hamba juga baru tahu,setelah waktu itu mencari ke beradaan Tuan Pertapa.


Raja Siluman yang tadi emosi kini kembali tenang,sambil menghela nafas huff...,baik lah kalau begitu,cepat kau tunjukkan tempat nya pada Tuan Pertapa..


"Panglima Perang Siluman,sendika Tuan ku yang Mulia,Raja Siluman yang Agung, lalu segera menghampiri Satrio,mari Tuan Pertapa ikuti aku."


***Oke sejauh ini,para pembaca


Jangan lupa ya beri Kritik dan Saran


Rate,like juga vote nya


TERIMA KASIH***

__ADS_1


__ADS_2