MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Meninggalkan Hutan Lelembut Bag 2


__ADS_3

Murid si kakek tua,yang sudah merasa kan lapar,langsung memakan ayam panggang dengan lahap,hanya hitungan menit ayam panggang yang besar,habis di santap nya lalu bersendawa dan mengeluar kan suara yang aneh.


Melihat tingkah murid si kakek tua,Satrio hanya tertawa saja,sembari menikmati ayam panggang di tangan nya,selesai makan,kemudian baru Satrio bertanya,di mana letak pintu untuk ke luar dari hutan lelembut ini,pada murid si kakek tua.


"Murid si kakek tua,lalu mencerita kan pintu itu sebenar nya sudah tidak jauh dari tempat mereka istirahat sekarang,ta.. tapi sulit untuk bisa keluar dari pintu itu,sebab pintu itu di jaga pendekar misterius yang sakti mandra guna."


Huuuff...,Satrio,menghela nafas,sambil memijat-mijat kepala nya yang sakit,lalu dalam hati,apakah aku harus bertarung lagi ni.


Lalu Satrio diam seribu bahasa,sambil terus memikir kan langkah apa yang harus di ambil,jika harus bertarung sama pendekar misterius,yang menjadi penjaga pintu untuk keluar dari hutan lelembut.


Ntah sudah berapa lama fikiran Satrio melanglang buana,hingga sampai akhir nya,Satrio kembali tersadar,bahwa sebenar nya tak ada yang perlu di takut kan di dunia ini,ya,jika memang harus bertarung,ya apa boleh buat.


Menurut Satrio,tidak lah mengapa jika harus bertarung,namun ingat,jangan bertarung karena ingin mendapat kan sesuatu yang bukan hak nya.


Kini fikiran Satrio sudah tercerah kan,dan beban di hati pun se akan sirna,lalu kemudian Satrio segera menanyakan kepada murid si kakek tua,di mana lokasi tempat yang menjadi pintu untuk keluar dari hutan lelembut.


"Murid si kakek tua pun menjelas kan,secara rinci tanpa ada satu pun info yang terlewat kan".


**


Satrio yang sudah mengetahui di mana lokasi pintu keluar dari hutan lelembut,segera bergegas menuju,pintu keluar,sembari mencari tau,apakah memang benar tempat yang Satrio tuju,memang di jaga oleh pendekar misterius.


"Tap.. tap.. tap.."


Suara dahan pohon yang terdengar saat Satrio memijakkan kaki nya,dari pohon satu,ke pohon yang lain nya,Satrio terus bergerak cepat menuju tempat yang menjadi pintu keluar dari dalam hutan lelembut.


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhir nya tempat yang di tuju mulai terlihat,Satrio pun langsung melesat dengan cepat,bak anak panah yang di lepas dari busur nya dan mendarat tepat di depan pintu yang jadi penghubung antara hutan lelembut dan hutan belantara awal dia datang,bersama paman Patih Reksa Dana dan Putri Kinarsih.

__ADS_1


Akhir nya aku sampai juga,tapi ups.. tunggu dulu,kemana penjaga tempat ini,bukan nya menurut murid si kakek tua,tempat ini di jaga,oleh seorang pendekar misterius,gumam Satrio dalam hati.


Tanpa membuang waktu,Satrio langsung segera mengedar kan pandangan mata batin nya,mencari tau di mana ke beradaan pendekar misterius yang menjaga,pintu keluar dari hutan lelembut.


Namun setelah beberapa menit Satrio mengedar kan pandangan mata batin nya,apa yang di cari tak kunjung ketemu juga,Satrio pun jadi kesal,sambil menghela nafas panjang.


"Huuuff.........."


Kemana ya,pendekar misterius penjaga tempat ini,Satrio pun berjalan mondar-mandir,sembari memijat kepala nya yang mulai terasa sakit.


"Haiz......,lagi-lagi Satrio menghela nafas panjang,lalu Satrio memutus kan untuk duduk dulu di atas batang pohon tumbang,dekat tempat pintu keluar dari hutan lelembut."


Fikiran Satrio menerawang jauh,apa yang harus aku lakukan,bisa aja aku langsung masuk ke dalam pintu keluar ini,namun menurut ku itu tidak lah pantas buat seorang pendekar.


Lama Satrio berfikir mencari solusi,namun hasil nya nihil,saat ini pikiran Satrio benar-benar lagi buntu,tak tahu apa yang harus di lakukan.


Lalu sosok yang baru datang itu,berbicara dengan lantang,hai orang asing,jika kau ingin keluar dari hutan lelembut ini,maka kau harus dapat mengalah kan ku terlebih dahulu.


Dan tanpa aba-aba,sosok asing yang baru datang itu langsung menyerang Satrio,dengan ganas nya,tanpa memberikan penjelas san dahulu kepada Satrio.


Satrio pun menjadi sedikit ke walahan karena serangan dadakkan itu,namun tidak butuh waktu yang lama akhir nya,Satrio mampu mengimbangi semua jurus serangan,sosok asing yang baru datang itu.


Sambil melompat ke sana ke mari guna menghindari serangan sosok pendekar asing yang baru datang itu,Satrio pun memutus kan untuk melawan balik.


"Hiyaaat......,des,setelah beberapa jurus,akhir nya sebuah tendangan Satrio tepat mengenai perut,pendekar asing tersebut,akibat nya pendekar asing tersebut pun terpental mundur beberapa langkah sembari menahan rasa sakit,karena beberapa tulang rusuk nya patah terkena tendangan Satrio".


Namun pertarungan masih berlanjut,sosok pendekar asing itu,masih saja terus menyerang Satrio tanpa henti dan malah semakin ganas,dan semua serangan pendekar asing itu tepat mengarah ke semua titik vital Satrio.

__ADS_1


"Hemmm.."


Satrio berdecak kesal,sambari mengepal kan tangan nya,Satrio bergerak sangat cepat bak kilatan petir yang menyambar,lalu akhir nya memukul mundur sosok pendekar asing yang menyerang nya.


Serangan Satrio yang tiba-tiba itu,membuat sosok pendekar asing itu terpental kembali beberapa meter,namun kali ini berbeda,darah segar mengalir keluar dari mulut pendekar asing tersebut,dan pendekar asing itu pun jatuh tak berdaya.


Lalu pendekar asing tersebut berkata dengan pelan,tapi jelas terdengar,akhir nya ada juga yang bisa membuat ku sampai luka parah seperti ini.


Hai tuan pendekar aku mengaku kalah,kau boleh melewati pintu ke luar ini,untuk kembali ke alam mu,lalu sosok pendekar asing tersebut tertawa terbahak-bahak dan menghilang bersama tiupan angin yang berhembus.


"Menyaksikan hal tersebut,Satrio tidak ambil pusing,karena dari awal yang menjadi tujuan Satrio adalah untuk keluar dari hutan lelembut ini."


Bismillahhirrahmannirrahim


Tanpa ragu-ragu lagi,Satrio pun langsung memasuki pintu yang menjadi penghubung antara alam manusia dan alam lelembut.


"Srupp.. srupp.. "


Satrio keluar dari pintu gaib itu dan muncul tepat di tempat di mana pertama kali dia memasuki pintu menuju hutan lelembut itu,sembari menghela nafas,Alhamdulillah,akhir nya aku keluar juga dari hutan lelembut itu.


Kemudian Satrio,melihat ke sana ke mari mencari ke beradaan Paman Patih dan Putri Kinarsih.


Hem.. pergi ke mana mereka ya,Satrio yang masih menebak-nebak ke beradaan Paman Patih dan Putri Kinarsih,tiba-tiba di kejut kan oleh suara lembut yang memanggil nya dari arah belakang,kanda.


Hahaaaha.. sampai jumpa lagi para pembaca,terima kasih ya buat dukungan nya.


Oya saya selaku penulis mohon maaf karena da lama tidak up.

__ADS_1


bye. bye.. 😊😊😊🙏


__ADS_2