
Paman Patih yang lagi tertawa,karena ke saktian nya meningkat, di kejutkan dengan ke datangan Kinarsih, Satrio dan Sembada.
Astaga.. naga, hampir saja jantung Paman copot, kenapa kalian datang tiba-tiba gitu,dengan nafas terengah-engah.
"Maaf Paman, ucap Satrio sembari tertawa, melihat tingkah Paman Patih yang sangat terkejut,karena ke datangan nya bersama Kinarsih, dan juga Sembada".
Nngger.. ngger, Paman mau tanya ni, kok tubuh Paman ada cairan warna hitam ya, mana bau nya,bau busuk lagi, mau muntah rasa nya Paman nyium bau nya ni.
"Oh, itu cairan racun yang sudah buat Paman terbaring sakit,jawab Satrio dengan santai nya".
Lantas gimana ni ngger, Paman bersih kan cairan hitam ini tanya Paman Patih dengan penuh harap,soal nya setau Paman,di hutan ini tidak ada sungai buat mandi.
Satrio yang masih memikir kan, gimana cara bantu Paman Patih hilang kan cairan hitam,yang berbau busuk,yang melekat di sekujur tubuh nya.
Langsung di kaget kan oleh teriakkan Sembada, Paman guru tidak usah risau, aku tau di mana letak sungai di hutan belantara ini.
Ahh.. syukurlah kalau begitu, ucap Paman Patih.
Tunggu apa lagi, ngger,sembada ayo kita segera berangkat ke sungai, Paman dah gerah ucap Paman Patih.
Kemudian Satrio pun pamit kepada Kinarsih,Kinarsih kanda pergi sebentar ya,bersama Paman juga Sembada.
"iya kanda,jawab Kinarsih sambil tersenyum."
Setelah itu Satrio, Sembada bersama Paman Patih langsung menghilang dan muncul kembali di tempat yang di beri tau Sembada,namun sesampai nya di tempat yang di tuju,
Paman Patih jadi kecewa, pasal nya dia sama sekali tidak melihat ada sungai di tempat itu.
Begitu juga dengan Satrio, raut wajah nya yang tadi tersenyum jadi masam, akibat ulah Sembada, lalu Satrio berteriak Sembada. . .
Kau, berani nya kau menipu kami,
"Melihat reaksi Satrio, Sembada buru-buru langsung berlutut minta ampun,ampun Tuan Pendekar, saya tidak berbohong apalagi menipu Tuan dan Paman".
Sungai itu memang berada di sini,hanya saja tertutup perisai yang tidak terlihat dengan mata biasa, kalau Tuan dan Paman mengijin kan akan saya buka Tabir yang menutupi nya.
Mendengar,penjelas san Sembada,amarah Satrio kembali mereda,lalu dengan suara bergetar akibat menahan amarah, Satrio berkata,baik lah segera buka tabir nya.
__ADS_1
"siap Tuan, perintah mu akan saya laksanakan dengan baik, lalu Sembada pun melompat ke lahan kosong yang ada di hadapan mereka, dan menggerakkan tangan nya, dengan 7 gerakkan berbeda".
Lalu tiba-tiba angin berhembus kencang dan petir pun menyambar-nyambar,kemudian terlihat lah sungai yang di maksud Sembada.
Setelah itu Sembada kembali menghadap Satrio dan Paman Patih, Tuan ku inilah sungai yang saya maksud.
"Satrio pun tersenyum, bagus Sembada, terima kasih,kemudian Satrio mengeluar kan pil yang bercahaya dari cincin nya dan memberi kan nya kepada Sembada".
Sontak Sembada jadi terkejut dengan apa yang di lakukan Satrio, dan dengan takut-takut Sembada bertanya, maaf Tuan ku, pil apakah ini kenapa pil ini bercahaya.
"Ini pil yang aku ciptakan sendiri,khusus untuk mengembali kan kekuatan yang hilang,dan ini sangat berguna untuk mu, bukankah kekuatan mu hanya baru pulih 50 persen saja".
Mendengar apa yang di katakan Satrio, Sembada mengucap kan banyak terima kasih.
Kemudian Satrio,sudah lah Sembada sana cepat kau serap pil itu untuk memulih kan ke kuatan mu, karena jika kekuatan mu yang sekarang, jika kau ikut dengan ku,kau akan mengalami ke sulitan jika aku membasmi para penjahat.
"Baik lah Tuan ku, saya mohon pamit sebentar, untuk memulihkan ke kuatan ku jawab Sembada".
Iya sana cepat, aku dan Paman akan menunggu kau kembali di sini.
"Paman tunggu apa lagi, kata nya mau mandi tanya Satrio sambil tersenyum."
Ehh..
Ehh..
Oh iya,jawab Paman Patih, dan Paman Patih langsung segera lompat ke dalam sungai, untuk menghilang kan cairan hitam berbau busuk yang melekat di tubuh nya.
akhir nya lega rasa nya, gumam Paman Patih, Ngger,kau tidak ikut mandi ni, air sungai ini sangat segar di badan.
"Tidak Paman jawab Satrio, yang lagi duduk santai di pinggir sungai".
**
Sementara itu di lain tempat, Sembada yang sudah menemukan tempat yang pas,buat dia memulih kan ke kuatan nya,segera memasang perisai yang tak kasat mata, di area dia akan memulih kan ke kuatan nya, agar dia tidak terganggu saat mulai kultivasi.
Selesai Sembada memasang perisai pelindung, Sembada langsung duduk bersila,lalu mengeluar kan pil bercahaya yang di beri kan Satrio, kemudian Sembada pun menyerap pil yang bercahaya tersebut.
__ADS_1
Waktu terus berjalan, tak terasa da 3 Jam berlalu, pil cahaya yang di beri Satrio masih belum terserap semua nya,namun Sembada tetap fokus,dia yakin bisa menyelesai kan nya.
Hingga pada akhir nya, saat-saat yang di tunggu terjadi, Sembada berhasil menyerap pil yang di berikan oleh Satrio,dan Sembada merasakan energi yang besar masuk ke dalam Dantian nya.
Dantian Sembada laksana lubang hitam, yang terus menerus menyedot energi Langit dan Bumi, dan seperti nya belum ada tanda untuk berhenti,semakin lama daya sedot Dantian Sembada semakin cepat.
Tubuh Sembada bergetar hebat, dan Sembada yang lagi duduk bersila pun jadi melayang ke udara, sambil tubuh nya berputar bak pusarran angin tornado.
Kini bukan hanya Dantian nya saja yang menghisap energi Langit dan Bumi, putaran tubuh nya pun yang di lapissin energi Langit dan Bumi, mulai ikut menghisap apapun yang ada di sekitar nya.
Kini tubuh Sembada mengeluar kan cahaya Putih bercampur dengan warna Kuning, dan tubuh Sembada pun semakin cepat berputar nya,saat ini kesadaran Sembada pun mulai goyah,dan tubuh nya yang menjadi tempat energi berkumpul se akan segera meledak.
Karena sudah tidak mampu lagi menerima energi yang terus masuk tiada henti, dan di saat-saat detik terakhir Sembada mulai masuk ke Dunia Ilusi, dia mendengar suara Satrio yang bergema di telinga nya.
"Sembada cepat,cepat atur pernafassan mu, biarkan energi Langit dan Bumi masuk seperti air yang mengalir, jangan engkau tahan energi itu, lalu kau salur kan energi itu ke seluruh tubuh mu".
Sembada yang kesadaran nya mulai hilang,langsung melakukan apa yang di perintah kan Satrio,energi yang tadi nya terus saja berkumpul di Dantian nya, kini mengalir ke seluruh tubuh nya.
Dan langit pun se akan murka, petir menyambar-nyambar, dan angin bertiup kencang,air laut bergejolak dan gunung berapi pada meletus dalam waktu bersamaan.
Akibat tenaga dalam yang terkumpul di Dantian Sembada,dan setelah energi Langit dan Bumi tidak lagi terhisap, Sembada pun kembali duduk bersila di atas Tanah, kesadaran batin nya pun mulai stabil.
Lalu perlahan Sembada membuka mata nya, dan apa yang dia lihat, sontak membuat nya terkejut,hutan yang tadi nya di penuhi pohon-pohon raksasa kini semua nya rata menjadi tanah kosong.
***
Buat para pembaca di mana pun kamu berada, penulis mengucap kan banyak
Terima Kasih
atas sagala dukungan para pembaca
baik itu berupa kritik, saran like juga vote nya
sekali lagi
Terima Kasih banyak.
__ADS_1