MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU

MIMPI ITU MERUBAH TAKDIR KU
Benteng Pertahanan Misterius Bag 2


__ADS_3

Siluman Harimau Putih terus menjelajahi dunia yang ada di dalam cincin Satrio,namun tak kunjung juga menemukan batas dari dunia itu,karena Siluman Harimau Putih merasa lelah,akhir nya Siluman Harimau Putih,memutus kan untuk beristirahat sejenak.


"Sementara di lain tempat,Satrio yang sedari tadi sudah melihat perisai tingkat tinggi,yang melindungi pintu benteng pertahanan,mempersiap kan diri nya untuk masuk ke dalam benteng pertahanan."


Berbekal tekat yang kuat Satrio pun mulai melangkah kan kaki nya dengan mantap,mendekati gapura besar yang menjadi pintu untuk masuk ke dalam benteng pertahanan.


Lalu Satrio berjalan perlahan melewati gapura itu,lalu berhenti sejenak,aneh kenapa tidak ada petir yang menyambar ku,seperti apa yang menimpah burung Elang Putih tadi.


Haiz,ya sudah lah,ada atau tidak ada petir itu,aku akan tetap masuk ke dalam benteng pertahanan ini,ketika Satrio mendekat dengan perisai pelindung tingkat tinggi,yang menjadi pelindung benteng pertahanan tersebut,perisai maya tersebut malah membentuk pusaran.


Dan Satrio yang masih heran dengan pusaran yang terbentuk itu,langsung tersedot ke dalam pusaran itu.


Lalu muncul di suatu tempat yang aneh,hanya awan putih yang terlihat di tempat itu,dan kemudian,"tiba-tiba muncul kakek tua dari salah satu balik awan putih,itu dan berkata,akhir nya setelah jutaan tahun,yang terpilih muncul juga,sembari tertawa terbahak-bahak".


Satrio yang masih tidak mengerti,apa yang di maksud kakek tua itu,hanya memandangi kakek tua itu,yang memiliki fostur pendek namun sangat beribawa dan berkharisma,sehingga membuat siapa yang memandang nya akan langsung memberi hormat.


"Kakek tua itu tanpa banyak kata lagi,langsung mendekati Satrio dan berkata,hai anak muda langsung aja ya,ke inti nya,aku jelassin nya,apa yang harus kau lakukan untuk bisa ke luar dari tempat ini".


Satrio yang mendengar apa yang di bilang kakek tua itu,langsung spontan menjawab,baik lah apa yang harus aku lakukan?


kakek tua itu,hanya tersenyum sembari mengelus-elus janggot panjang nya,kalau kau mau keluar dari tempat ini,kau harus lolos dari tiga ujian yang ku berikan.


"Dengan rasa percaya diri yang tinggi,baik lah,langsung saja mulai ujian nya,aku tidak punya banyak waktu,ucap Satrio,kepada kakek tua tersebut".


"Kakek tua,baik lah anak muda bersiap lah,kemudian kakek itu menggerakkan tangan nya 3 gerakkan berbeda,seketika muncul portal berbentuk pusaran,dan kakek tua itu mempersilah kan Satrio untuk masuk ke dalam portal pusaran guna menerima ujian yang telah kakek itu siap kan".

__ADS_1


Satrio pun dengan segera memasuki portal yang berbentuk pusaran,lalu portal itu menghilang dan muncul di tempat yang menjadi medan perang,para pendekar dari berbagai penjuru dunia dan untuk tingkatan rata-rata level pendekar yang berseteru,tingkat master.


Suasana di medan perang tersebut sungguh mengerikan,banyak jasat para pendekar yang sudah tewas ntah apa yang menjadi pemicu dari konflik yang terjadi.


Lalu saat Satrio mengamati jalan nya perseteruan para pendekar itu,tiba-tiba semua pendekar yang berseteru terhenti,seperti patung.


Lalu kembali bergerak lagi setelah beberapa menit,namun kali ini terjadi hal yang tak di sangka,para pendekar yang awal nya saling membunuh kini malah bersatu,untuk membunuh Satrio.


Sontak Satrio langsung terkejut,apa-apaan ini,namun belum sempat Satrio lari,Satrio uda ke buru terkepung,oleh semua pendekar yang berseteru.


Bukan hanya pendekar level tingkat master aja yang mengepung tapi ada beberapa pendekar tingkat legenda,yang dari awal hanya memantau perkelahian para pendekar dari atas langit.


Menurut Perkiraan Satrio,pendekar yang mengepung nya lebih dari 50.000 orang dan yang mencapai tingkat legenda ada 100 orang.


"Huuf.. huuff.. Satrio menghela nafas,sembari menggerutu,dasar kakek tua,ujian macam apa ini yang di berikan nya".


**


Di tempat lain,kakek tua penjaga benteng pertahanan misterius,mengerut kan alis nya,melihat Satrio yang di kepung para pendekar,malah girang bukan main,seolah seperti anak kecil di kasih permen.


Aneh,apa kepala pemuda itu tadi ke pentok batu ya,aku sendiri aja belum tentu mampu melawan bila ada di posisi nya,harus bertarung melawan puluhan ribu pendekar,gumam kakek tua.


Perubahan sikap Satrio yang begitu cepat,membuat si kakek tua penasaran,hemm.. kira-kira seberapa besar ke kuatan pemuda yang terpilih ini.


"Sementara Satrio yang sudah terkepung,langsung menggunakan ilmu Raga Baja,dan dari Tubuh Satrio keluar sinar Emas ke Merahan kemudian sinar itu membentuk sebuah rompi perang.

__ADS_1


Dengan ukiran burung Phoenix di sebelah kanan pundak nya dan ukiran Naga di pundak sebelah kirinya.


Lalu melesat dengan cepat menerjang para pendekar yang ingin membunuh nya,hanya dalam beberapa tarikkan nafas saja,Satrio sudah berhasil membunuh 1000 pendekar.


**


Di tempat lain,si kakek tua yang melihat Satrio dari cermin sakti nya,hanya bisa takjub melihat ke saktian Satrio yang usia nya masih terbilang muda,baru 18 tahun.


hemm.. baru 18 tahun toh,apa... tiba-tiba kakek tua langsung terkejut,ini mustahil umur semuda itu uda sangat begitu sakti,bahkan niat membunuh nya sangat mengerikan.


Bahkan ilmu yang di gunakan pemuda itu sangat mengerikan baru kali ini ku lihat,zaman memang sudah berubah,ke jayaan di masaku sudah lewat.


Hemmmm.. aduh,kenapa aku jadi mengenang masa lalu,sudah,sudah bagaimana nasib pemuda itu sekarang,segera langsung kakek tua itu buru-buru melihat cermin sakti nya.


**


"Pertarungan Satrio dan para pendekar pun berlangsung sengit,ntah da berapa ribu jurus yang Satrio hadapi,tapi itu bukan malah buat Satrio takut atau lelah justru ke balik kan nya,Satrio terlihat sangat energik juga sangat bersemangat,bisa di bilang Satrio sangat menikmati nya.


Untuk menghadapi pendekar level tingkat master,Satrio hanya menggunakan tenaga dalam saja yang di alirkan ke tangan dan kaki nya,juga ke kuatan fisik nya dan ilmu Raga Baja sebagai perisai dari senjata-senjata pusaka para pendekar,yang ingin membunuh nya.


Satrio tidak menggunakan jurus-jurus sakti nya yang mampu mengguncang langit dan bumi,kecuali Satrio dalam ke adaan terdesak.


Pada hal jika Satrio mau hanya dalam beberapa tarikkan nafas aja dia mampu menghabissin para pendekar yang menyerang nya.


Oya jangan lupa beri kritik dan saran nya

__ADS_1


juga Like,Rate dan Vote nya


Terima kasih 😊


__ADS_2