
Satrio yang lagi menikmati indah nya tempat, yang banyak Tanaman obat nya bersama Paman Patih Reksa Dana.
Tiba-tiba merasa kan ada sesuatu Makhluk yang yang menyembunyikan ke beradaan nya dan terus mengawasi Satrio dan Paman Patih.
"Paman Patih,Ngger ada apa,Paman lihat dari tadi,kau terus saja melihat ke sana,ke sini, apa ada sesuatu yang kau cari?"
Lalu Satrio berbisik kepada Paman Patih,apa Paman tidak ada merasakan sesuatu yang Aneh di tempat ini?
"Paman Patih,Aneh bagai mana Ngger?sembari sambil menggaruk Kepala nya".
Hade. . . . Capek deh ,
Bersiap Paman sebentar lagi kita akan ke datangan Tamu.
lalu Satrio dengan suara lantang yang di lapissin Tenaga Dalam,
" Wooiii. . . . . "
Yang bersembunyi keluar lah,seketika terdengar Suara jatuh yang begitu banyak.
Grebak 100 X
Gubrak 100 X
Gedebuk 100 X
Tidak sedikit jumblah Batang dan Ranting Pohon yang Patah,Satrio tersenyum.
Sementara Paman Patih,
"Dasar bocah kunyuk,kutu kupret.. Hampir pecah Gendang Telinga ku."
Paman Patih langsung mendatangi Satrio dan menjitak Kepala nya,dasar kau ya bocah, bikin kaget orang Tua aja.
"Satrio,hehehe. . . . Maaf Paman,coba Paman perhatikan yang barusan terjatuh itu Manusia atau apa ya?"
Paman Patih,astaga apa tu ya Ngger,Kalau Manusia tapi kenapa Tubuh mereka Kecil-kecil?
Lalu Makhluk kecil yang barusan terjatuh, "kurang ajar Manusia itu,bikin kaget aja dengan tampang Masam,penuh ke bencian."
Satrio dan Paman Patih Reksa Dana langsung mendatangi makhluk kerdil tersebut, lalu bertanya siapa kalian, kenapa melihat kami dengan sembunyi-sembunyi?
Makhluk tersebut pun kaget,saat tiba-tiba Satrio dan Paman Patih ada di hadapan mereka dan langsung berlari.
Berlindung di belakang salah Satu Makhluk kerdil juga tapi agak Besar dan memakai Mahkota.
"Satrio dan Paman Patih pun mendatangin Makhluk kerdil yang agak besar dan menanya kan hal yang sama,yang sebelum nya, dia tanya."
__ADS_1
Dengan perasaan takut,Makhluk kerdil yang agak besar, maaf kan kami Tuan-tuan,bukan maksud kami ingin Menakut-nakuti.
Kami sengaja bersembunyi untuk mengetahui ada Tujuan apa, kira-kira Tuan ke Negeri Kami yang Kecil ini?
"Satrio lalu melirik Paman Patih se akan memberi kode,lalu Paman Patih pun angkat bicara." Kamu siapa, tanya nya kepada Makhluk kerdil yang agak besar.
Makhluk kerdil,saya Raja Semua makhluk yang ada di sini. Perkenal kan,nama ku Santana.
dan Negeri ku ini nama nya,Negeri Seribu Obat.
Lalu dengan perasaan senang Satrio,akhir nya,hai Raja Santana bisa kah kau tunjuk kan di mana tempat yang banyak Tanam man obat nya?
"Raja Santana,ada apa gerangan Tuan mencari Tanaman obat,bukan kah yang ada di sini semua Tanam man obat."
"Hemmm. . . . ."
Satrio,Raja Santana jangan panggil aku Tuan,panggil aja aku Satrio dan yang bersama ku ini ,Paman Patih Reksa Dana.
"Raja Santana baik lah kalau begitu,Tu.. tu. eh.. Satrio,"Satrio pun tersenyum.
Maaf sebelum nya Satrio, apa engkau ini seorang Tabib?
Satrio bukan Raja Santana,aku cuman mengerti sedikit-sedikit tentang pengobatan,memang ada apa Raja Santana?
"Huuuuffff. . . . "
"Satrio, Aneh bagaimana Raja Santana,coba jelas kan secara rinci,siapa tau mungkin saja aku dapat membantu."
Raja Santana,baik lah Satrio,sudah 2 Tahun lebih istri ku terbaring lemah, karena penyakit Aneh nya.
Aku sudah memerintah kan semua Pasukan ku untuk mencari obat, untuk sakit istriku,namun hasil nya Nihil.
Bahkan semua Tabib terbaik yang ada di Negeri ini,semua sudah aku panggil, tapi tak ada Satu pun yang tau penyakit apa yang di derita istriku dan bagaimana cara menyembuh kan nya.
"Satrio,Raja Santana kalau engkau mengizin kan,boleh kah Aku dan Paman Patih melihat istri mu?"
Paman Patih,Ngger apa kau bisa menyembuh kan penyakit istri Raja Santana? "Satrio,ntah lah Paman aku akan melakukan yang terbaik untuk menyembuh kan nya."
Raja Santana baik lah mari ikut dengan ku,lalu Raja Santana mendatangi Pohon Beringin Raksasa yang sudah berumur Ribuan Tahun,sambil membaca Mantra dan menggerak kan Tangan nya, 7 gerakan berbeda.
Seketika akar-akar Pohon beringin yang menancap ke Tanah dengan kokoh nya, bergerak dengan sendiri nya dan membentuk sebuah Pintu yang dinding Pintu nya,Transparan seperti Kaca.
Setelah Pintu nya selesai,Raja Santana mengajak Satrio dan Paman Patih Reksa Dana masuk ke dalam Pintu Transparan tersebut.
Serta di ikuti Petinggi-petinggi Kerajaan Negeri Seribu Obat,juga Semua Pasukan yang ikut bersama dengan Raja,saat melihat Satrio dan Patih Reksa Dana, pas pertama kali menginjak kan kaki di Kerajaan Negeri Seribu Obat.
Aneh bin Ajaib, setelah keluar dari Pintu itu Satrio dan Paman Patih di Suguh kan Pemandangan yang menakjub kan.
__ADS_1
Istana yang besar,tinggi seperti Gedung pencakar langit di dunia moderen, Alam Manusia. Juga yang lebih menakjub kan
Semua dinding Istana terbuat dari Emas.
Sehingga seolah-olah, Istana itu seperti Cahaya saat terkena pancaran Sinar Sang Surya.
"Dalam hati,Satrio, Astaga seberapa kaya nya Negeri Seribu Obat ini, bisa buat Istana Semegah ini."
Lalu,Raja Santana segera mengajak Satrio masuk ke dalam Istana menuju tempat ke Diaman Raja beserta keluarga nya.
Sesampai nya Raja,Satrio dan Paman Patih, di Depan pintu Gerbang pagar yang membatasi antara Istana Raja dan ke Diaman Raja.
Pasukan yang menjaga pintu Gerbang, langsung berlutut sembari memberi Hormat.
"Salam Yang Mulia Raja"
Lalu dengan segera memberi tanda, kepada pasukan di dalam, untuk segera membuka pintu Gerbang.
Setelah Pintu Gerbang di buka,Raja Santana,Satrio dan Paman Patih pun masuk ke dalam.
Lalu di Sambut 500.000 Ribu Pasukan, dengan 5 Jenderal Perang nya,sebagai pemimpin dari tiap Pasukan.
Masing-masing tiap Jenderal memimpin 100.000 Ribu Pasukan.
Lalu Semua nya berlutut memberi Hormat kepada Raja Santana,sambil mengucap kan salam.
" Salam Yang Mulia Raja "
Istana ke Diaman raja,di kelilingi pagar batu yang Tinggi dan terdapat 20 Menara,yang di gunakan sebagai pos para penjaga,untuk memantau siapa tau, ada musuh yang menyerang.
Di Tiap menara pertahanan nya,pasukan Pemanah yang berjaga terdiri dari 1000 Pemanah,Pemanah-pemanah yang terbaik.
Lalu Raja Santana, segera mengajak Satrio dan Paman Patih untuk masuk ke dalam Kamar di mana istri Raja berada.
Sesampai nya di dalam kamar tempat Istri Raja Santana,Raja Santana memerintah kan Semua dayang-dayang yang menjaga Istri nya untuk menunggu di luar kamar.
**TERIMA KASIH buat uda yang ngikuti cerita ini,
Berikan Kritik dan Saran
juga
jangan lupa
Like & Vote nya
Oke
__ADS_1
di tunggu ya**.