
Pria itu tidak menyangka kalau Raya bakal bisa melihat mahluk gaib lagi, ya biarpun ia tahu apa yang kyai itu katakan. Tapi menurutnya terlalu cepat sekali kalau sampai itu benar benar terjadi, pasti Raya bakal mengetahui aktifitas mahluk tak kasat mata itu. Pria itu merinding beberapa kali.
"Raya tahu? " tanya pak Haryono.
"Raya tahu pasti tahj, tapi ia bilang kalau ia sering bertemu dengan Ani di sekolahnya di perpustakaan," ujarnya.
"Apa? Raya ketemu Ani? " tanya pak Haryono matanya terbelalak. Ia terkejutnya sekali mendengar cerita istrinya kalau Raya bertemu dengan Ani.
"Ayah, seharusnya kita selidiki apa yang terjadi pada Ani, jangan jangan apa yang dikatakan pak Arya itu benar. Kalau memang Ani meninggal kenapa Raya sering ketemu dengan Ani? " kata Ibu Widya menatap wajah suaminya.
"Ya, kita harus selidiki semuanya, supaya kita tahu Ani masih hidup atau sudah meninggal. " ujar Pak Haryono.
"Ya sudah ayah susul Raya dulu, ayah takut kalau Raya kenapa kenapa disana? Masih untung kalau mereka bertemu kalau tidak bisa berabe. " ucap pak Haryono.
Ibu Widya hanya mengangguk saja, akhirnya setelah mendapatkan informasi tentang Raya, pak Haryono langsung menuju sekolah Raya.
Benar saja pak Haryono melihat Raya sedang mengedor ngedor pintu ruangan yang berada di ujung sawah. Awalnya ia pasti kebingungan mencari Raya tapi saat sampai ke sekolah dengan gampangnya menemukan Raya. Keren hadia itu berteriak teriak memanggil nama Ani sambil menangis.
Pak Haryono langsung menghampiri Ani dan hanya bisa memeluk tubuh Raya dengan eratnya.
"Ani, ayah! Ani, ayah! "
Raya berteriak sesegukan saat ia tahu kalau ayahnya yang memeluk tubuhnya.
"Sudahlah kita pulang ya sayang. Biar Ani tenang di sisinya." ujar pak Haryono sambil melepaskan pelukan nya dari tubuh Raya dan memegang kedua bahu Raya.
Gadis 14 tahun awalnya hanya menggelengkan kepala saat pak Haryono mengajaknya pergi, tapi lama lama Raya mengangguk untuk diajak pulang tapi sebelum itu ia melihat ke pintu perpustakaan yang tertutup rapi, hati Raya masih penasaran pada Ani yang seperti tidak mau bertemu dengannya.
"Ani belum meninggal ayah, Raya sering ketemu dengan Ani di sana? Tapi kenapa sekarang Ani nggak muncul? " tanya gadis itu sambil menghela nafas panjang.
"Iya sayang. Ani belum meninggal kita bakal cari tahu apa yang terjadi kamu yang tenang ya jangan ngamuk ngamuk seperti tadi. " ujar pak Haryono.
Pria itu juga berharap kalau Ani masih hidup. Kalau misal meninggal berarti mata batin Raya terbuka kembali, ia khawatir dengan itu.
Sedangkan ibu Widya mondar mandir saja di dalam rumah, awalnya ia ingin ikut dengan suaminya tapi pak Haryono melarang dirinya untuk mengikutinya. Akhirnya terpaksa ibu Widya menunggu di rumah dengan perasaan yang kacau balau. Ia juga berusaha menghubungi Mutiara dan Handi untuk menceritakan apa yang dikatakan oleh pak Arya pada dirinya.
__ADS_1
Ibu Widya melakukan itu kerena ia ingin membagi cerita tentang Ani pada kedua ponakan itu, ya wanita itu tahu Mutiara dan Raya punya mata gaib yang bisa melihat hal hal aneh. Jadi wajar kalau ia meminta bantuan pada Mutiara untuk memastikan apa benar apa yang dikatakan oleh pak Arya tentang Ani?
Malam itu!
Raya langsung menuju ke sekolahan ia hanya ingin tahu apa yang dikatakan pak Arya itu benar atau hanya omongan belaka saja. Untung gerbang sekolah jarang di kunci jadi gadis itu dengan leliasanya masuk ke dalam sekolahan.
Nuansa sekolahan begitu hening dan sepi sekali, jam telah menunjukan pukul 01.00. Raya malam itu memberanikan diri untuk pergi ke sekolah mengunakan sepeda kesayangan, ia tidak memikirkan hal lain. Ya ini satu satunya untuk menanyakan pada Ani apa benar apa yang dikatakan pak Arya pada ibu dan dirinya.
"Ani! Ani! "
Raya memanggil nama Ani dengan kerasnya memecah meningan malam. Tiba tiba satu kelebatan muncul, Raya menyangka itu Ani! Tidak tahunya bukan Ani.
Wajah nya seram sekali, Raya beberapa kali mundur saat wajahnya melihat wajah orang yang baru datang, tapi ia begitu ramah saat matanya memandang Raya yang ketakutan atas kedatangan nya.
"Ada apa kamu Ani? " tanyanya dengan suara berat dan mengelegar.
Bukan hanya mahluk itu yang menghamoiri Raya! Ada wewe gobel, kuntilanak, suster gesot dan banyak. Lagi mahluk yang menampakan wujudnya dengan kondisi mereka masing masing!
Ka-kalian siapa? " suara Raya tercekat melihat banyak mahluk masih mata menghampiri dirinya.
"Siapa? Siapa orang yang menolongnya? Ani kenapa? " tanya Raya terbatas bata.
Tubuhnya sudah kelas sekali melihat penampakan mahluk mahluk itu, mungkin ada sepuluh mahluk yang mengelilingi Raya. Gadis itu beberapa kali mencubit tangannya ia menyangka kalau dirinya bermimpi tapi tidak, ya ia bukan mimpi ini nyata sekali.
"Seharusnya kamu yang menolongnya bukan kami, kami nggak akan bisa menolong dirinya. "
"Maksudnya? "
Raya langsung meninggalkan tempat itu tanpa menghiraukan pertanyaan dirinya yang entah di jawab atau tidak oleh mahluk itu.
"Ani!
"Ani! "
Teriak Raya sambil berlari menuju ruang perpustakaan, mahluk mahluk itu saling mendahului Raya untuk sampai ke ruang perpustakaan.
__ADS_1
Brak!
Pintu terbuka begitu saja seperti ada kekuatan gaib. Saat Raya sampai di perpustakaan ia langsung mencari Ani ke segala penjuru. Ia bergidik saat melihat darah mengengenangi ruangan itu, tiba tiba ada satu memory nya saat ia melihat tragedi Ani.
"Ani!"
Lolong Raya histeris saat sekelibat banyangn muncul saat tubuh Ani di cincang!
"Ani!"
"Ani! "
Raung Raya dengan histeris nya. Tiba tiba tubuh Raya ambruk seketika diantara genangan darah. Tapi sebelum itu ia merasakan kepalanya sakit luar biasa yang membuat tubuhnya limbung dan abrik seketika juga.
"Raya! "
Ibu Tiara yang tiba tiba muncul langsung menghampiri tubuh Raya yang tergeletak di lantai ruangan perpustakaan. Ibu Tiara mengoyangkan goyangkan badan Raya tapi gadis itu tidak bergerak sama sekali.
Ibu Tiara langsung mengeluarkan gawainya dan mencari nomor yang bisa ia hubungi.
📱Kak, bantu aku dong! Di ruangan perpustakaan!
Ibu Tiara menelpon kakaknya. Ya ia datang bersama Handi ke sekolah, kerena tante Widya tadi telpon Tiara dan Handi bilang ke mereka kalau Raya menghilang. Tapi sebelumnya tante Widya menceritakan kejadian kedatangan pak Arya ke rumah menceritakan Ani.
Akhirnya keduanya langsung menuju sekolah, Tiara langsung menduga kalau Ani memang ada di sekolah, dugaan wanita itu benar sekali Ia menemukan tubuh Raya tergeletak.
📱Oke! Kakak kesana ya sekarang.
Handi langsung menuju ruangan perpustakaan dimana Raya berada.
"Raya kenapa de? " tanya Handi menantap wajah adiknya Mutiara.
"Nggak aku juga nggak tahu, tadi aku lihat ia berteriak memanggil nama Ani setelah itu aku temukan Raya sudah tergeletak seperti ini.
"Aku nyakin ada hubungannya kepergian Ani dengan pristiwa itu! " duga Tiara menatap wajah kakaknya.
__ADS_1
"Sudah kamu jangan banyak bicara kita bawa pulang saja Raya ke rumah tante Widya."*