MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 30


__ADS_3

"Tolong!" 


"Tolong!"


"Bukakan pintunya! "


Malam yang sunyi terpecah oleh jeritan dua gadis abg, keduanya gadis itu terkunci rapat rapat di sebuah ruangan perpustakaan yang gelap gulita, keduanya mengedor gedor pintu dengan kerasnya supaya ada orang yang mendengarnya. Tapi anehnya seharusnya teriakan kedua gadis itu terdengar dengan jelas oleh orang orang yang ada di depan sekolah. Tapi anehnya semuanya diam dan beraktifitas n dengan biasanya seperti tidak peduli dengan jeritan dua gadis itu! 


Hahahaha


"Kalian nggak akan lolos dan teriakan kalian juga nggak akan kedengaran oleh orang orang itu! " 


Tawa seorang pria dengan beringas nya, pria hitam manis itu langsung mendekati gadis abg dengan nafsu ingin membunuh salah satu anak kembar! Ia mengincar seorang gadis di sebelah kanan kerena ia nyakin kalau gadis itu yang dimaksud mbah Banda padanya. 


"Ni, kabur! " kata gadis sebelah kiri.


Keduanya berlari menghindari dari kejaran pria hitam manis itu! Ya biarpun ruangan itu 6x7² sangat luas tapi ruangan itu penuh dengan rak buku yang berjejer. Dan itu membuat dua gadis tidak bisa berlari dengan leluas. 


"Raya, awas! " teriak gadis yang dipanggil Ani pada Raya yang hampir saja di pukul, untungnya Raya berhasil menghindari dari pukulan yang akan dilancarkan oleh pria muda itu! 


Argh! 

__ADS_1


Pria itu gagal! Ia membalikan badan menghadapi Ani, dengan geramnya ia langsung mengejar Ani, Ani yang siap berlari langsung kabur menyelamatkan diri dari amukan pria itu. Ia berusaha meraih buku dan di lemparkan begitu saja oleh Ani melihat saudaranya, Raya juga tidak tinggal diam ia langsung mendekati pria itu dengan buku Raya langsung mengejarnya. Sampai pria hitam manis tersungkur. Dan di depan Ani yang melihat pria itu tersungkur langsung membuka topeng yang digunakan pria itu. 


Breeet! 


"Pak Rio! " teriak keduanya kaget. Belum sampai kedua nya berpikir pria yang dipanggil pak Rio langsung mwnghajarnya Ani dengan tangannya tapi terlambat Raya telah berhasil mendorong tubuh pak Rio ke belakang rak buku dengan kerasnya sampai pak Rio dan rak buku terjatuh. Keduanya hampir melarikan diri tapi tangan pak Rio memegang Ani sedangkan Raya yang dengan cerdiknya langsung membawa alat pukul yang dibawa pria hitam manis itu untuk memecahkan kaca. 


Brang! 


Kaca terpecah. Serpihan nya berhamburan ke lantai, Raya tidak men sia siakan moment itu! Ia. Memanjat jendela dan kabur. Ia  sengaja meninggal akan Ani hanya ingin menolongnya, kerena dengan ia kabur pasti Ani bakal selamat pikir gadis ikal itu antusias sekali. Tapi keinginan Raya tidak terkabul sama sekali, entah kenapa jalan antara perpustakaan menuju atas semakin jauh seolah olah ia berlari menyelusuri hutan lebat sedangkan jarak perpustakaan sebenarnya dekat sekali tidak memakan waktu lama. 


Jalan yang dilalui penuh dengan mahluk makhluk kasat mata yang melihat Raya berlari, mereka tidak berani mendekati Raya ada satu kekuatan yang menarik mereka. Raya terus berlari sambil meminta pertolongan, tapi sia sia saja. Dan di belakang Raya, ia melihat siluman kera yang mengejarnya dengan wajah menyeramkan dan Raya waktu itu tidak menyadari kalau ia bisa melihat mahluk kasat mata lagi! Ia seolah olah bermimpi melihat kera kera yang mengejarnya.


Tapi Ani yang berhasil di tangkap oleh pak Rio berusaha melepaskan tangannya dan dekapan tubuh pak Rio sambil berteriak dengan nyaring nya meminta pertolongan. Dengan beringas nya ia langsung menarik baju Ani dengan kasarnya sampai baju yang dipakai Ani robek dan terkonyak. 


"Cicipi apa yang jadi persyaratan kamu! " 


Suara itu terhiang hiang di kepala Rio, ia tidak menyadari apa yang terjadi tapi ia mengakui kalau ia melakukan perbuatan bejat di hadapan Ani yang selalu murid di SMP ia bekerja. Jeritan dan tangjsan Ani tidak pernah digubrisnya, nafsu setannya telah mwnguasai pria hitam manis yang seharusnya membela kehormatan muridnya tapi malah merenggut kehormatan Ani! 


Malam itu tanpa ada saksi sama sekali tubuh Ani yang telah direnggut kehormatannya langsung dibunuh oleh Rio, dan malam itu adalah akhir kematian Ani kematian yang membuat arwah nya tidak tenang. Sedangkan Rio yang  telah melakukan  tugas merasakan puas apa yang Ia lakukan pada gadis itu! Ia tidak menyadari kalau permintaan mbah Banda tidak terpenuhi oleh Rio. Mbah Banda menginginkan kematian Raya, Raya lah yang seharusnya dijadikan tumbal kerena gadis itu memiliki mata batin sedangkan Ani tidak. Itu yang membedakan Raya dan Ani biarpun sama kembar. 


Aaaa! 

__ADS_1


Raya menjerit seketika juga ketika kakinya menginjak batu. Ia yang tidak menduga langsung meluncur ke bawah, Raya yang masih apal jalan antara perpustakaan bawah dan kantor merasa heran seharusnya di depan tangga bambu tidak ada batu sama sekali tapi ia merasakan menginjak batu yang besar dan kakinya keseleo. Tapi tempat itu memang lain dengan pikiran Raya. Gadis itu meluncur sangat cepat dan! 


Bug! 


Tubuhnya langsung membentur ke pohon langsung kepalanya dengan keras sekali membentur batu, cairan merah langsung muncrat di kepala yang kena batu yang tajam. Tubuh Raya tergenang cairan merah yang keluar sangat deras di kepalanya. Matanya langsung terpejam dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali, kera kera itu hanya menatap dan tidak melakukan apapun pada tubuh Raya, mereka pulang kembali ke tempat asal mereka  


Sedangkan dalam kenyataan nya Raya bukan kecelakaan menginjak batu, tapi ia terjatuh kerena salah satu temannya mendengar teriakan Raya yang meminta tolong dan ia akan mencari Raya tapi mungkin kerena gelap akhirnya mereka saling tabrak saat Raya menaiki tangga sedangkan orang yang mendengarkan teriakan Raya turun dari tangga. 


Flashback off. 


"Mbah keluar kamu! " teriak pak Rio membantu  pintu yang benar benar terkunci. Ia tiba tiba tidak tega melihat Raya meraung menangis mencari Mutiara dan Ririn.


Pria itu merangkul tubuh Raya dengan eratnya, tapi gadis ikal itu mendorong tubuh pak Ro kasar! 


"Semua gara gara bapak! Kenapa bapak lakukan ini sama Ani, kenapa bukan aku saja!"Teriak Raya frustasi. 


Raya masih sadar apa yang ia katakan pada pak Rio, kalau saja laki laki yang ada di hadapan bukan gurunya ingin rasanya memukul, dan membalas apa yang telah dilakukan oleh pria yang ada dihadapannya. Tapi Raya masih tahu diri, ia tidak mau kalau ia melakukan itu semuanya. 


" Maafkan bapak! " tangisan pak Ri sambil memeluk kaki Raya. 


Raya yang hendak menghindari tapi tidak jadi kerena pak Rio bener benar merangkul kakinya hanya bisa menatap kebencian pada pria itu, ia tidak akan memasafkan apa yang telah pria itu lakukan pada dirinya dan keluarga.*

__ADS_1


__ADS_2