
Byur!
Rio mengguyur wajah Raya dengan air, sampai gadis itu kaget saat wajahnya diguyur oleh air oleh pak Rio. Ia langsung bangkit dan memandang wajah pria yang ada dihadapannya. Dengan tatapan aneh dan bertanya tanya dalam hatinya, tapi Pak Rio seperti tidak peduli dengan tatapan anehnya Raya, langsung jongkok dan memandang wajah Raya dengan tajam. Sebelum pak Rio bicara Raya sudah berdiri dan berlari menuju perpustakaan ia tidak peduli dengan. pria itu! pak Rio langsung mengikuti Raya.
Awalnya ia akan mengikuti Raya tapi saat matanya melihat Raya menuju ruangan perpustakaan ia hanya diam saja dan ia duduk sambil memperhatikan Raya. Ada perasaan bersalah mengusik hati pak Rio terhadap Raya, ya ia yang telah membuat Raya seperti ini. Tapi perasaan itu ia tahan dan membiarkan di dalam hati. Pak Rio hanya menelan salivanya saat terdengar suara Raya memanggil manggil nama Mutiara itu yang membuat pria itu menangis di dalam hatinya, kalau ceritanya sampai begini mungkin ia tidak akan mengikuti nafsu. Tapi semuanya terlambat dan sudah terjadi dalam kehidupan nya.
"Bu, ibu! " teriak Raya sambil. mengedor pintu perpustakaan dengan keras sekali, tapi tidak ada suara di ruangan itu. Beberapa kali Raya menggedor ngedor pintu perpustakaan tapi nihil. pak Rio yang memperhatikan Raya hanya tertunduk lemas melihat Raya berteriak.
Gadis abg itu merasa nyakin kalau ibu Mutiara ada di dalam kerena sebelum nya ia pingsan ia mendengar suara ibu Mutiara tapi semuanya gara gara pak Rio yang menghalangi dirinya mendekati pintu perpustakaan. Akhirnya Raya langsung membalikan badannya menuju pak Rio kembali yang sedang bersila di bawah pohon yang rindang.
"Semuanya kerena bapak! " teriak Raya tajam.
"Kok sama bapak sih! " proterls pak Rio terkejut.
"Iya semuanya kerena bapak, kalau bapak tadi nggak menghalangi Raya mungkin! " kata Raya kesal.
"Cukup!"
"Cukup bapak bilang! Seharusnya bapak bantu Raya pak bukan menghalangi Raya." cerocos Raya.
__ADS_1
"Raya kamu nggak tahu saja! "
"Nggak tahu? Maksud bapak? " kejar gadis itu.
Gadis itu tidak peduli dengan pak Rio nyangka duduk di tanah sedangkan ia sendiri bicara sambil berdiri, ya seharusnya ia juga duduk sih biar enak tapi gadis itu tidak memperdulikn sama sekali. Raya terlanjur kesal pada pria yang ada si hadapannya.
"Bapak akan jelaskan sama Raya ya. " kata pak Rio, ia akhirnya bangkit dan berdiri menghadapi Raya.
Pak Rio membersihkan belakang tubuhnya dengan tangan yang dikibas kibaskan, sedangkan gadis itu hanya diam saja dan mengangguk.
"Bapak menghalangi kamu kerena bapak tahu ruangan itu bahaya buat kamu. "
"Bahaya? Bapak tahu dari mana kalau ruangan itu bahaya buat Raya, jangan ngarang ya, tapi bapak mendengarkan suara ibu Mutiara di dalam. " pojok Raya.
Awalnya pak Rio ingin mencagahnya tapi Raya malah menepiskan tangan pak Rio, terlihat wajah Raya kesal dan tidak menyukai kata kata yang keluar dari mulut pria muda itu, tapi pak Rio tidak peduli sama sekali. Kerena ia melakukan apa yang perlu ia lakukan untuk menebus kesalahan yang ia perbuatan pada Raya.
"Apa yang terjadi? " tanya pak Handi. menghampiri Pak Rio. Pria ala Korea itu tiba tiba datang mengejutkan pak Rio yang sedang melihat Raya ke bawah lagi.
Bug!
__ADS_1
Bug!
Belum sempat pak Rio. menjawab pertanyaan dari Pak Handi, pria ala Korea itu langsung menghajar habis habisan wajah pak Rio yang terkejut kerena tidak menyangka kalau ia bakal menerima pukulan demi pukulan yang membabi buta dari pak Handi. Pria hitam manis sama sekali tidak membalas kerena ia juga terkejut menerima bogem demi bogem yang dilancarkan oleh pak Handi. Bukan itu saja pria hitam manis sampai terjengkang dan terjatuh dari atas sampai bawah, melihat itu pria ala Korea tidak membiarkan pak Rio membela diri.
"Pak Handi! " teriak Raya yang terkejut.
Gadis ikal itu langsung berhambur ke arah keduanya ia menarik tangan pak Handi supaya menghentikan pukulan, tendangan nya ke tubuh pak Rio. Tapi pak Handi bukan menghentikan aktrasinya malah membabi buta sampai tubuh Raya yang memegang tangan nya pak Handi di dorong oleh pak Handi sampai gadis ikal itu terjatuh.
Lolongan anjing terdengar sangat jelas sekali, malam yang gulita tidak ada cahaya bulan sama sekali hanya ada cahaya lampu yang bersinar temparam yang menjadi saksi atas apa yang terjadi di depan sekolah Raya yang terjatuh langsung menerjang tubuh pak Handi, pria ala Korea itu tidak menyangka sama sekali kalau Raya menubruk tubuhnya sampai keduanya terpelanting dengan kerasnya ke depan.
Pak Rio yang terbebas dari serangan demi serangan dari pak Handi langsung berdiri, ia berniat akan membalas apa yang dilakukan oleh pak Handi pada dirinya tapi tiba tiba.
Bug!
Pak Rio terkejut saat tubuhnya terkena sesuatu yang menimpah. Ia langsung melihat apa yang terjatuh dekat dirinya, bukan itu pak Rio saja yang terkejut. Pak Handi dan Raya yang tidak jauh dari pak Rio langsung memperhatikan satu bungkusan plastik warna hitam bergelembung menimpah tubuh pak Rio. Ketiga orang itu saling tatap satu sama lain, hati Raya berdebar sangat keras sekali saat plastik itu dibuka oleh pak Rio kerena pria hitam manis itu paling dekat jadi ia lah yang membuka bungkusan itu!
Saat plastik hitam dibuka! Mata pria itu terbelalak hampir semuanya keluar, melihat pemandangan yang tidak biasa sama sekali. Di bungkusan palastik itu terdapat kepala orang yang matanya terpejam. Raya yang melihat langsung berteriak dengan nyaring sekali. tubuhnya langsung memeluk pak Handi yang terkejut mendengar teriakan Raya.
Pak Rio yang kaget langsung spontan membuang kepala manusia itu ke sembarangan arah, sampai kepala yang penuh darah mengelinding ke pintu perpustakaan.
__ADS_1
Hahahahaha...
Tawa sebuah kepala itu sambil membuka matanya dengan jelas ia melihat wajah pak Rio dan kedua temannya sangat terkejut seketika juga. Pak Handi langsung bangkit dan berlari, tapi kerena bergegas ia malah tersandung oleh kakinya sendiri, otomatis tubuhnya terjatuh dan tersungkur. Sedangkan Raya dan pak Rio hanya bisa garuk garuk kepala saja melihat pak Handi jatuh bangun melihat kepala manusia yang bisa tertawa lepas.*