
Tahun 1994
Flashback on
"Apa? " tanya Yudah kaget saat temannya memberi tahukan kalau Widyawati yang ia suka akan dijodohkan dengan Haryono.
"Kamu jangan bohong! Apa benar Widya bakal menikah dengan pemuda kota itu? " kejar Yudha dengan hati bergemuruh tidak karuan sama sekali.
"Iya aku juga baru kemarin tahu kalau Widya bakal menikah waktu dekat ini dengan Haryono, kamu tahu nggak kalau pak Gio seperti nya melihat kekayaan Haryono yang melimpah. " ujar Byan pada Yudha.
Yudha terlihat resah sekali, mendengar Byan mengatakan itu pada dirinya, pantas saja Byan mengajak dirinya untuk bertemu di suatu tempat yang benar benar sepi. Ia sangat heran pada Byan awalnya mengajak ia nongkrong di sebuah kebun tidak tahunya membawa kabar pahit. Memang selama ini ia berusaha untuk menikahi Widya tapi ia selalu gagal. Orangtua Widya sebenarnya baik sekali pada Yudha tapi kerena ia dituntut untuk menikah dengan Widya maka nya Yudha selalu menghindari.
Yudha menghindar kerena ia butuh uang buat mempersiapkan pernikahan dengan Widya, biarpun pak Gio sebenarnya tidak mempermasalahkan keuangan dirinya tapi ia tahun diri masa mau menikah harus dibiayai oleh pak Gio? Dan sekarang Yudha mendengar kalau Widya dilamar oleh Haryono, ia hanya bisa menghela nafas panjang hatinya terasa sakit sekali.
"Kamu ikhlas begitu saja Widya kamu menikah dengan Haryono, sedangkan Haryono kan membuat kamu seperti ini?" komentar Byan mengingatkan Yudha pada Haryono.
Byan tahu kalau sebenarnya Yudha dan Haryono punya dendam kesumat, gara gara Yudha di pecat oleh Haryono dari pekerjaan nya, kerena Yudha di fitnah oleh Haryono! Tapi kesaksian itulah yang membuat Yudha hengkang dari tempat kerjaannya sampai sekarang. Yudha mengusap pipinya, ya baru kemarin ia merasakan sebuah tamparan keras di pipinya kerena perbuatan Haryono.
"Seharusnya kamu jangan kerja disini! Kamu hanya mempermalukan semuanya saja, lebih baik kamu pergi! " teriak Haryono sambil mengajungkan tangannya ke atas menyuruh Yudah pergi.
Yudah dengan gemetar badannya menatap tajam wajah Haryono, ia tidak langsung pergi begitu saja dihadapan Haryono. Yudha mendekati Haryono dengan mata berkikat kilat, darahnya telah mendidih siap dimuntahkan.
"Cuih! aku akan balas apa yang kamu lakukan sekarang! Anak dan cucu kamu bakal menjadi korban! " teriak Yudah beringas.
"Korban? Maksudmu apa? " tanya Haryono tajam.
"Apa aku harus kasih tahu kamu rencana aku apa? cuih aku nggak akan sudi kasih tahu kamu! " teriak Yudha sinis.
__ADS_1
Setelah itu Yudha pergi begitu saja, Haryono yang masih belum mengerti langsung mengejar Yudha! Ia butuh penjelasnya dari Yudha tentang kata katanya tapi pria itu tidak memberitahu apa yang ia katakan hanya tersenyum. Penuh misteri!
Haryono mengepalkan tangannya menahan gelombang hatinya yang dasyat sekali tapi ia tidak menghampiri Yudha. Haryono pergi dari tempat itu sambil membawa kegundahan hatinya mengingat apa yang dikatakan oleh Yudha.
"Apa yang bakalan kamu lakukan dengan Haryono? " tanya Byan mwnepuk bahu Yudha.
"Aku juga nggak tahu sih! Aku hanya ingin pria itu merasakan apa yang aku rasakan, merasakan sebuah kehilangan! " gumam Yudha.
"Maksud kamu kamu ingin membalas dendam sakit hatimu? " tanya Byan penasaran.
"Iya, aku hanya ingin dia merasakan apa yang pernah aku rasakan, dan aku juga harus kehilangan Widya. " lirih Yudha.
"Kamu bisa minta bantuan mbah Banda Yud, ia bakal membantu kamu mengatasi masalah kamu. "
"Benarkah!
Akhirnya Yudha dengan sakit hati pada Haryono harus melihat wanita pujaannya menikah dengan laki laki lain, ia berniat akan mencelakaan anak Haryono sampai kapanpun juga. Hatinya belum ikhlas melihat senyuman Widya hanya untuk Haryono seorang!
" Yud, kamu dengar nggak kalau Widya sekarang bahagia banget sama Haryono, apalagi sekarang ia sedang hamil. " ujar Byan ketika pria kriwil itu datang ke rumahnya.
"Masa sih? " tanya Yudah terkejut.
"Iya."
"Baru juga menikah lima bulan masa hamil? " kejar Yudha heran.
"Jangan heran bro, mungkin Widya tiap harinya di pakai saja nggak dilepas lepas. Secara kan mereka pengantin baru, " tawa Byan menggoda Yudha.
__ADS_1
Mendengar candaan dari Byan, Yudha hanya melenggos mendengar Widya menikah juga membuat dirinya sakit apalagi kini saat ia mendengar Widya hamil hatinya teriris iris perih banget rasanya.
Lima bulan Haryono menikah Yudha mendengar kalau Widya sedang hamil. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat sekali, melihat itu Byan langsung mengusahakan bagus Yudha.
"Kamu sudah menemui mbah Banda? " tanya Byan.
Yudha hanya mengelengkan kepala saja, selama ini memang ia mencari keberadanya mbah Banda yang dimaksud temannya tapi selama 6 bulan ia belum pernah bertemu dengan pria yang dimaksud Byan. Byan hanya mengangguk anggukkan kepala saja saat Yudha menceritakan pencarian dirinya pada mbah Banda, Byan mengusap bahu Yudha dengan lembut.
"Sudah lah suatu waktu juga kamu bakal ketemu dengan mbah Banda kok! Kamu tenang saja, pikirkan kamu harus menikah juga! " ujar Byan sambil pamit pulang.
Setelah Byan pulang Yudha hanya bisa menghela nafas panjang, mengingat apa yang ia bicarakan dengan Byan. Pria itu benar benar menjadi teman dimana dirinya sangat membutuhkan teman, disaat teman yang lain meninggal akan dirinya. Jadi apa yang dikatakan oleh Byan, ia akan mengikuti segala omongan Byan, ditambah lagi Yudha selalu mendapatkan informasi tentang Haryono!
"Bapak! " teriak Murni sambil merangkul tubuh Yudha.
Pria itu dengan senang hati langsung merangkul tubuh kecil Murni dengan lembutnya dan mencium pipi anaknya lembut. Widya dan orang tuanya tahu kalau ia adalah sudah anak satu, sebelum bertemu dengan Widya ia sudah menikah dengan wanita lain tapi istrinya malah meninggal ketika melahirkan Murni.
Yudha awalnya merasa senang saat keluarga Widya bisa menerima kehadiran Murni, apalagi pak Gio yang selalu membawa Murni jalan jalan, membuat hati Yudha terharu sekali. Tapi mimpi indah itu harus buyar ketika Widya harus menikah dengan Haryono pria yang ia benci!
"Bapak kenapa? Mana tante Widya? " tanya Murni menatap wajah Yudha.
Yudha hanya bisa tersenyum kecut mendengar pertanyaan polos bocah 8 tahun itu. Mungkin bocah itu bertanya tanya pada dirinya sendiri kenapa selama beberapa bulan ia tidak pernah bertemu dengan tante Widya ya sebelum Widya menikah wanita itu sering bertemu dengan Marni tapi sekarang Widya punya kehidupan lain mungkin saja lebih mementingkan keluarganya dibandingkan anak piatu seperti Marni.
"Tante Widya sibuk sayang, jadi nggak akan ke sini lagi ya. Kamu jangan tanya apa apa lagi tentang tante? " ujar Yudha melepaskan pelukannya.
"Kenapa? " tanya bocah itu.
"Nggak apa apa, tapi tante mungkin nggak akan datang lagi ke rumah ini, kamu sabar ya. " ujar Yudha dengan lembut menjawel pipi Murni.*
__ADS_1